Syair tentang Ilmu, Adab, Sabar, dan Kehidupan
Tentang Ilmu
Ilmu adalah cahaya bagi hati,
Dicari dengan sabar, dijaga rendah diri.
Bukan banyak kata tanda mengerti,
Namun amal menjadi bukti ilmu di diri.
Belajarlah sebelum datang masa,
Ketika usia tak lagi sekuat dahulu kala.
Tulislah ilmu sebelum ia terlupa,
Dan amalkan agar hidup menjadi bermakna.
Tentang Adab
Jika ilmu memenuhi dada,
Jangan biarkan sombong mengambil tempatnya.
Semakin tinggi seseorang mengenal Tuhannya,
Semakin rendah hatinya di hadapan manusia.
Adab adalah pakaian orang berilmu,
Tanpanya ilmu kehilangan cahaya yang semu.
Lembut dalam bicara, jujur dalam laku,
Itulah tanda ilmu bersemayam di kalbu.
Tentang Kesabaran
Bersabarlah ketika jalan terasa berat,
Tidak semua benih tumbuh dalam sesaat.
Malam yang panjang akan menemui fajar,
Dan luka yang sabar akan menjadi pelajaran.
Jangan menyerah karena lambatnya hasil,
Sebab rezeki Allah tak pernah salah mengambil giliran.
Tugasmu adalah berusaha dengan ikhlas,
Selebihnya serahkan kepada Yang Maha Membalas.
Tentang Sahabat
Carilah sahabat yang mengingatkan,
Ketika langkah mulai jauh dari kebenaran.
Bukan yang selalu membenarkan kesalahan,
Tetapi yang berani menasihati dengan kasih sayang.
Sahabat sejati bukan yang selalu bersama,
Melainkan yang menjaga namamu ketika tiada.
Ia menutup aib, mengingatkan dosa,
Dan mengajakmu kembali kepada Allah Ta‘ala.
Tentang Manusia
Jangan habiskan hidup mengejar pujian,
Sebab lidah manusia mudah berubah haluan.
Hari ini dipuji, esok mungkin dicela,
Yang kekal hanyalah penilaian Allah semata.
Jika manusia membencimu tanpa alasan,
Jangan balas kebencian dengan kebencian.
Jagalah hati, perbaikilah perbuatan,
Karena kemuliaan bukan milik penilaian insan.
Tentang Zuhud
Ambillah dunia sekadar kebutuhan,
Jangan jadikan harta sebagai tujuan.
Tangan boleh menggenggam kekayaan,
Tetapi hati jangan menjadi tawanan.
Yang banyak belum tentu bahagia,
Yang sedikit belum tentu sengsara.
Kaya adalah hati yang merasa cukup,
Dan mulia adalah jiwa yang dekat kepada Allah.
Tentang Perjalanan Hidup
Berjalanlah mencari ilmu dan hikmah,
Jangan takut meninggalkan tempat yang nyaman.
Burung pun terbang meninggalkan sarangnya,
Untuk mencari rezeki di bumi Allah yang luas.
Jangan takut pada panjangnya perjalanan,
Setiap langkah menyimpan sebuah pelajaran.
Ada pertemuan, ada pula perpisahan,
Semua menjadi guru bagi kehidupan.
Penutup
Jika ilmu menjadi cahaya,
Adab menjadi penjaganya.
Jika sabar menjadi kekuatan jiwa,
Tawakal menjadi ketenangan akhirnya.
Maka berjalanlah dengan hati yang bersih,
Belajar dengan tekun, beramal dengan kasih.
Tak perlu mengejar dunia sampai letih,
Cukuplah Allah menjadi tujuan terakhir yang dipilih.

- 20 Syair Paling Masyhur Sepanjang Sejarah Islam
- Qasidah Banat Su‘ad — Ka‘b bin Zuhair, Syair Mahsyur Sepanjang Sejarah Islam
- SYAIR CINTA KEPADA RASULULLAH ﷺ
- Syair Qasidah al-Burdah — Imam al-Bushiri, Syair Termahsyur Sepanjang Sejarah Islam
- SYAIR DI BAWAH CAHAYA SUNNAH
- SYAIR DI TAMAN PERBEDAAN
- SENI SASTRA DALAM ISLAM. Telaah Al-Qur’an, Sunnah, Empat Mazhab, Ulama Kontemporer, Fatwa, Contoh, dan Sikap Umat
- SENI DALAM ISLAM: Prinsip Tauhid, Keindahan, Kreativitas, dan Batas Syariat dalam Seni Rupa, Musik, Sastra, Arsitektur, dan Budaya
- PANDANGAN MUHAMMADIYAH TENTANG SENI MUSIK DAN SENI TARI : Pendekatan Manhaj Tarjih terhadap Pengembangan Seni di Lingkungan Pendidikan dan TPA
- SURAH ASY-SYU’ARĀ’: SURAH TENTANG PENYAIR, BUKAN PEMUSIK.
- PUISI ISLAMI PILIHAN: Gegap Gempita Dunia Di Hari Jumat
- Cinta yang Dibuktikan dengan Sunnah
- LOMBA SYAIR ISLAMI: Tuangkan Rasa, Ukir Makna, Lewat Kata-Kata Mulia!”
- Puasa Syawal, Mahkota Ramadhan
- SYAIR ISLAM PILIHAN: Ketika Lelaki Hatinya Terpaut Masjid
- PUISI DAN SYAIR ISLAMI
- SENI DALAM ISLAM














Leave a Reply