MAB

MAB (MASJID AL-FALAH BENHIL) JAKARTA. Ilmu, Ibadah, dan Amal: untuk Semua Generasi dan Semua Kalangan

Siapakah Nyi Roro Kidul? Tinjauan Menurut Sejarah, Budaya, dan Akidah Islam

Siapakah Nyi Roro Kidul? Tinjauan Menurut Sejarah, Budaya, dan Akidah Islam

Pertanyaan

Benarkah Nyi Roro Kidul adalah penguasa Laut Selatan yang memiliki kerajaan gaib, mampu menentukan nasib manusia, meminta tumbal, memberikan kekayaan, atau melindungi orang-orang tertentu sebagaimana yang dipercaya dalam sebagian masyarakat? Apakah keberadaan Nyi Roro Kidul dijelaskan dalam Al-Qur’an atau hadis Nabi Muhammad ﷺ, dan bagaimana pandangan Islam terhadap berbagai cerita mengenai penguasa Laut Selatan, kerajaan gaib, serta keyakinan bahwa manusia dapat berhubungan dengan makhluk tersebut?

Jawaban

Nyi Roro Kidul merupakan tokoh yang dikenal luas dalam cerita rakyat dan tradisi budaya Jawa, khususnya di wilayah pesisir selatan Pulau Jawa. Berbagai kisah menggambarkannya sebagai Ratu Laut Selatan atau penguasa kerajaan gaib. Cerita tersebut berkembang dalam sastra, legenda, dan tradisi lisan selama berabad-abad serta menjadi bagian dari warisan budaya sebagian masyarakat. Namun, para sejarawan dan budayawan umumnya memandang kisah Nyi Roro Kidul sebagai bagian dari mitologi dan folklor, bukan sebagai fakta sejarah yang dapat dibuktikan secara ilmiah.

Dalam ajaran Islam, tidak ada satu pun ayat Al-Qur’an maupun hadis sahih yang menyebut adanya Nyi Roro Kidul sebagai penguasa Laut Selatan. Al-Qur’an menegaskan bahwa seluruh langit, bumi, lautan, dan segala isinya adalah milik Allah. Allah berfirman, “Milik Allah kerajaan langit dan bumi.” (QS. Ali Imran: 189). Islam memang mengakui keberadaan jin sebagai makhluk ciptaan Allah sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Jin, tetapi jin tidak memiliki kekuasaan mutlak atas alam semesta, apalagi layak dipuja, dimintai pertolongan, atau diyakini mampu menentukan takdir manusia.

Apabila terdapat pengalaman, cerita, atau kesaksian yang dikaitkan dengan sosok gaib di suatu tempat, Islam mengajarkan agar tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa itu adalah arwah leluhur atau penguasa tertentu. Bisa jadi cerita tersebut merupakan tradisi masyarakat, kekeliruan persepsi, atau dalam sebagian keadaan berkaitan dengan gangguan jin. Apa pun penjelasannya, seorang Muslim tidak boleh membangun keyakinan tanpa dalil yang sahih. Allah juga melarang manusia meminta perlindungan kepada jin karena hal itu hanya menambah kesesatan, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Jin ayat 6.

Dalam perspektif akidah Islam, apabila seseorang mengaku melihat sosok yang menyerupai Nyi Roro Kidul, Islam tidak menetapkan bahwa sosok tersebut benar-benar merupakan penguasa Laut Selatan atau arwah manusia tertentu. Al-Qur’an menjelaskan bahwa jin adalah makhluk yang diciptakan Allah dan hidup berdampingan dengan manusia (QS. Al-Jin: 1-15). Dalam hadis sahih juga disebutkan bahwa setan dapat datang dengan berbagai rupa atas izin Allah. Karena itu, sebagian ulama menjelaskan bahwa apabila memang terjadi suatu penampakan gaib, kemungkinan yang dapat dipertimbangkan menurut ajaran Islam adalah gangguan atau tipu daya jin. Namun, setiap klaim penampakan tidak dapat dipastikan kebenarannya tanpa dalil yang sahih, sehingga tidak boleh dijadikan dasar akidah.

Islam mengajarkan agar seorang Muslim tidak mudah mempercayai cerita penampakan, mitos, atau pengalaman gaib yang tidak memiliki dasar dari Al-Qur’an dan Sunnah. Allah berfirman bahwa setan adalah musuh yang nyata bagi manusia (QS. Fathir: 6) dan melarang manusia meminta perlindungan kepada jin karena hal itu hanya menambah kesesatan (QS. Al-Jin: 6). Oleh sebab itu, apabila seseorang mengalami pengalaman yang dianggap gaib, sikap yang diajarkan Islam adalah memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, menjaga tauhid, serta memohon perlindungan hanya kepada Allah SWT, bukan mencari hubungan dengan makhluk gaib atau mempercayai bahwa sosok tersebut memiliki kekuasaan atas manusia.

Islam melarang segala bentuk pemujaan, sesaji, nazar, atau permohonan kepada selain Allah. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa doa, ibadah, dan tawakal hanya ditujukan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, apabila seseorang meyakini bahwa Nyi Roro Kidul dapat memberi rezeki, keselamatan, kekuasaan, jodoh, atau perlindungan secara gaib, keyakinan tersebut tidak sesuai dengan ajaran tauhid. Seorang Muslim diperintahkan bergantung hanya kepada Allah, karena hanya Dia yang menguasai manfaat dan mudarat bagi seluruh makhluk.

Dengan demikian, menurut perspektif Islam, Nyi Roro Kidul bukanlah sosok yang dikenal dalam Al-Qur’an maupun hadis sebagai penguasa Laut Selatan. Ia merupakan tokoh dalam tradisi dan folklor Jawa. Islam mengajarkan agar setiap keyakinan tentang alam gaib didasarkan pada wahyu yang sahih, bukan pada mitos, legenda, atau cerita turun-temurun. Sikap seorang Muslim adalah menghormati budaya sebagai bagian dari sejarah masyarakat, tetapi tetap menjaga kemurnian akidah dengan hanya menyembah, memohon pertolongan, dan bertawakal kepada Allah SWT.

 

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *