MAB

MAB (MASJID AL-FALAH BENHIL) JAKARTA. Ilmu, Ibadah, dan Amal: untuk Semua Generasi dan Semua Kalangan

“Anak yang Rindu, Ayah Ibu Sibuk dengan Gadget: Masa Kecilnya Hilang Tanpa Jejak Cinta”

“Anak yang Rindu, Ayah Ibu Sibuk dengan Gadget: Masa Kecilnya Hilang Tanpa Jejak Cinta”

Di sudut rumah yang dulu penuh tawa, kini hanya ada sepi yang bersandar. Seorang anak duduk diam, memandang punggung ibu yang sibuk dengan notifikasi, dan ayah yang larut dalam video tak berujung. Ia tak menangis—karena sudah terbiasa. Ia tak protes—karena tahu tak didengar. Dunia kecilnya sunyi, bukan karena tidak ada suara, tapi karena suara hatinya tak pernah ditanggapi. Ia belajar berjalan tanpa bimbingan, belajar tertawa tanpa diajak bercanda. Ia tumbuh… tapi tidak utuh.

Betapa banyak anak yang tumbuh tanpa pelukan hangat, tanpa dongeng sebelum tidur, tanpa sapaan lembut saat pulang sekolah. Padahal Rasulullah ﷺ telah mengingatkan dengan lembut namun tegas:
“Ciumlah anak-anak kalian, karena setiap ciuman itu akan menjadi cahaya bagimu di hari kiamat.” (HR. Ibnu Hibban)
Namun kini, berapa banyak anak yang bahkan tak dikenali wajah sedihnya oleh ayah dan ibu? Karena perhatian mereka telah disedot layar yang tak pernah lelah menghibur, tapi diam-diam mencuri kehangatan rumah.

Islam mengajarkan bahwa anak adalah ladang pahala, bukan sekadar tanggung jawab. Tapi ladang itu harus disiram dengan cinta, dengan hadir yang sepenuhnya, bukan sambil lalu. Gadget bukan musuh, tapi jika tak dikuasai, ia bisa menjadikan kita asing bagi darah daging kita sendiri. Betapa pilu, jika suatu hari anakmu tak tahu caramu tertawa, hanya karena kau terlalu sibuk menatap dunia orang lain.

Wahai ayah, wahai ibu… tinggalkan sejenak layar kecil itu. Tataplah mata anakmu, peluk ia seperti tak akan ada esok. Karena tak ada aplikasi yang bisa menggantikan waktu yang hilang. Anakmu sedang menunggu… bukan hadiah mahal, tapi kehadiranmu yang tak tergantikan. Jangan tunggu mereka tumbuh dewasa untuk menyadari bahwa yang mereka rindukan… adalah dirimu, yang dulu pernah hadir tapi tak benar-benar ada.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *