Puasa Syawal, Mahkota Ramadhan
Puasaku puasa Syawal, titian menuju kesempurnaan,
Setelah Ramadhan, cahaya masih berpendaran.
Enam hari bak permata di tengah kehidupan,
Menyulam pahala, menyempurna pengabdian.
Bagai matahari yang terbit setelah fajar,
Syawal hadir bukan sekadar penutup lembar.
Diri yang ditempa, iman yang diasah,
Dilanjut dengan Syawal, agar jiwa tak lelah.
Nabi bersabda, “Siapa berpuasa Ramadhan,
Lalu enam hari di Syawal penuh keteguhan,
Seakan ia puasa sepanjang tahun,
Pahala mengalir, laksana sungai tak tertahan.”
Kini, berapa hari lagi, sahabatku tercinta?
Hitunglah, agar tak luput dari cinta-Nya.
Jangan biarkan waktu melaju tanpa makna,
Enam hari itu, tangga menuju surga-Nya.
Ingatlah—
Puasa bukan hanya menahan lapar,
Tapi menundukkan hawa, mengasah sabar.
Puasa Syawal, ladang amal setelah lebaran,
Sebuah janji, bukan sekadar anjuran.
Mari kita sempurnakan Ramadhan yang lalu,
Dengan puasa Syawal sebagai tanda rindu.
Rindu akan rahmat, rindu akan ampunan,
Rindu menjadi hamba yang penuh keimanan.
“Syawal bukan akhir dari kebaikan, tapi awal dari keistiqamahan. Enam hari itu ringan di langkah, tapi berat di timbangan.”
drWJped

- 20 Syair Paling Masyhur Sepanjang Sejarah Islam
- Qasidah Banat Su‘ad — Ka‘b bin Zuhair, Syair Mahsyur Sepanjang Sejarah Islam
- SYAIR CINTA KEPADA RASULULLAH ﷺ
- Syair Qasidah al-Burdah — Imam al-Bushiri, Syair Termahsyur Sepanjang Sejarah Islam
- SYAIR DI BAWAH CAHAYA SUNNAH
- SYAIR DI TAMAN PERBEDAAN
- SENI SASTRA DALAM ISLAM. Telaah Al-Qur’an, Sunnah, Empat Mazhab, Ulama Kontemporer, Fatwa, Contoh, dan Sikap Umat
- SENI DALAM ISLAM: Prinsip Tauhid, Keindahan, Kreativitas, dan Batas Syariat dalam Seni Rupa, Musik, Sastra, Arsitektur, dan Budaya
- PANDANGAN MUHAMMADIYAH TENTANG SENI MUSIK DAN SENI TARI : Pendekatan Manhaj Tarjih terhadap Pengembangan Seni di Lingkungan Pendidikan dan TPA
- SURAH ASY-SYU’ARĀ’: SURAH TENTANG PENYAIR, BUKAN PEMUSIK.
- PUISI ISLAMI PILIHAN: Gegap Gempita Dunia Di Hari Jumat
- Cinta yang Dibuktikan dengan Sunnah
- LOMBA SYAIR ISLAMI: Tuangkan Rasa, Ukir Makna, Lewat Kata-Kata Mulia!”
- Puasa Syawal, Mahkota Ramadhan
- SYAIR ISLAM PILIHAN: Ketika Lelaki Hatinya Terpaut Masjid
- PUISI DAN SYAIR ISLAMI
- SENI DALAM ISLAM














Leave a Reply