DOA DAN ADAB MASUK SERTA KELUAR MASJID MENURUT SUNNAH RASULULLAH ﷺ, Menjaga Adab, Menghidupkan Hati, dan Meraih Rahmat Allah di Rumah-Nya
Masjid merupakan tempat yang dimuliakan dalam Islam dan menjadi pusat ibadah, pendidikan, pembinaan umat, serta berbagai aktivitas kebaikan. Masjid sering disebut sebagai rumah Allah (baitullah) sebagai ungkapan kemuliaan dan penghormatan, bukan dalam pengertian bahwa Allah berada atau bertempat di dalamnya. Karena kedudukannya yang mulia, Islam mengajarkan sejumlah adab ketika seorang Muslim menuju, memasuki, berada di dalam, dan meninggalkan masjid.
Di antara adab tersebut adalah memperbanyak zikir dan doa ketika menuju masjid, mendahulukan kaki kanan ketika masuk, membaca doa masuk masjid, melaksanakan salat Tahiyyatul Masjid sebelum duduk apabila memungkinkan, menjaga ketenangan dan kebersihan, serta tidak menjadikan masjid sebagai tempat melakukan aktivitas yang bertentangan dengan kehormatannya. Ketika keluar, dianjurkan membaca doa memohon karunia Allah.
Doa masuk dan keluar masjid memiliki beberapa riwayat dengan redaksi yang berbeda. Karena itu, penting membedakan antara redaksi doa yang memiliki dasar hadis yang kuat dan redaksi tambahan yang tercantum dalam kitab-kitab doa atau karya ulama. Pemahaman yang tepat terhadap dalil membantu umat mengamalkan sunnah tanpa berlebihan dalam mengklaim suatu redaksi sebagai satu-satunya doa yang wajib dibaca.
Masjid bukan sekadar sebuah bangunan tempat melaksanakan salat. Dalam tradisi Islam, masjid merupakan pusat penghambaan kepada Allah, tempat membaca Al-Qur’an, berzikir, menuntut ilmu, membangun persaudaraan, serta menguatkan kepedulian sosial. Karena itu, seorang Muslim tidak hanya dituntut untuk menjaga fungsi masjid, tetapi juga menghormati kesuciannya melalui adab yang diajarkan syariat.
Allah SWT berfirman:
- وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا
- “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah. Maka janganlah kamu menyembah apa pun di dalamnya di samping Allah.” (QS. Al-Jinn: 18)
- Ayat tersebut menunjukkan kemuliaan masjid sebagai tempat yang dikhususkan untuk beribadah kepada Allah. Karena itu, memasuki masjid bukanlah sekadar perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Ia merupakan momentum untuk menghadirkan niat, ketenangan, penghormatan, dan kesadaran bahwa seseorang sedang memasuki tempat yang dimuliakan Allah.
Rasulullah ﷺ mengajarkan doa khusus ketika memasuki masjid dan ketika meninggalkannya. Doa tersebut menggambarkan dua keadaan seorang hamba. Ketika memasuki masjid, ia memohon agar Allah membukakan pintu-pintu rahmat-Nya. Ketika keluar, ia memohon karunia Allah. Pesan spiritualnya sangat dalam: masjid menjadi tempat seorang Muslim mencari rahmat Allah, kemudian kembali menjalani kehidupan dengan mengharapkan karunia-Nya.

- Salah satu doa masuk masjid yang paling dikenal berdasarkan hadis adalah:
- اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
- Allahumma iftah li abwaba rahmatik.
- “Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.”
- Sementara ketika keluar dari masjid, Rasulullah ﷺ mengajarkan:
- اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
- Allahumma inni as’aluka min fadhlik.
- “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon karunia-Mu.”
- Kedua doa tersebut menunjukkan keseimbangan kehidupan seorang Muslim. Di dalam masjid ia mencari rahmat Allah melalui ibadah, ilmu, doa, dan zikir. Setelah keluar, ia kembali beraktivitas di dunia dengan tetap memohon karunia dan pertolongan-Nya.

- Selain doa, terdapat pula sejumlah adab yang dianjurkan ketika memasuki masjid. Di antaranya mendahulukan kaki kanan, mengucapkan salam kepada Nabi ﷺ sebagaimana terdapat dalam sebagian redaksi doa, serta melaksanakan salat Tahiyyatul Masjid sebelum duduk. Untuk keluar dari masjid, mendahulukan kaki kiri merupakan adab yang dikenal dalam fikih, meskipun kekuatan dalil untuk rincian tersebut perlu dibedakan dari hadis sahih yang secara langsung menyebut doa masuk dan keluar masjid.
- Hal penting yang perlu diperhatikan adalah bahwa tidak semua redaksi doa yang panjang memiliki kedudukan hadis yang sama. Sebagian doa yang populer dalam kitab-kitab adab merupakan gabungan beberapa zikir dan doa yang diriwayatkan melalui sejumlah jalur. Karena itu, umat sebaiknya tidak mengatakan bahwa satu redaksi panjang tertentu adalah satu-satunya doa yang secara mutlak diwajibkan ketika masuk atau keluar masjid.
- Dengan memahami perbedaan antara sunnah yang memiliki landasan hadis yang kuat, doa yang memiliki beberapa riwayat, dan adab yang dijelaskan para ulama, seorang Muslim dapat beribadah dengan lebih tenang, ilmiah, dan tidak mudah menyalahkan orang lain hanya karena menggunakan redaksi doa yang berbeda.
- Pada akhirnya, adab memasuki masjid bukan hanya tentang kaki kanan atau kaki kiri. Esensi yang lebih penting adalah memasuki masjid dengan hati yang tunduk kepada Allah dan meninggalkannya dengan membawa semangat untuk melanjutkan kebaikan di tengah masyarakat.
DOA MASUK MASJID
Doa yang ringkas dan kuat dasar riwayatnya adalah:
- اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
- Latin: Allahumma iftah li abwaba rahmatik.
- Artinya: “Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.”
- Doa ini diriwayatkan dalam hadis dari Abu Humaid atau Abu Usaid As-Sa’idi رضي الله عنهما dalam Sahih Muslim.
- Terdapat pula redaksi yang lebih panjang dalam sejumlah riwayat dan kitab zikir, antara lain:
- بِسْمِ اللَّهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي، وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
- Latin: Bismillah, wash-shalatu was-salamu ‘ala Rasulillah. Allahummaghfir li dzunubi, waftah li abwaba rahmatik.
- Artinya:
“Dengan nama Allah. Semoga salawat dan salam tercurah kepada Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.”
- Dalam praktiknya, umat Islam dapat membaca redaksi pendek yang sahih tersebut tanpa harus merasa bahwa doa harus selalu dibaca dalam versi panjang.
DOA KELUAR MASJID
- Doa keluar masjid yang diriwayatkan dalam Sahih Muslim adalah:
- اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
- Latin: Allahumma inni as’aluka min fadhlik.
- Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon karunia-Mu.”
- Doa ini mengandung makna bahwa setelah menyelesaikan ibadah di masjid, seorang Muslim kembali ke aktivitas kehidupan dengan tetap menggantungkan harapan kepada karunia Allah.
DOA PANJANG KETIKA MASUK MASJID
- Dalam berbagai kitab zikir dan adab, terdapat redaksi yang lebih panjang, antara lain:
- أَعُوذُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
- Kemudian dilanjutkan dengan doa:
- اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
- Maknanya adalah memohon perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk, bersalawat kepada Nabi ﷺ, memohon ampunan, dan memohon agar Allah membukakan pintu rahmat-Nya.
- Namun, redaksi panjang sebaiknya tidak diposisikan seolah-olah seluruh bagiannya memiliki derajat hadis yang sama dengan doa pendek yang diriwayatkan secara sahih. Ini penting agar penyampaian agama tetap amanah secara ilmiah.
ADAB KETIKA MEMASUKI MASJID
- Mendahulukan kaki kanan
- Mendahulukan kaki kanan ketika memasuki masjid merupakan adab yang masyhur dalam kitab-kitab fikih dan adab. Sebaliknya, ketika keluar, mendahulukan kaki kiri merupakan adab yang juga dikenal luas di kalangan ulama.
- Namun, rincian kaki kanan dan kiri tersebut hendaknya tidak menggeser inti persoalan, yaitu menghormati masjid dan menjaga kesopanan di dalamnya.
- Membaca doa masuk masjidB
- Setelah memasuki masjid, seorang Muslim dianjurkan membaca:
- اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
- Doa ini singkat, mudah dihafalkan, dan memiliki makna yang sangat mendalam.
- Melaksanakan salat Tahiyyatul Masjid
- Rasulullah ﷺ bersabda:
- إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ
- “Apabila salah seorang di antara kalian memasuki masjid, janganlah ia duduk sebelum melaksanakan salat dua rakaat.”
- (HR. Bukhari dan Muslim)
- Salat dua rakaat tersebut dikenal sebagai Tahiyyatul Masjid, yaitu penghormatan terhadap masjid.
- Menjaga ketenangan
- Masjid hendaknya dijaga dari suara gaduh, pertengkaran, perkataan kotor, dan aktivitas yang menghilangkan kekhusyukan jamaah. Anak-anak juga sebaiknya dibimbing dengan cara yang lembut agar mengenal masjid sebagai tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk beribadah.
- Menjaga kebersihan
- Kebersihan masjid merupakan bagian penting dari penghormatan terhadap tempat ibadah. Tidak membuang sampah, menjaga toilet dan tempat wudu, merapikan sandal, serta menjaga kebersihan karpet adalah bentuk nyata memuliakan masjid.
- Tidak menjadikan masjid sebagai tempat transaksi yang tidak semestinya
- Masjid memiliki fungsi utama sebagai tempat ibadah dan kegiatan kemaslahatan umat. Aktivitas duniawi yang dilakukan di dalamnya perlu memperhatikan ketentuan syariat, kehormatan masjid, dan tidak mengganggu ibadah jamaah.
ADAB KETIKA KELUAR MASJID
Ketika meninggalkan masjid, seorang Muslim dianjurkan membaca:
- اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
- Latin: Allahumma inni as’aluka min fadhlik.
- Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon karunia-Mu.” - Mendahulukan kaki kiri ketika keluar merupakan adab yang dikenal dalam tradisi fikih. Setelah keluar dari masjid, seorang Muslim kembali menjalani aktivitas kehidupan: bekerja, belajar, mencari nafkah, mengurus keluarga, dan melayani masyarakat. Semua aktivitas tersebut tetap dapat menjadi ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar dan sesuai syariat.
MAKNA SPIRITUAL DOA MASUK DAN KELUAR MASJID
- Doa masuk dan keluar masjid sebenarnya mengajarkan sebuah siklus kehidupan yang indah.
- Masuk masjid → memohon rahmat Allah.
- Beribadah → mendekatkan diri kepada Allah.
- Keluar masjid → memohon karunia Allah.
- Dengan demikian, masjid tidak seharusnya menjadi tempat yang terpisah dari kehidupan. Masjid justru menjadi tempat manusia memperbaiki hati sebelum kembali menjalankan kehidupan.
- Seorang Muslim masuk masjid dengan meninggalkan kesibukan dunia untuk sementara, kemudian keluar dengan hati yang lebih bersih, pikiran yang lebih jernih, dan semangat untuk membawa kebaikan kepada sesama.
PENUTUP
- Mengamalkan sunnah ketika masuk dan keluar masjid bukan sekadar menghafalkan rangkaian kalimat Arab. Yang lebih penting adalah menghadirkan kesadaran bahwa kita sedang mendatangi tempat yang dimuliakan Allah.
- Ketika masuk, kita memohon rahmat-Nya.
- Ketika berada di dalamnya, kita berusaha mendekat kepada-Nya.
- Ketika keluar, kita memohon karunia-Nya.
- Karena itu, masjid seharusnya tidak hanya membuat seseorang rajin datang untuk salat, tetapi juga membuatnya pulang menjadi manusia yang lebih baik: lebih jujur, lebih lembut, lebih peduli, lebih sabar, dan lebih bermanfaat bagi umat.
- Masjid yang hidup bukan hanya masjid yang ramai oleh jamaah, tetapi masjid yang mampu menghidupkan hati manusia.

- SHALAT DAN DOA MEMINTA HUJAN: Panduan Istisqa Berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah
- Hukum Membaca Surah Al-Fatihah di Awal dan Akhir Acara Menurut Hadis, Empat Mazhab, dan Ulama Kontemporer
- Doa Menyembelih Hewan Qurban Menurut Sunnah Nabi ﷺ: Kajian Hadits, Makna Tauhid, dan Implementasi Ibadah Qurban
- Dzikir dan Neuropsikologi. Integrasi Spiritualitas Islam dan Neurosains Modern dalam Kesehatan Mental
- Analisis Status Hadits Doa Berbuka Puasa dan Implikasinya dalam Praktik Ibadah
- Hukum Mengangkat Tangan Saat Berdoa Setelah Adzan dan Iqamah: Tinjauan Fikih Berdasarkan Sunnah dan Pendapat Ulama
- Doa Awal Tahun 2026
- Hukum Azan Anak Kecil: Tinjauan Fikih Kontemporer
- 10 Doa Yang Paling Sering Diucap Nabi ﷺ : Kajian Tekstual Hadits Shahih
- Doa untuk Anak dalam Perspektif Al-Qur’an dan Sunnah
- Tujuh Amalan Pemberat Timbangan Kebaikan di Hari Kiamat: Kajian Hadis Shahih dan Implementasi Praktis bagi Umat Islam
- 13 Doa & Dzikir Sebelum Tidur dalam Perspektif Hadis Sahih: Dimensi Tauhid, Perlindungan, dan Ketenangan Jiwa\
- Doa Masuk Surga: Perspektif Al-Qur’an, Hadits, dan Telaah Ulama Kontemporer
- Doa Terhindar dari Neraka dalam Al-Qur’an dan Hadits Shahih: Tinjauan Ilmiah dan Praktis
- Doa Bersama Setelah Shalat: Tinjauan Hadits dan Perbedaan Pandangan Ulama Empat Mazhab, Ulama Salaf, dan Asy’ariyah
- Tata Cara Dzikir Pagi dan Sore Sesuai Sunnah: Benteng Iman dan Ketenangan Jiwa
- Doa Memohon Kemudahan Hisab: Tinjauan Hadits, Al-Qur’an, dan Pandangan Ulama
- Cara Dzikir Nabi Muhammad SAW: Berdasarkan Hadits Shahih
- Manakah Yang Terbaik Istiqfar atau Tasbih ?
- Dzikir Pagi dan Petang Sesuai Sunnah
- DOA & DZIKIR












Leave a Reply