MAB Portal Islam

MASJID AL-FALAH BENHIL JAKARTA. “Dari Masjid untuk Umat, Menebarkan Ilmu dan Kebaikan”

DOA UNTUK KESEHATAN DAN KESELAMATAN MENURUT QURAN DAN HADITS

DOA UNTUK KESEHATAN DAN KESELAMATAN MENURUT QURAN DAN HADITS: Memohon Kesehatan, Perlindungan, Kesembuhan, dan Kekuatan kepada Allah SWT

Kesehatan merupakan nikmat besar yang sering baru disadari ketika seseorang mengalami sakit. Islam mengajarkan seorang Muslim untuk senantiasa memohon kesehatan, keselamatan, perlindungan dari penyakit, serta kekuatan dalam menghadapi kelemahan. Rasulullah ﷺ mengajarkan berbagai doa untuk memohon al-‘āfiyah (kesehatan dan keselamatan), perlindungan dari penyakit yang berat, serta doa khusus ketika sakit atau menjenguk orang yang sedang sakit. Doa tidak menggantikan ikhtiar medis, tetapi menjadi bagian penting dari tawakal: berobat dengan cara yang benar, menjaga kesehatan, dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. Bab ini menghimpun doa-doa yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis sahih atau hasan, sekaligus membedakan antara lafaz yang secara khusus diajarkan Nabi ﷺ dan doa umum yang boleh dipanjatkan sesuai kebutuhan.

Islam memandang kesehatan sebagai amanah. Nabi ﷺ bersabda bahwa terdapat dua nikmat yang banyak manusia tertipu karenanya, yaitu kesehatan dan waktu luang. Karena itu, seorang Muslim tidak hanya berdoa ketika sakit, tetapi juga memohon kesehatan ketika sehat. Doa kesehatan mencakup kesehatan tubuh, keselamatan agama, ketenangan jiwa, perlindungan keluarga, dan keselamatan dari berbagai penyakit serta musibah. Rasulullah ﷺ sendiri banyak memohon al-‘afwu wal-‘āfiyah, yaitu ampunan dan keselamatan/kesejahteraan dari Allah SWT.

Ketika sakit datang, seorang Muslim tidak dianjurkan menyerah kepada keadaan. Sakit menjadi kesempatan untuk bersabar, berdoa, berobat, dan berharap kepada Allah. Rasulullah ﷺ mengajarkan doa kesembuhan yang sangat indah: “Adzhibil-ba’sa, rabb an-nās, wasyfi antasy-Syāfī…”—memohon kepada Allah, Tuhan seluruh manusia, agar penyakit dihilangkan dan kesembuhan diberikan. Bahkan ketika seseorang merasakan nyeri pada bagian tubuh tertentu, terdapat tuntunan khusus dari Nabi ﷺ untuk meletakkan tangan pada bagian yang sakit dan membaca doa tertentu.


DOA MEMOHON KESEHATAN

1. Doa Memohon Kesehatan Jasmani dan Rohani

  • Salah satu doa yang sangat lengkap untuk memohon kesehatan dan keselamatan adalah:
  • اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
  • Allāhumma innī as’alukal-‘afwa wal-‘āfiyata fid-dunyā wal-ākhirah.
  • “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat.” HR. Abu Dawud no. 5074 dan Ibnu Majah no. 3871.
  • Doa ini sangat luas maknanya. Al-‘āfiyah mencakup keselamatan dan perlindungan dari berbagai keburukan. Karena itu, doa ini dapat dipanjatkan untuk kesehatan tubuh, keselamatan kehidupan, ketenangan, dan perlindungan dari berbagai musibah.

2. Doa Memohon Keselamatan

Rasulullah ﷺ juga mengajarkan doa:

  • اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي
  • Allāhumma innī as’alukal-‘afwa wal-‘āfiyata fī dīnī wa dunyāya wa ahlī wa mālī.
  • “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku.” HR. Abu Dawud no. 5074.
  • Doa ini menunjukkan bahwa keselamatan yang dimohonkan seorang Muslim tidak hanya menyangkut kesehatan tubuh. Ia juga memohon keselamatan dalam agama, kehidupan, keluarga, dan harta.

3. Doa Memohon Perlindungan dari Penyakit

Rasulullah ﷺ mengajarkan doa perlindungan:

  • اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ، وَالْجُنُونِ، وَالْجُذَامِ، وَمِنْ سَيِّئِ الْأَسْقَامِ
  • Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal-baraṣi, wal-junūni, wal-judzāmi, wa min sayyi’il-asqām.
  • “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, kegilaan, kusta, dan berbagai penyakit yang buruk.” HR. Abu Dawud no. 1554 dan An-Nasa’i no. 5493.
  • Doa ini menunjukkan bahwa memohon perlindungan dari penyakit merupakan bagian dari sunnah. Namun, doa tidak berarti seseorang meninggalkan upaya pencegahan dan pengobatan.

4. Doa Ketika Merasa Lemah

Ketika seseorang merasa lemah dan membutuhkan pertolongan Allah, ia dapat membaca doa:

  • لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
  • Lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh.
  • “Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”  HR. Bukhari no. 4205 dan Muslim no. 2704.
  • Kalimat ini merupakan dzikir yang agung. Ia mengajarkan bahwa manusia memiliki keterbatasan dan seluruh kekuatan pada hakikatnya berasal dari Allah SWT.
  • Doa Umum
    • اللَّهُمَّ قَوِّنِي وَأَعِنِّي وَارْزُقْنِي الصَّبْرَ وَالْعَافِيَةَ
    • Allāhumma qawwinī wa a‘innī warzuqnīṣ-ṣabra wal-‘āfiyah.
    • “Ya Allah, kuatkanlah aku, tolonglah aku, dan karuniakan kepadaku kesabaran serta kesehatan.”
    • Catatan: doa tambahan ini adalah doa umum, bukan lafaz hadis khusus.

DOA KETIKA SAKIT

5. Doa Ketika Sakit

  • Ketika sakit, seorang Muslim dianjurkan memperbanyak dzikir dan memohon pertolongan Allah.
  • رَبِّيَ اللَّهُ لَا أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا
  • Rabbiyallāhu lā usyriku bihī syai’ā.
  • “Tuhanku adalah Allah. Aku tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.” HR. Abu Dawud no. 3892 dan Ibnu Majah no. 3522, dalam konteks doa ketika mengalami sakit atau kesulitan.
  • Tauhid menjadi sumber kekuatan seorang Muslim ketika menghadapi penyakit. Ia berobat, tetapi hatinya tetap bergantung kepada Allah.

6. Doa Memohon Kesembuhan

Ini merupakan salah satu doa kesembuhan yang paling masyhur dari Rasulullah ﷺ.

  • أَذْهِبِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ، وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
  • Adzhibil-ba’sa rabban-nās, wasyfi antasy-Syāfī, lā syifā’a illā syifā’uka, syifā’an lā yugādiru saqaman.
  • “Hilangkanlah penyakit, wahai Tuhan manusia. Sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.” HR. Bukhari no. 5675 dan Muslim no. 2191.
  • Doa ini menegaskan keyakinan bahwa Allah adalah Asy-Syāfī, Zat Yang Maha Menyembuhkan. Adapun dokter, obat, tindakan medis, dan berbagai ikhtiar lainnya merupakan sebab yang ditempuh manusia.

7. Doa Ketika Merasakan Nyeri

Rasulullah ﷺ mengajarkan doa khusus ketika seseorang merasakan sakit pada bagian tubuh tertentu.

  • Tata Cara
    • Letakkan tangan pada bagian tubuh yang terasa sakit, kemudian membaca:
      • بِسْمِ اللَّهِ
      • Bismillāh.
    • “Dengan nama Allah.”
    • Dibaca tiga kali.
    • Kemudian membaca: Hadis 7 — HR. Muslim no. 2202.
  • Dalam hadis tersebut Nabi ﷺ mengajarkan membaca “Bismillāh” tiga kali, kemudian doa perlindungan tersebut tujuh kali.
  • Ini merupakan tuntunan yang sederhana dan dapat dilakukan ketika merasakan nyeri, sambil tetap melakukan evaluasi dan pengobatan medis apabila diperlukan.

8. Doa untuk Orang yang Sedang Sakit

Ketika mengunjungi orang sakit, Rasulullah ﷺ mengajarkan:

  • أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ
  • As’alullāhal-‘aẓīma rabbal-‘arsyil-‘aẓīmi an yasyfiyak.
  • “Aku memohon kepada Allah Yang Mahaagung, Tuhan Arsy yang agung, agar Dia menyembuhkanmu.”HR. Abu Dawud no. 3106 dan Tirmidzi no. 2083.
  • Dalam riwayat tersebut doa ini dianjurkan dibaca tujuh kali ketika menjenguk orang sakit.
  • Untuk perempuan dapat menggunakan:
    • أَنْ يَشْفِيَكِ
    • an yasyfiyaki — “agar Dia menyembuhkanmu.”

9. Doa Menjenguk Orang Sakit

Ketika menjenguk orang sakit, Rasulullah ﷺ juga mengajarkan doa:

  • لَا بَأْسَ، طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
  • Lā ba’sa, ṭahūrun insyā’allāh.
  • “Tidak mengapa, semoga sakit ini menjadi penghapus dosa, insya Allah.”HR. Bukhari no. 3616.
  • Ucapan ini bukan berarti meremehkan penyakit. Sebaliknya, ia memberikan penguatan kepada orang yang sedang sakit bahwa seorang Muslim tetap dapat berharap kepada Allah bahkan dalam keadaan yang tidak menyenangkan.

TABEL RINGKAS DOA KESEHATAN DAN KESELAMATAN

No. Keadaan Doa Sumber
1 Memohon kesehatan & keselamatan Allāhumma innī as’alukal-‘afwa wal-‘āfiyah Hadis 1
2 Keselamatan diri & keluarga Allāhumma innī as’alukal-‘afwa wal-‘āfiyah fī dīnī… Hadis 2
3 Perlindungan dari penyakit Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal-baraṣ… Hadis 3
4 Merasa lemah Lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh Hadis 4
5 Saat menghadapi sakit Rabbiyallāhu lā usyriku bihī syai’ā Hadis 5
6 Memohon kesembuhan Adzhibil-ba’sa rabban-nās… Hadis 6
7 Merasakan nyeri A‘ūdzu billāhi wa qudratihī… Hadis 7
8 Mendoakan orang sakit As’alullāhal-‘aẓīma… an yasyfiyak Hadis 8
9 Menjenguk orang sakit Lā ba’sa, ṭahūrun insyā’allāh Hadis 9

Catatan Penting: Doa dan Ikhtiar Medis

Doa dalam Islam tidak bertentangan dengan pengobatan. Rasulullah ﷺ justru menganjurkan umatnya untuk mencari pengobatan. Karena itu, ketika sakit, seorang Muslim menggabungkan doa, tawakal, pencegahan, pemeriksaan, dan pengobatan yang tepat. Mengucapkan “Allah adalah Asy-Syāfī” bukan berarti menolak dokter atau obat; justru seorang Muslim meyakini bahwa kesembuhan berasal dari Allah, sedangkan dokter dan obat merupakan bagian dari sebab yang Allah izinkan.

Penutup

Kesehatan adalah amanah, sakit adalah ujian, dan kesembuhan adalah karunia Allah SWT. Seorang Muslim tidak hanya berdoa ketika tubuhnya telah lemah, tetapi membiasakan diri memohon al-‘āfiyah sejak sehat. Ketika sakit datang, ia tidak kehilangan harapan: ia berdoa, bersabar, berobat, dan tetap meyakini bahwa Allah adalah Asy-Syāfī, Yang Maha Menyembuhkan. Dengan demikian, doa bukan pengganti ikhtiar medis, melainkan jiwa dari ikhtiar—membuat manusia berusaha dengan sungguh-sungguh sekaligus menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT.

REKOMENDASI ARTIKEL SHALAT

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *