Tata Cara Dzikir Pagi dan Sore Sesuai Sunnah: Benteng Iman dan Ketenangan Jiwa
Abstrak:
Dzikir pagi dan sore merupakan amalan sunnah yang diajarkan Rasulullah ﷺ sebagai bentuk penghambaan dan perlindungan diri dari berbagai marabahaya fisik maupun spiritual. Melalui hadits-hadits shahih, dzikir ini mengandung kekuatan ruhani yang menguatkan iman, menenangkan jiwa, dan melindungi seorang Muslim dari gangguan setan serta bencana yang tidak terlihat. Artikel ini membahas landasan syariat, waktu pelaksanaan, dan urutan bacaan dzikir pagi dan sore yang bersumber dari hadits-hadits shahih.
Tujuan dari penulisan ini adalah memberikan panduan praktis dan sistematis kepada umat Islam dalam mengamalkan dzikir pagi dan sore sesuai dengan tuntunan Nabi ﷺ. Dengan memahami dan mengamalkannya secara rutin, seorang Muslim dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan kekuatan spiritual yang kokoh dan sikap batin yang lapang. Artikel ini juga menekankan pentingnya kesadaran bahwa dzikir bukan sekadar bacaan, tetapi bagian dari hubungan hati yang intim dengan Allah SWT.
Ibadah dzikir atau mengingat Allah adalah inti dari kehidupan seorang mukmin. Dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56, Allah menegaskan bahwa jin dan manusia diciptakan tidak lain kecuali untuk beribadah kepada-Nya. Salah satu bentuk ibadah yang paling ringan di lisan namun berat di timbangan amal adalah dzikir. Di antara waktu yang sangat dianjurkan untuk berdzikir adalah saat pagi dan sore, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ dalam banyak riwayat. Dzikir ini bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga sebagai tameng perlindungan dari segala bentuk keburukan yang tak kasat mata.
Menghidupkan dzikir pagi dan sore menjadikan hati lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan hidup lebih terarah. Sayangnya, banyak umat Islam belum mengetahui tata cara dzikir ini secara benar atau menganggapnya sekadar rutinitas tanpa memahami makna dan kekuatan spiritualnya. Oleh karena itu, penting untuk menggali sumber-sumber shahih dan menyusun panduan yang dapat diamalkan secara rutin oleh siapa pun, dari berbagai latar belakang dan usia.
Tata Cara Dzikir Pagi dan Sore Sesuai Sunnah:
Waktu pelaksanaan:
- Dzikir pagi: dari terbit fajar (subuh) hingga terbit matahari.
- Dzikir sore: dari waktu ashar hingga terbenam matahari.
Bacaan utama yang dianjurkan secara shahih (boleh dibaca seluruhnya atau sebagian):
- Ayat Kursi (Al-Baqarah: 255) – dibaca 1x
- Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas – masing-masing dibaca 3x
- Sayyidul Istighfar – 1x
- Doa perlindungan dari keburukan (HR. Abu Dawud):
“Bismillāhil-ladzī lā yaḍurru…” – 3x - Dzikir: Lā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīka lah… – 100x atau 10x
- Doa perlindungan fisik dan agama: Allāhumma ‘āfinī… – 3x
- Istighfar dan tasbih: Subḥānallāh wa biḥamdih – 100x
- Doa perlindungan dari neraka: Allāhumma ajirnī min an-nār – 7x
- Doa dari hadits lain boleh ditambahkan (lihat Hisnul Muslim atau Shahih Muslim)
Dzikir pagi dan sore adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ untuk menjaga kesehatan hati, kekuatan iman, perlindungan diri, dan mendapatkan ketenangan batin. Waktu dzikir pagi dimulai sejak terbit fajar (subuh) sampai terbit matahari, sedangkan dzikir sore dimulai dari waktu ashar hingga terbenam matahari. Berikut adalah cara dzikir pagi dan sore menurut hadits shahih, disusun berdasarkan riwayat dalam Shahih Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan An-Nasa’i:
Tata Cara Dzikir Pagi dan Sore Sesuai Sunnah:
✅ 1. Membaca Ayat Kursi
“Allāhu lā ilāha illā huwa al-ḥayyu al-qayyūm…” (QS. Al-Baqarah: 255)
Fadhilah: Siapa yang membacanya pagi dan sore, akan dijaga oleh Allah dan tidak didekati oleh setan (HR. Al-Hakim dan An-Nasa’i, shahih).
✅ 2. Membaca 3 Surah Perlindungan
Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
Dibaca masing-masing 3 kali.
Fadhilah: Rasulullah ﷺ membaca tiga surah ini setiap pagi dan sore sebanyak 3 kali (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, hasan shahih).
✅ 3. Sayyidul Istighfar
“Allāhumma anta rabbī, lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā ‘abduka…”
(Lengkapnya: HR. Bukhari no. 6306)
Fadhilah: Barangsiapa membacanya di pagi hari dengan yakin, lalu meninggal sebelum petang, maka dia masuk surga. Dan sebaliknya.
✅ 4. Dzikir perlindungan dari 4 hal
“Allāhumma innī a‘ūdzu bika mina al-hammi wal-ḥazani, wal-‘ajzi wal-kasali, wal-jubni wal-bukhli, wa ghalabatid-dayni wa qahrir-rijāl.”
(HR. Abu Dawud, shahih)
Fadhilah: Menenangkan hati dan menjaga dari tekanan utang dan penindasan.
✅ 5. Dzikir perlindungan dari neraka dan azab
“Allāhumma ajirnī min an-nār.”
Dibaca 7 kali. (HR. Abu Dawud, hasan)
“Allāhumma ‘āfinī fī badanī, Allāhumma ‘āfinī fī sam‘ī, Allāhumma ‘āfinī fī basharī, lā ilāha illā anta.”
Dibaca 3 kali. (HR. Abu Dawud, hasan)
✅ 6. Dzikir perlindungan dari keburukan
“Bismillāhil-ladzī lā yaḍurru ma‘a ismihī syai’un fil-arḍi wa lā fis-samā’i wa huwa as-samī‘ul-‘alīm.”
Dibaca 3 kali. (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi; shahih)
Fadhilah: Tidak akan ditimpa musibah mendadak.
✅ 7. Kalimat Tauhid dan Pahala Besar
“Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.”
Dibaca 100x di pagi hari, bisa juga 10x di pagi dan sore (HR. Muslim)
Fadhilah: Setara membebaskan budak, dicatat 100 kebaikan, dihapus 100 dosa, dan jadi tameng dari setan.
✅ 8. Kalimat Tasbih, Tahmid, Takbir
“Subḥānallāh wa biḥamdih.” (100x)
“Astaghfirullāh.” (100x)
“Subḥānallāhi wa al-ḥamdu lillāhi wa lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.”
(HR. Muslim, At-Tirmidzi)
📌 Tips Mengamalkan:
- Boleh dibaca pelan atau dalam hati, jika tidak sempat semuanya, bisa ambil sebagian yang utama.
- Bisa menggunakan aplikasi dzikir pagi sore, atau buku “Hisnul Muslim”.
- Boleh dibaca berurutan atau terpisah-pisah sesuai waktu dan kondisi.
Catatan:
- Boleh dibaca sendiri, dengan suara pelan, atau dalam hati.
- Boleh dibaca sambil duduk, berbaring, atau dalam perjalanan.
- Jika tak bisa semua, utamakan yang paling utama seperti Ayat Kursi, 3 surah perlindungan, dan Sayyidul Istighfar.
Kesimpulan:
Dzikir pagi dan sore adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk membentengi diri dari gangguan lahir dan batin. Berdasarkan hadits-hadits shahih, dzikir ini memuat permohonan perlindungan, penguatan keimanan, dan pengingat akan tujuan hidup sebagai hamba Allah.
Dengan memahami waktu, susunan, dan makna dzikir tersebut, seorang Muslim dapat menjadikan dzikir sebagai bagian dari rutinitas harian yang penuh makna. Tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga menjadikan hati lebih tenang, hidup lebih terarah, dan jiwa lebih dekat dengan Allah. Semoga dengan istiqamah berdzikir pagi dan sore, hidup kita senantiasa dalam lindungan dan rahmat-Nya.
















Leave a Reply