Bagaimana Cara Meruqyah Anak Kecil yang Benar Menurut Islam? Panduan Berdasarkan Al-Qur’an, Hadis Shahih, Pendapat Ulama, dan Tinjauan Ilmu Kedokteran
dr Widodo Judarwanto pediatrician

Pertanyaan
Bagaimana tata cara meruqyah bayi atau anak kecil yang benar menurut ajaran Islam, apakah orang tua boleh membacakan doa perlindungan, ayat-ayat Al-Qur’an, atau zikir pagi dan petang kemudian meniupkannya kepada anak, bacaan apa saja yang dicontohkan Rasulullah ﷺ untuk melindungi anak dari gangguan setan, penyakit, dan ‘ain, bagaimana pendapat para ulama mengenai ruqyah syar’iyyah pada anak, serta bagaimana tinjauan ilmu kedokteran modern mengenai manfaat dukungan spiritual, doa, dan ketenangan orang tua terhadap kesehatan fisik dan psikologis anak?

Jawaban
Ruqyah syar’iyyah merupakan doa dan bacaan Al-Qur’an yang bersumber dari syariat Islam untuk memohon perlindungan, kesembuhan, dan keberkahan kepada Allah ﷻ. Ruqyah bukanlah praktik mistik atau pengobatan supranatural yang berdiri sendiri, melainkan bentuk ibadah yang menguatkan tawakal kepada Allah sambil tetap menjalankan ikhtiar medis yang diperlukan. Oleh karena itu, apabila seorang bayi atau anak mengalami sakit, demam, gangguan tidur, atau dikhawatirkan terkena gangguan ‘ain (pandangan hasad), orang tua dianjurkan melakukan ruqyah syar’iyyah sesuai tuntunan Nabi ﷺ, disertai pemeriksaan dan pengobatan medis bila terdapat indikasi penyakit.
Dalil utama mengenai ruqyah anak terdapat dalam hadis sahih dari Abd Allah ibn Abbas. Beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ biasa meruqyah cucunya, Hasan dan Husain radhiyallahu ‘anhuma, dengan doa:
- أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
- “Aku memohon perlindungan bagi kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan, setiap binatang atau makhluk yang membahayakan, dan dari setiap pandangan mata yang jahat (‘ain).”(HR. al-Bukhari no. 3371)
Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa doa tersebut juga merupakan doa yang dahulu dibacakan Nabi Ibrahim `alaihis salam kepada kedua putranya, Ismail dan Ishaq. Hal ini menunjukkan bahwa mendoakan perlindungan bagi anak merupakan sunnah para nabi.
Selain doa tersebut, Rasulullah ﷺ juga mengajarkan membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (Al-Mu’awwidzat) sebagai bentuk perlindungan. Dari Ummul Mukminin Aisyah binti Abi Bakr diriwayatkan bahwa setiap malam sebelum tidur Nabi ﷺ membaca ketiga surah tersebut, kemudian meniup kedua telapak tangan dengan tiupan ringan yang disertai sedikit embun ludah (nafth), lalu mengusap wajah dan bagian tubuh yang dapat dijangkau. Ketika beliau sakit, Aisyah melakukan hal yang sama untuk beliau. (HR. al-Bukhari no. 5748). Hadis ini menjadi dasar bahwa ibu atau ayah boleh membacakan Al-Qur’an, meniup ringan ke telapak tangan, kemudian mengusap tubuh bayi atau anak kecil sebagai bentuk ruqyah syar’iyyah.
Dalam hadis lain, Abu Sa’id al-Khudri meriwayatkan bahwa sebelum diturunkannya Surah Al-Falaq dan An-Nas, Rasulullah ﷺ membaca berbagai doa perlindungan. Setelah kedua surah tersebut diturunkan, beliau lebih mengutamakan membacanya sebagai perlindungan. (HR. at-Tirmidzi no. 2058; dinilai sahih oleh al-Albani). Hal ini menunjukkan keutamaan kedua surah tersebut dalam ruqyah dan perlindungan terhadap gangguan jin, sihir, maupun ‘ain.
Para ulama seperti Ibn Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa kata “haammah” dalam hadis mencakup makhluk berbahaya seperti hewan berbisa, sedangkan “‘ain laammah” berarti pandangan hasad yang dapat menjadi sebab gangguan dengan izin Allah. Namun para ulama juga menegaskan bahwa ‘ain bukanlah penjelasan untuk seluruh penyakit. Islam mengajarkan agar setiap penyakit terlebih dahulu dievaluasi secara medis, kemudian disertai doa dan ruqyah sebagai bentuk ikhtiar spiritual.
Adapun membacakan zikir pagi dan petang kepada anak kemudian meniupkannya, tidak terdapat dalil khusus yang menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ melakukan hal tersebut sebagai metode ruqyah. Karena itu, para ulama menganjurkan agar ruqyah dibatasi pada bacaan yang telah terbukti dalam sunnah, seperti doa perlindungan di atas, Ayat Kursi, Surah Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, sehingga ibadah tetap sesuai tuntunan Nabi ﷺ. Prinsip dalam ibadah adalah mengikuti dalil (ittiba’) dan tidak menambah tata cara yang tidak dicontohkan.
Dari sudut pandang ilmu kedokteran dan psikologi modern, ruqyah syar’iyyah tidak diposisikan sebagai pengganti terapi medis, tetapi dapat menjadi bagian dari dukungan spiritual keluarga. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa doa, sentuhan penuh kasih, suara lembut orang tua, dan lingkungan yang tenang dapat membantu menurunkan respons stres, meningkatkan rasa aman (secure attachment), memperbaiki kualitas tidur, serta membantu regulasi emosi anak. Pada bayi, kontak fisik yang lembut, pelukan, dan suara orang tua diketahui berperan dalam menurunkan kadar hormon stres serta meningkatkan rasa nyaman. Oleh karena itu, ketika orang tua membacakan Al-Qur’an dengan penuh ketenangan sambil mengusap anak, hal tersebut dapat memberikan manfaat psikologis dan emosional, meskipun kesembuhan tetap berasal dari Allah ﷻ dan pengobatan medis tetap diperlukan sesuai indikasi klinis.
Dalam praktik sehari-hari, orang tua dianjurkan membaca doa perlindungan untuk anak setiap pagi dan petang, membacakan Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, meniup ringan ke telapak tangan lalu mengusap tubuh anak, memperbanyak doa kepada Allah, serta menjaga anak dengan pola hidup sehat, imunisasi sesuai rekomendasi, nutrisi yang baik, tidur yang cukup, dan segera berkonsultasi kepada tenaga kesehatan apabila muncul tanda bahaya seperti demam tinggi, sesak napas, kejang, penurunan kesadaran, dehidrasi, atau gejala penyakit serius lainnya. Dengan demikian, ruqyah syar’iyyah dan ikhtiar medis bukanlah dua hal yang saling bertentangan, tetapi saling melengkapi dalam kerangka tawakal kepada Allah dan usaha menjaga kesehatan anak.
Tabel. Tata Cara Ruqyah Anak Menurut Sunnah dan Tinjauan Ilmu Kedokteran
| Aspek | Dalil Islam | Penjelasan Ulama | Tinjauan Ilmu Kedokteran | Praktik yang Dianjurkan |
|---|---|---|---|---|
| Doa perlindungan | HR. al-Bukhari no. 3371 | Doa Nabi untuk Hasan dan Husain | Memberikan ketenangan emosional keluarga | Dibaca pagi, petang, atau saat anak sakit |
| Al-Mu’awwidzat | HR. al-Bukhari no. 5748 | Sunnah Nabi sebelum tidur | Membantu menciptakan rutinitas tidur yang menenangkan | Membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas |
| Tiupan ringan (nafth) | HR. al-Bukhari no. 5748 | Tiupan disertai embun ludah sangat ringan | Tidak memiliki efek medis langsung, tetapi menjadi bagian sunnah | Tiup ke telapak tangan lalu usap tubuh anak |
| Mengusap tubuh anak | Sunnah Nabi ﷺ | Dilakukan setelah membaca Al-Qur’an | Sentuhan lembut meningkatkan rasa aman | Usap kepala, wajah, dan bagian tubuh yang mudah dijangkau |
| Zikir pagi-petang | Tidak ada dalil khusus untuk ditiupkan kepada anak | Sebaiknya mengikuti bacaan ruqyah yang sahih | Zikir bermanfaat bagi spiritual orang tua | Dibaca oleh orang tua untuk dirinya, sedangkan ruqyah mengikuti sunnah |
| Ayat Al-Qur’an | Al-Fatihah, Ayat Kursi, Al-Mu’awwidzat | Ruqyah harus dengan bacaan syar’i | Dukungan spiritual dapat mengurangi kecemasan | Dibaca dengan penuh keyakinan kepada Allah |
| Pengobatan medis | Ikhtiar yang dianjurkan syariat | Tawakal tidak meniadakan sebab | Diagnosis dan terapi berbasis bukti tetap utama | Segera ke dokter bila terdapat tanda bahaya |
| Tujuan ruqyah | Memohon perlindungan kepada Allah | Kesembuhan hanya dari Allah | Mendukung kesejahteraan psikologis | Menggabungkan doa, kasih sayang, dan terapi medis |
Pesan Penting
Ruqyah syar’iyyah pada bayi dan anak merupakan salah satu bentuk ikhtiar yang diajarkan dalam Islam untuk memohon perlindungan kepada Allah semata. Tata cara yang paling utama adalah mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ, yaitu membacakan doa-doa perlindungan dan ayat-ayat Al-Qur’an yang shahih, seperti doa yang beliau bacakan kepada Hasan dan Husain: “A‘ūdzu bi kalimātillāhit-tāmmāti min kulli syayṭānin wa hāmmatin wa min kulli ‘aynin lāmmah,” serta membaca Surah Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Nas (Al-Mu’awwidzatain), kemudian meniup ringan (nafats) ke telapak tangan dan mengusap tubuh anak. Orang tua juga dianjurkan memperbanyak doa untuk keselamatan, kesehatan, dan keberkahan anak, karena doa orang tua merupakan salah satu doa yang sangat mustajab di sisi Allah. Adapun membacakan zikir pagi dan petang secara khusus sebagai ruqyah kepada anak tidak memiliki dalil shahih yang menunjukkan hal tersebut, sehingga yang paling utama adalah mencukupkan diri dengan tata cara yang telah dicontohkan Nabi ﷺ.
Para ulama menjelaskan bahwa ruqyah syar’iyyah adalah ibadah yang harus memenuhi syarat-syarat syariat, yaitu menggunakan ayat Al-Qur’an, nama dan sifat Allah, atau doa-doa yang shahih, dilakukan dengan bahasa yang dipahami maknanya, serta disertai keyakinan bahwa kesembuhan dan perlindungan hanya berasal dari Allah, bukan dari bacaan atau orang yang meruqyah. Karena itu, ruqyah tidak boleh dicampuri jampi-jampi syirik, benda-benda keramat, rajah, mantra yang tidak diketahui maknanya, atau keyakinan bahwa selain Allah memiliki kekuatan gaib untuk menyembuhkan. Dalam praktiknya, ruqyah bukan pengganti pengobatan medis, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar spiritual yang berjalan seiring dengan pengobatan yang sesuai apabila anak mengalami penyakit.
Ditinjau dari ilmu kedokteran modern, doa, dukungan spiritual, dan ketenangan emosional orang tua dapat memberikan manfaat yang bermakna terhadap kesehatan anak. Kehadiran orang tua yang tenang, penuh kasih sayang, dan rutin membacakan Al-Qur’an atau doa dapat menurunkan tingkat stres baik pada orang tua maupun anak, memperkuat ikatan emosional (parent-child bonding), menciptakan rasa aman, serta membantu regulasi emosi anak. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa lingkungan keluarga yang religius, suportif, dan penuh kasih berkaitan dengan kesehatan mental yang lebih baik, kualitas tidur yang lebih baik, penurunan kecemasan, serta meningkatnya ketahanan psikologis anak ketika menghadapi penyakit. Namun demikian, hingga saat ini belum terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa ruqyah dapat menggantikan terapi medis dalam mengobati penyakit infeksi, kelainan genetik, gangguan metabolik, atau penyakit organik lainnya. Oleh karena itu, pendekatan terbaik adalah menggabungkan ikhtiar syar’i melalui doa dan ruqyah sesuai sunnah dengan ikhtiar medis berdasarkan ilmu kedokteran yang telah terbukti manfaat dan keamanannya.
Dengan demikian, orang tua hendaknya menjadikan ruqyah sebagai bentuk tawakal dan ibadah yang sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ, bukan sebagai praktik mistik atau pengobatan alternatif yang menyimpang dari syariat. Ruqyah yang dilakukan sesuai sunnah, disertai doa, kasih sayang, pengasuhan yang baik, serta penanganan medis yang tepat apabila anak sakit, merupakan perpaduan ikhtiar yang selaras antara ajaran Islam dan ilmu kedokteran modern dalam menjaga kesehatan fisik, psikologis, dan spiritual anak. Semoga Allah ﷻ senantiasa melindungi, menjaga, dan memberikan kesehatan kepada seluruh anak-anak kaum muslimin serta menjadikan mereka generasi yang saleh, sehat, dan bertakwa. Aamiin.










Leave a Reply