Puasa Syawal, Mahkota Ramadhan
Puasaku puasa Syawal, titian menuju kesempurnaan,
Setelah Ramadhan, cahaya masih berpendaran.
Enam hari bak permata di tengah kehidupan,
Menyulam pahala, menyempurna pengabdian.
Bagai matahari yang terbit setelah fajar,
Syawal hadir bukan sekadar penutup lembar.
Diri yang ditempa, iman yang diasah,
Dilanjut dengan Syawal, agar jiwa tak lelah.
Nabi bersabda, “Siapa berpuasa Ramadhan,
Lalu enam hari di Syawal penuh keteguhan,
Seakan ia puasa sepanjang tahun,
Pahala mengalir, laksana sungai tak tertahan.”
Kini, berapa hari lagi, sahabatku tercinta?
Hitunglah, agar tak luput dari cinta-Nya.
Jangan biarkan waktu melaju tanpa makna,
Enam hari itu, tangga menuju surga-Nya.
Ingatlah—
Puasa bukan hanya menahan lapar,
Tapi menundukkan hawa, mengasah sabar.
Puasa Syawal, ladang amal setelah lebaran,
Sebuah janji, bukan sekadar anjuran.
Mari kita sempurnakan Ramadhan yang lalu,
Dengan puasa Syawal sebagai tanda rindu.
Rindu akan rahmat, rindu akan ampunan,
Rindu menjadi hamba yang penuh keimanan.
“Syawal bukan akhir dari kebaikan, tapi awal dari keistiqamahan. Enam hari itu ringan di langkah, tapi berat di timbangan.”














Leave a Reply