Pertanyaan:
Saya penderita diabetes yang sudah menggunakan suntikan insulin. Apakah saya boleh berpuasa menurut agama Islam dan bagaimana pandangan kedokteran mengenai hal ini? Apakah saya boleh makan kurma? Jika tidak, buah apa yang lebih aman? Apa saja makanan yang aman bagi penderita diabetes saat berpuasa?
Jawaban
Barakallahu fiikum , Dalam Islam, berpuasa adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu menjalankannya. Namun, terdapat keringanan bagi orang sakit yang jika berpuasa dapat membahayakan kesehatannya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan, maka (wajib mengganti) sebanyak hari yang ditinggalkan pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 185).
Bagi penderita diabetes yang membutuhkan suntikan insulin, puasa dapat menjadi tantangan karena insulin bekerja menurunkan kadar gula darah, yang bisa menyebabkan hipoglikemia (gula darah terlalu rendah) jika tidak diatur dengan baik. Oleh karena itu, jika dokter menyatakan bahwa puasa dapat membahayakan kesehatan, maka Islam memberikan rukhsah (keringanan) untuk tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain atau membayar fidyah jika penyakitnya kronis.
Mengenai konsumsi kurma, Rasulullah SAW menganjurkan berbuka dengan kurma karena mengandung energi yang cepat diserap tubuh. Namun, bagi penderita diabetes, kurma memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi, sehingga harus dikonsumsi dengan hati-hati. Jika gula darah stabil dan dokter mengizinkan, penderita diabetes boleh makan 1-2 butir kurma saat berbuka, tetapi harus tetap dikontrol agar tidak menyebabkan lonjakan gula darah.
Dalam Islam, menjaga kesehatan adalah bagian dari ibadah. Rasulullah SAW mengajarkan untuk makan dengan seimbang dan tidak berlebihan. Hadis beliau menyebutkan: “Cukuplah bagi anak Adam beberapa suapan untuk menegakkan tulang punggungnya. Jika harus lebih, maka sepertiga untuk makan, sepertiga untuk minum, dan sepertiga untuk bernapas.” (HR. Tirmidzi). Oleh karena itu, penderita diabetes harus menjaga pola makan yang sehat dan tidak berlebihan, baik saat sahur maupun berbuka.
Jika seseorang dengan diabetes dapat mengatur pola makan dan penggunaan insulin dengan baik tanpa membahayakan kesehatannya, maka puasa tetap dianjurkan. Namun, jika berisiko tinggi menyebabkan hipoglikemia atau hiperglikemia yang berbahaya, maka Islam memberikan kelonggaran untuk tidak berpuasa, karena tidak boleh membahayakan diri sendiri.
Menurut Kedokteran
Penderita diabetes, terutama yang menggunakan insulin, harus berhati-hati saat berpuasa. Selama puasa, kadar gula darah bisa turun drastis (hipoglikemia) atau meningkat berlebihan (hiperglikemia) tergantung pada pola makan, aktivitas, dan dosis insulin. Oleh karena itu, sangat penting bagi penderita diabetes untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk berpuasa.
Kurma mengandung gula alami yang cepat diserap tubuh, sehingga dapat meningkatkan gula darah dengan cepat. Bagi penderita diabetes, konsumsi kurma sebaiknya dibatasi. Sebagai alternatif, buah dengan indeks glikemik lebih rendah seperti apel, pir, stroberi, atau alpukat lebih aman untuk dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.
Penderita diabetes yang berpuasa harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka. Makanan yang dianjurkan adalah makanan dengan indeks glikemik rendah, kaya serat, dan mengandung protein yang cukup untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil. Beberapa makanan yang aman antara lain:
- Karbohidrat kompleks: Nasi merah, roti gandum, oatmeal, dan ubi jalar.
- Protein sehat: Ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe, dan telur.
- Lemak sehat: Alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun.
- Serat tinggi: Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan wortel.
Penderita diabetes juga harus memperhatikan hidrasi. Minum air putih yang cukup saat sahur dan berbuka sangat penting untuk mencegah dehidrasi, yang dapat mempengaruhi kadar gula darah. Selain itu, menghindari minuman manis dan berkafein berlebihan juga sangat dianjurkan.
Tips Berpuasa bagi Penderita Diabetes:
- Pantau Gula Darah Secara Teratur: Cek kadar gula darah sebelum sahur, sebelum berbuka, dan beberapa jam setelah berbuka untuk memastikan tetap dalam rentang normal.
- Sesuaikan Dosis Insulin: Konsultasikan dengan dokter untuk menyesuaikan dosis insulin agar tidak menyebabkan hipoglikemia atau hiperglikemia saat berpuasa.
- Pilih Karbohidrat yang Tepat: Konsumsi karbohidrat kompleks saat sahur agar energi bertahan lebih lama dan menghindari lonjakan gula darah setelah berbuka.
- Jangan Lewatkan Sahur: Sahur sangat penting untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil selama berpuasa. Pilih makanan yang tinggi serat dan protein agar energi bertahan lebih lama.
- Hindari Makanan Manis dan Gorengan: Makanan tinggi gula dan lemak trans dapat meningkatkan gula darah secara tiba-tiba dan memperburuk kondisi diabetes.
Jika penderita diabetes mengalami gejala hipoglikemia seperti lemas, pusing, berkeringat dingin, atau kebingungan saat berpuasa, maka sebaiknya segera membatalkan puasa dengan mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan gula darah secara perlahan. Keselamatan dan kesehatan harus diutamakan sesuai dengan prinsip dalam Islam dan kedokteran.

- 20 BAHAYA KONSUMSI DAGING BABI YANG TIDAK DISADARI SELAMA INI : TINJAUAN ILMIAH BERDASARKAN BUKTI KEDOKTERAN TERKINI DAN PERSPEKTIF ISLAM
- Dampak Kecanduan Gadget pada Anak dan Remaja Menurut Sains Kedokteran dan Islam
- 10 Penyakit dan Masalah Kesehatan yang Sering Dihadapi Lansia dalam Perspektif Kedokteran dan Islam
- Definisi dan Kriteria Lansia Menurut WHO, IAGG, Ilmu Kedokteran, dan Islam
- MENUJU LANSIA SEHAT, AKTIF, DAN MANDIRI 10 Pendekatan Kedokteran Modern dan Nilai-Nilai Islam
- Depresi pada Lansia dalam Perspektif Islam dan Kedokteran Geriatri Modern: Tinjauan Ilmiah tentang Faktor Risiko, Diagnosis, Penatalaksanaan, dan Dukungan Spiritual
- Fikih Pediatri dalam Islam: Integrasi Syariat dan Kedokteran Modern dalam Menjaga Kesehatan Anak
- Fikih Kedokteran Kesehatan: Integrasi Syariat Islam, Bioetika, dan Kedokteran Berbasis Bukti dalam Pelayanan Kesehatan Modern
- Tanya Jawab: Mengatasi Gangguan Kecemasan Menyeluruh (Generalized Anxiety Disorder/GAD) dalam Perspektif Islam, Psikologi, dan Kedokteran Modern
- Disiplin Anak dalam Islam: Amanah Orang Tua untuk Membentuk Akhlak Mulia Berdasarkan Al-Qur’an, Hadis Shahih, Tafsir Ulama, Psikologi Perkembangan, Neurosains, dan Ilmu Kedokteran Modern
- Fikih Kedokteran (Al-Fiqh al-Ṭibbī): Kajian Hukum Islam dalam Dunia Medis Modern
- Tidur dalam Gelap: Harmoni Tuntunan Islam dan Bukti Ilmiah Kedokteran Modern untuk Tidur Berkualitas
- Badan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah sebagai Model Gerakan Kesehatan Berbasis Islam: Kajian Sosial, Teologi Al-Ma’un, dan Perspektif Kedokteran Modern
- KEDOKTERAN ISLAM
- PARENTING ISLAM
- PENDIDIKAN ISLAM
- PSIKOLOGI ISLAM
- KONSULTASI KEDOKTERAN ISLAM
- PARENTING ISLAM
















Leave a Reply