MAB Portal Islam

MASJID AL-FALAH BENHIL JAKARTA. “Dari Masjid untuk Umat, Menebarkan Ilmu dan Kebaikan”

Benarkah Pesugihan Memakan Tumbal? Ini Jawaban Al-Qur’an dan Sunnah

Pertanyaan

Benarkah setan dapat meminta tumbal berupa anak, istri, keluarga, atau orang lain sebagai syarat pesugihan, ilmu hitam, atau perjanjian gaib, sehingga mereka pasti meninggal karena diambil oleh setan?

Jawaban

Dalam akidah Islam, setan dan jin tidak memiliki kekuasaan mutlak untuk menentukan hidup dan mati seseorang. Hanya Allah yang menetapkan ajal setiap makhluk. Allah berfirman, “Setiap umat mempunyai ajal. Apabila ajalnya telah datang, mereka tidak dapat mengundurkannya sesaat pun dan tidak pula memajukannya.” (QS. Al-A’raf: 34). Allah juga berfirman, “Seseorang tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya.” (QS. Ali ‘Imran: 145). Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa kematian berada sepenuhnya dalam ketetapan Allah, bukan di tangan jin ataupun setan.

Kisah tentang pesugihan atau perjanjian dengan jin yang kemudian diikuti kematian anak, istri, keluarga, atau karyawan tidak dapat dijadikan bukti bahwa setan benar-benar mengambil tumbal. Kematian dapat terjadi karena penyakit, kecelakaan, atau sebab lain yang telah Allah tetapkan. Mengaitkan setiap kematian dengan “tumbal setan” tanpa dalil dan bukti yang jelas termasuk berbicara tentang perkara gaib tanpa ilmu. Allah berfirman, “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.” (QS. Al-Isra’: 36). Seorang Muslim tidak boleh memastikan sebab gaib yang tidak dijelaskan oleh Al-Qur’an maupun Sunnah.

Yang dijelaskan dalam Al-Qur’an adalah bahwa setan berusaha menyesatkan manusia melalui syirik, sihir, perdukunan, dan berbagai bentuk kemaksiatan. Allah berfirman, “Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia sebagai musuh.” (QS. Fatir: 6). Allah juga berfirman bahwa setan pada hari kiamat akan berkata, “Aku tidak mempunyai kekuasaan atasmu, melainkan aku hanya menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku.” (QS. Ibrahim: 22). Ini menunjukkan bahwa kekuatan utama setan adalah membujuk dan menipu, bukan menguasai takdir manusia. Jin dapat memperdaya manusia dengan berbagai tipu daya agar mereka semakin bergantung kepada selain Allah, tetapi mereka tidak memiliki kekuasaan mutlak atas kehidupan, kematian, ataupun rezeki.

Karena itu, seorang Muslim wajib menjauhi pesugihan, perdukunan, pemanggilan jin, jimat, dan segala bentuk praktik yang mengandung syirik. Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa mendatangi dukun lalu membenarkan apa yang dikatakannya, maka sungguh ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Ahmad, dinilai sahih oleh sejumlah ulama). Perlindungan terbaik adalah menjaga tauhid, bertawakal kepada Allah, memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, mengamalkan doa-doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ, serta meyakini bahwa hanya Allah yang mengatur rezeki, keselamatan, dan ajal seluruh makhluk.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *