Tanya Jawab: Pemanggilan Arwah dalam Islam, Benarkah Ruh Orang yang Telah Meninggal Dapat Dipanggil?
Pertanyaan: Benarkah dalam Islam ruh orang yang telah meninggal dapat dipanggil kembali untuk berkomunikasi dengan manusia, dan jika dalam suatu ritual muncul sosok, suara, atau penampakan yang mengaku sebagai orang yang telah meninggal, apakah itu benar-benar ruh orang tersebut?
Jawaban: Dalam ajaran Islam, tidak terdapat satu pun dalil sahih dari Al-Qur’an maupun hadis yang menyatakan bahwa ruh orang yang telah meninggal dapat dipanggil kembali ke dunia untuk berkomunikasi dengan manusia. Al-Qur’an menjelaskan bahwa setelah kematian, ruh memasuki alam barzakh hingga Hari Kebangkitan. Allah berfirman, “…dan di hadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al-Mu’minun: 100). Ketika orang-orang yang telah meninggal memohon agar dikembalikan ke dunia untuk beramal saleh, Allah menjawab bahwa hal itu tidak akan terjadi (QS. Al-Mu’minun: 99-100). Ayat ini menunjukkan bahwa ruh tidak bebas keluar masuk antara alam barzakh dan dunia sesuai keinginan manusia ataupun melalui ritual tertentu.
Para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah menjelaskan bahwa apabila dalam suatu ritual pemanggilan arwah muncul sosok, suara, atau informasi yang mengaku berasal dari orang yang telah meninggal, maka hal tersebut tidak boleh langsung diyakini sebagai ruh manusia. Dalam literatur akidah Islam, fenomena seperti itu lebih sering dijelaskan sebagai kemungkinan tipu daya jin yang berusaha menyesatkan manusia. Jin memiliki kemampuan bergerak cepat dan dapat menyampaikan sebagian informasi yang diketahui atau meniru suara serta penampilan tertentu dengan izin Allah. Namun, tidak setiap pengalaman gaib dapat dipastikan berasal dari jin. Sebagian pengalaman juga dapat dijelaskan oleh faktor psikologis, seperti sugesti, ilusi, duka yang mendalam, atau gangguan persepsi. Oleh karena itu, Islam melarang menetapkan sesuatu yang gaib tanpa dalil yang jelas.
Karena itu, seorang Muslim hendaknya menjauhi praktik pemanggilan arwah, permainan spiritisme, papan ouija, medium, atau ritual lain yang mengklaim dapat menghadirkan orang yang telah meninggal. Sikap yang benar adalah berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan hadis sahih, meyakini bahwa ruh orang yang telah meninggal tetap berada di alam barzakh hingga Hari Kebangkitan, serta memperbanyak zikir, membaca Ayat Kursi, Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, serta memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan setan. Dalam perkara gaib, seorang Muslim hanya menetapkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya, serta menghindari keyakinan yang dibangun di atas cerita, pengalaman pribadi, atau spekulasi tanpa dasar syariat.

- Benarkah Ruh Datang ke Rumah pada Hari ke-1, 3, 7, 40, dan 100? Analisis Ilmiah Perspektif Qur’an, Sunnah, dan Ulama
- Benarkah Orang Mati Bisa Mendoakan Orang Hidup? Penjelasan dari Al-Qur’an, Hadits, dan Pendapat Ulama Empat Mazhab
- “Benarkah Orang Mati Bisa Mendengar Doa Orang Hidup ? Penjelasan dari Al-Qur’an, Hadits, dan Pendapat Ulama Empat Mazhab”
- NIKMAT ATAU AZAB KUBUR Apa yang Sebenarnya Terjadi di Alam Barzakh?
- Orang Mati Tidak Bisa Mendengar Dunia: Dalil Al-Qur’an, Hadis, dan Ulama Empat Madzhab
- Benarkah Korban Tumbal Pesugihan Dibunuh Jin atau Setan, Menjadi Gentayangan, dan Menjadi Budak Iblis?
- Tanya Jawab: Benarkah Mimpi Didatangi Orang yang Telah Meninggal Berarti Ruhnya Datang?
- Tanya Jawab: Benarkah Bayangan atau Sosok Orang yang Telah Meninggal Adalah Ruhnya?
- Tanya Jawab: Pemanggilan Arwah dalam Islam, Benarkah Ruh Orang yang Telah Meninggal Dapat Dipanggil?
- Ruh Setelah Meninggal Menurut Islam: Tinjauan Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis Sahih
- 10 Mitos tentang Ruh Setelah Meninggal Menurut Islam
- AMALAN YANG SAMPAI DAN TIDAK SAMPAI KEPADA MAYIT. Tinjauan Hadits Shahih dan Pandangan Ulama Empat Mazhab
- 100 Artikel Hidup Sesudah Mati Menurut Islam















Leave a Reply