10 Fenomena Kehidupan Modern yang Menjauh dari Sunnah Nabi ﷺ. Kajian Ilmiah Berdasarkan Al-Qur’an, Hadis Sahih, dan Pandangan Ulama
Perkembangan teknologi, globalisasi, dan perubahan gaya hidup telah membawa banyak kemudahan bagi manusia. Namun, di sisi lain, kehidupan modern juga menghadirkan berbagai kebiasaan yang dapat menjauhkan seorang Muslim dari tuntunan sunnah Rasulullah ﷺ. Sunnah tidak hanya mengatur ibadah mahdhah, tetapi juga adab makan, tidur, berbicara, bermuamalah, menjaga keluarga, hingga etika bermedia sosial. Berbagai penelitian psikologi menunjukkan bahwa kebiasaan sehari-hari membentuk karakter, kesehatan mental, dan kualitas hubungan sosial. Dalam Islam, pembiasaan amal saleh merupakan bagian dari proses tazkiyatun nafs (penyucian jiwa). Oleh karena itu, menghidupkan sunnah berarti membangun kehidupan yang lebih seimbang secara spiritual, psikologis, dan sosial.
Tulisan ini mengkaji sepuluh fenomena kehidupan modern yang sering menjauh dari sunnah Rasulullah ﷺ, disertai contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, landasan hadis sahih, pandangan para ulama, serta solusi praktis agar nilai-nilai sunnah tetap relevan di era digital.
Pendahuluan
Islam adalah agama yang sempurna dan mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Allah ﷻ berfirman, “Sungguh, pada diri Rasulullah terdapat suri teladan yang baik bagi kalian…” (QS. Al-Ahzab: 21). Ayat ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ bukan hanya teladan dalam ibadah, tetapi juga dalam membangun keluarga, bekerja, berinteraksi, mengelola emosi, hingga menjaga kesehatan jasmani dan rohani. Sunnah menjadi pedoman hidup yang tetap relevan di setiap zaman karena berisi prinsip-prinsip universal yang membawa kemaslahatan.
Di era modern, perubahan gaya hidup sering kali menyebabkan sebagian sunnah terlupakan, bukan karena ditolak secara sadar, tetapi karena kesibukan, pengaruh budaya populer, dan kemajuan teknologi. Akibatnya, muncul berbagai masalah seperti meningkatnya stres, renggangnya hubungan keluarga, menurunnya kualitas interaksi sosial, serta berkurangnya kedekatan dengan Allah. Para ulama seperti Imam An-Nawawi, Ibn Rajab al-Hanbali, dan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah menegaskan bahwa menghidupkan sunnah merupakan salah satu jalan memperbaiki individu dan masyarakat.
10 Kehidupan Modern yang Menjauh dari Sunnah
1. Terlalu Sibuk dengan Gawai hingga Lalai Berzikir
Contoh: Bangun tidur langsung membuka media sosial, tetapi lupa membaca doa bangun tidur atau zikir pagi.
Hadis sahih: Rasulullah ﷺ membiasakan membaca zikir pagi dan petang (HR. Muslim).
Solusi Nabi ﷺ: Mulailah hari dengan doa, zikir, dan salat Subuh berjamaah sebelum menggunakan telepon genggam.
—
2. Makan Terburu-buru dan Berlebihan
Contoh: Makan sambil bermain ponsel atau menonton tanpa memperhatikan adab makan.
Hadis sahih: “Tidaklah manusia memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya…” (HR. At-Tirmidzi; hasan sahih).
Solusi: Membaca basmalah, makan dengan tangan kanan, tidak berlebihan, dan berhenti sebelum kenyang.
—
3. Kurangnya Silaturahmi karena Digantikan Interaksi Digital
Contoh: Sering mengirim pesan di media sosial tetapi jarang mengunjungi orang tua atau kerabat.
Hadis sahih: “Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah menyambung silaturahmi.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Solusi: Jadwalkan kunjungan kepada orang tua, keluarga, dan tetangga secara rutin.
—
4. Tidur Larut Malam Tanpa Keperluan
Contoh: Menonton video hingga dini hari sehingga melewatkan salat Subuh.
Hadis sahih: Rasulullah ﷺ tidak menyukai begadang setelah salat Isya tanpa kebutuhan (HR. Al-Bukhari).
Solusi: Batasi penggunaan gawai pada malam hari dan biasakan tidur lebih awal.
—
5. Mudah Marah di Media Sosial
Contoh: Menghina, mencaci, atau menyebarkan ujaran kebencian di internet.
Hadis sahih: “Jangan marah.” Nabi mengulanginya beberapa kali (HR. Al-Bukhari).
Solusi: Menahan emosi, tabayun sebelum membagikan informasi, dan menjaga lisan maupun tulisan.
—
6. Jarang Membaca Al-Qur’an
Contoh: Berjam-jam menggunakan media sosial, tetapi tidak memiliki waktu membaca Al-Qur’an.
Hadis sahih: “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Al-Bukhari).
Solusi: Sisihkan waktu harian meskipun hanya beberapa ayat dengan tadabbur.
—
7. Mengabaikan Hak Orang Tua
Contoh: Lebih cepat membalas pesan teman dibanding menjawab telepon orang tua.
Hadis sahih: “Keridaan Allah bergantung pada keridaan orang tua.” (HR. At-Tirmidzi; hasan).
Solusi: Dahulukan bakti kepada orang tua dan berkomunikasi dengan penuh hormat.
—
8. Gaya Hidup Konsumtif dan Pamer
Contoh: Membeli barang demi citra di media sosial, bukan karena kebutuhan.
Hadis sahih: Rasulullah ﷺ melarang sifat berlebih-lebihan dan kesombongan (HR. Muslim).
Solusi: Hidup sederhana (zuhud dalam makna syar’i), bersyukur, dan mengutamakan sedekah.
—
9. Kurang Bermusyawarah dalam Keluarga
Contoh: Keputusan penting diambil sendiri tanpa berdiskusi dengan pasangan.
Dalil: “…Dan bermusyawarahlah dengan mereka…” (QS. Ali ‘Imran: 159).
Solusi Nabi ﷺ: Rasulullah ﷺ sering bermusyawarah dengan para sahabat dan keluarganya, termasuk pada Perjanjian Hudaibiyah.
—
10. Menjadikan Dunia sebagai Tujuan Utama
Contoh: Karier dan harta menjadi prioritas utama hingga melalaikan ibadah dan keluarga.
Hadis sahih: “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang musafir.” (HR. Al-Bukhari).
Solusi: Menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat serta meluruskan niat dalam setiap aktivitas.
Pandangan Ulama
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa sunnah Rasulullah ﷺ mencakup seluruh aspek kehidupan, sehingga menghidupkannya berarti mengikuti petunjuk terbaik dalam ibadah maupun muamalah. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Zād al-Ma’ād menerangkan bahwa seluruh tuntunan Nabi ﷺ mengandung hikmah bagi kesehatan jasmani, ketenangan jiwa, dan kemaslahatan masyarakat. Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jāmi’ al-‘Ulūm wa al-Hikam menegaskan bahwa istiqamah dalam amalan-amalan kecil yang sesuai sunnah lebih dicintai Allah daripada amalan besar yang tidak berkesinambungan.
Kesimpulan
Modernisasi bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan Islam selama tidak menjauhkan seorang Muslim dari petunjuk Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah ﷺ. Tantangan terbesar bukan terletak pada kemajuan teknologi, tetapi pada bagaimana manusia menggunakannya tanpa kehilangan nilai-nilai iman, akhlak, dan ibadah. Dengan menghidupkan sunnah dalam aktivitas sehari-hari—mulai dari bangun tidur, bekerja, berinteraksi, hingga menggunakan media sosial—seorang Muslim dapat meraih kehidupan yang lebih tenang, sehat, dan penuh keberkahan. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, “Barang siapa menghidupkan sunnahku ketika manusia telah merusaknya, maka baginya pahala…” (makna hadis-hadis tentang menghidupkan sunnah). Sunnah bukan hanya warisan sejarah, melainkan pedoman hidup yang selalu relevan untuk membangun pribadi, keluarga, dan masyarakat di setiap zaman.

















Leave a Reply