13 Dzikir Sebelum Tidur dalam Perspektif Hadis Sahih: Dimensi Tauhid, Perlindungan, dan Ketenangan Jiwa
Review WJ
Dzikir sebelum tidur merupakan salah satu amalan harian yang sangat dianjurkan dalam Islam dan memiliki dasar kuat dari Al-Qur’an dan hadis-hadis sahih. Rasulullah ﷺ mencontohkan berbagai bacaan dzikir sebelum tidur yang mencakup ayat-ayat Al-Qur’an, doa perlindungan, peneguhan tauhid, serta penyerahan diri kepada Allah. Amalan ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai sarana perlindungan dari gangguan setan, penjagaan iman, serta pemberi ketenangan jiwa sebelum tidur. Artikel ini membahas dzikir sebelum tidur berdasarkan hadis sahih, hikmah spiritualnya, serta urgensinya dalam membentuk ketenangan batin dan tauhid yang kokoh dalam kehidupan seorang Muslim.
Tidur dalam Islam tidak dipandang sekadar aktivitas biologis, melainkan fase kehidupan yang sarat nilai ibadah dan penghambaan kepada Allah. Rasulullah ﷺ mengajarkan umatnya untuk menutup aktivitas harian dengan dzikir dan doa sebelum tidur, sebagai bentuk tawakal, perlindungan diri, dan penyerahan ruh kepada Sang Pencipta. Dalam banyak hadis sahih, beliau mencontohkan bacaan seperti ayat Kursi, tiga surat perlindungan (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas), tasbih, tahmid, takbir, serta doa-doa tauhid yang mendalam maknanya.
Dzikir sebelum tidur juga mencerminkan kesempurnaan ajaran Islam yang mengintegrasikan aspek akidah, ibadah, dan kesehatan jiwa. Dalam kondisi manusia paling lemah—saat tidur—Islam mengajarkan ketergantungan total kepada Allah. Oleh karena itu, dzikir sebelum tidur tidak hanya bernilai sunnah, tetapi menjadi sarana penjagaan iman, penghapus kegelisahan, dan benteng dari gangguan setan, sebagaimana ditegaskan dalam berbagai hadis sahih yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Muslim, dan para imam hadis lainnya.
13 Dzikir Sebelum Tidur: Amalan Lengkap dengan Dalil Shahih dan Faedahnya
[1] 🤲📖 Perlindungan dengan Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas
- Rasulullah ﷺ apabila hendak tidur, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya, meniupkannya, lalu membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas, kemudian mengusap bagian tubuh yang terjangkau, dimulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuh. Amalan ini diulang sebanyak tiga kali. Dzikir ini berfungsi sebagai perlindungan menyeluruh dari gangguan setan, sihir, penyakit, dan keburukan malam, sekaligus penegasan tauhid dan isti‘adzah kepada Allah sebelum tidur.
- Hadis shahih: “Apabila Nabi ﷺ hendak tidur, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya, lalu meniupkannya dan membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas, kemudian mengusap tubuhnya. Beliau melakukan itu tiga kali.”
(HR. Al-Bukhari no. 5017) - Faedah hadis: Menjadi benteng perlindungan ruh dan jasad sepanjang malam, serta menutup hari dengan tauhid murni.
[2] 🛡️ Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255)
- Membaca Ayat Kursi sebelum tidur merupakan dzikir yang sangat utama. Ayat ini menegaskan keesaan Allah, kekuasaan-Nya yang mutlak, dan penjagaan-Nya atas seluruh makhluk. Orang yang membacanya akan berada dalam penjagaan Allah hingga pagi dan dijauhkan dari gangguan setan.
- Hadis shahih:“Jika engkau hendak tidur, bacalah Ayat Kursi, maka engkau akan senantiasa dijaga oleh Allah dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi.”
(HR. Al-Bukhari no. 2311) - Faedah hadis: Menjamin penjagaan Ilahi sepanjang malam dan menenangkan hati dengan keyakinan akan kekuasaan Allah.
[3] 🌙 Dua Ayat Terakhir Surat Al-Baqarah (285–286)
- Dua ayat ini mencakup iman, ketaatan, doa ampunan, dan pengakuan kelemahan manusia. Membacanya pada malam hari telah mencukupi bagi seorang Muslim dari berbagai keburukan dan kesempitan.
- Hadis shahih:“Barang siapa membaca dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah pada malam hari, maka kedua ayat itu telah mencukupinya.”
(HR. Al-Bukhari no. 5009; Muslim no. 808) - Faedah hadis:Memberi kecukupan, ketenangan batin, dan perlindungan dari gangguan malam.
[4] 🛏️ Doa Meletakkan Lambung
- بِاسْمِكَ رَبِّيْ وَضَعْتُ جَنْبِيْ، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، فَإِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِيْ فَارْحَمْهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
- Bismika robbi wadho’tu jambii, wa bika arfa’uh, fa-in amsakta nafsii farhamhaa, wa in arsaltahaa fahfazh-haa bimaa tahfazh bihi ‘ibaadakash shoolihiin.
- “Dengan nama Engkau, wahai Rabbku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan namaMu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi, apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah (dari kejahatan setan dan kejelekan dunia), sebagaimana Engkau memelihara hamba-hambaMu yang shalih.” (Dibaca 1 x)
- Doa ini dibaca ketika berbaring di tempat tidur sebagai bentuk penyerahan ruh kepada Allah, baik jika diwafatkan maupun dibangunkan kembali.
- Hadis shahih:(HR. Al-Bukhari no. 6314; Muslim no. 2714)
- Faedah hadis:Menanamkan tawakal dan kesiapan menghadapi hidup atau kematian. Apabila akan tidur, maka hendaklah tempat tidur tersebut dibersihkan karena siapa tahu ada kotoran yang membahayakan di situ, lalu membaca dzikir di atas.
[5] 🌿 Doa Pengakuan Hidup dan Mati
- اَللَّهُمَّ إِنَّكَ خَلَقْتَ نَفْسِيْ وَأَنْتَ تَوَفَّاهَا، لَكَ مَمَاتُهَا وَمَحْيَاهَا، إِنْ أَحْيَيْتَهَا فَاحْفَظْهَا، وَإِنْ أَمَتَّهَا فَاغْفِرْ لَهَا. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ
- Allahumma innaka kholaqta nafsii wa anta tawaffaahaa, laka mamaatuhaa wa mahyaahaa, in ahyaytahaa fahfazh-haa, wa in ammatahaa faghfir lahaa. Allahumma innii as-alukal ‘aafiyah.
- “Ya Allah, sesungguhnya Engkau menciptakan diriku, dan Engkaulah yang akan mematikannya. Mati dan hidupnya hanya milik-Mu. Apabila Engkau menghidupkannya, maka peliharalah (dari berbagai kejelekan). Apabila Engkau mematikannya, maka ampunilah. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keselamatan.” (Dibaca 1 x)[5]
- Doa ini berisi pengakuan bahwa hidup dan mati sepenuhnya milik Allah, disertai permohonan perlindungan dan ampunan.
- Hadis shahih:(HR. Muslim no. 2712)
- Faedah hadis:Menguatkan tauhid rububiyyah dan rasa aman dalam ketentuan Allah.
[6] 🔥 Doa Perlindungan dari Azab
- اَللَّهُمَّ قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ
- Allahumma qinii ‘adzaabak, yawma tab’atsu ‘ibaadak.
- “Ya Allah, jauhkanlah aku dari siksaanMu pada hari Engkau membangkitkan
- hamba-hambaMu (yaitu pada hari kiamat).” (Dibaca 1 x).
- Rasulullah ﷺ membaca doa ini sambil meletakkan tangan kanan di bawah pipi.
- Hadis shahih:(HR. Abu Dawud no. 5045; dinilai shahih oleh Al-Albani)
- Faedah hadis: Menghidupkan kesadaran akhirat sebelum tidur.
[7] 🌌 Penyerahan Hidup dan Mati
- بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا
- Bismikallāhumma amūtu wa aḥyā.
- Doa singkat namun sangat dalam maknanya, mengingatkan bahwa tidur adalah kematian kecil.
- Hadis shahih:(HR. Al-Bukhari no. 6324)
- Faedah hadis: Melatih tawakal dan kesiapan ruh.
[8] 📿 Tasbih, Tahmid, Takbir
- سُبْحَانَ اللَّهِ (33x)
الْحَمْدُ لِلَّهِ (33x)
اللَّهُ أَكْبَرُ (34x) - Hadis shahih:
(HR. Al-Bukhari no. 6318; Muslim no. 2727) - Faedah hadis: Memberi kekuatan ruh dan jasad, lebih baik daripada pembantu.
[9] 🌍 Doa Perlindungan Menyeluruh
- اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَاْلإِنْجِيْلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ
- Allahumma robbas-samaawaatis sab’i wa robbal ‘arsyil ‘azhiim, robbanaa wa robba kulli syai-in, faaliqol habbi wan-nawaa wa munzilat-tawrooti wal injiil wal furqoon. A’udzu bika min syarri kulli syai-in anta aakhidzum binaa-shiyatih. Allahumma antal awwalu falaysa qoblaka syai-un wa antal aakhiru falaysa ba’daka syai-un, wa antazh zhoohiru fa laysa fawqoka syai-un, wa antal baathinu falaysa duunaka syai-un, iqdhi ‘annad-dainaa wa aghninaa minal faqri.
- “Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur’an). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah). Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atasMu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu[9]. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.”
- Doa panjang tentang rububiyyah Allah, perlindungan dari kejahatan, dan permohonan pelunasan utang.
- Hadis shahih: (HR. Muslim no. 2713)
- Faedah hadis: Meliputi perlindungan dunia dan akhirat.
[10] 🍽️ Dzikir Syukur
- الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا…
- Alḥamdulillāhilladzī aṭ‘amanā wa saqānā wa kafānā wa āwānā…
- Hadis shahih:(HR. Muslim no. 2715)
- Faedah hadis:Menumbuhkan rasa syukur dan empati sosial.
[11] 🧠 Doa Perlindungan dari Diri dan Setan
- Allāhumma ‘ālim al-ghaibi wasy-syahādah fāṭiras-samāwāti wal-arḍ…
- Doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ kepada Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu.
- Hadis shahih:(HR. Abu Dawud no. 5067; Tirmidzi no. 3392 – shahih)
- Faedah hadis: Menjaga akhlak, niat, dan keselamatan sosial.
[12] 📖 Membaca As-Sajdah dan Al-Mulk
- Rasulullah ﷺ tidak tidur sebelum membaca dua surat ini.
- Hadis shahih: (HR. At-Tirmidzi no. 2892 – hasan shahih)
- Faedah hadis: Al-Mulk melindungi dari azab kubur, As-Sajdah menguatkan tauhid dan akhirat.
[13] 🤍 Doa Penyerahan Total (Fitrah)
- اَللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِيْ إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِيْ إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِيَ إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِيْ إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِيْ أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِيْ أَرْسَلْتَ
- Allahumma aslamtu nafsii ilaik, wa fawwadh-tu amrii ilaik, wa wajjahtu wajhiya
- ilaik, wa alja’tu zhohrii ilaik, rogh-batan wa rohbatan ilaik, laa malja-a wa laa manjaa minka illa ilaik. Aamantu bikitaabikalladzi anzalta wa bi nabiyyikalladzi arsalta.
- Artinya: “Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepadaMu, aku menyerahkan urusanku kepadaMu, aku menghadapkan wajahku kepadaMu, aku menyandarkan punggungku kepadaMu, karena senang (mendapatkan rahmatMu) dan takut pada (siksaanMu, bila melakukan kesalahan). Tidak ada tempat perlindungan dan penyelamatan dari (ancaman)Mu, kecuali kepadaMu. Aku beriman pada kitab yang telah Engkau turunkan, dan (kebenaran) NabiMu yang telah Engkau utus.” Apabila Engkau meninggal dunia (di waktu tidur), maka kamu akan meninggal dunia dengan memegang fitrah (agama Islam)”.
- Hadis shahih:(HR. Al-Bukhari no. 247; Muslim no. 2710)
- Faedah: Jika seseorang membaca dzikir di atas ketika hendak tidur lalu ia mati, maka ia mati di atas fithrah (mati di atas Islam).
Penutup
Tiga belas dzikir sebelum tidur yang bersumber dari hadis-hadis sahih merupakan amalan sunnah yang memiliki dimensi tauhid, perlindungan, dan ketenangan jiwa yang sangat mendalam. Seluruh rangkaian dzikir tersebut menegaskan penghambaan total kepada Allah ﷻ, pengakuan atas kekuasaan-Nya dalam hidup dan mati, serta penyerahan diri sepenuhnya kepada kehendak-Nya. Dengan membaca dzikir-dzikir ini, seorang Muslim menutup aktivitas harian dalam keadaan bertauhid, bersyukur, dan bertawakal, sehingga tidurnya bernilai ibadah.
Dari perspektif perlindungan, dzikir sebelum tidur berfungsi sebagai benteng spiritual yang menjaga seorang hamba dari gangguan setan, kejahatan malam, serta keburukan lahir dan batin. Hadis-hadis sahih menunjukkan bahwa bacaan seperti Ayat Kursi, tiga surat perlindungan (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas), serta doa-doa Nabi ﷺ menjadi sebab dijaganya seorang Muslim oleh Allah hingga pagi hari. Perlindungan ini bukan semata-mata aspek metafisik, tetapi juga membentuk rasa aman, optimisme, dan kestabilan psikologis.
Adapun dari sisi ketenangan jiwa, dzikir sebelum tidur menanamkan sikap ridha, sabar, dan husnuzan kepada Allah. Kesadaran bahwa ruh berada di tangan Allah, disertai doa ampunan dan keselamatan, menjadikan tidur sebagai momen muhasabah dan penyucian hati. Dengan demikian, 13 dzikir sebelum tidur bukan sekadar rutinitas lisan, melainkan sarana pembinaan akidah, penguatan spiritual, dan pendidikan jiwa agar seorang Muslim senantiasa hidup—dan jika wafat—dalam keadaan fitrah dan ketundukan kepada Allah ﷻ.
Daftar Pustaka
- [1] HR. Bukhari no. 5017 dan Muslim no. 2192.
- [2] HR. Bukhari no. 3275
- [3] HR. Bukhari no. 4008 dan Muslim no. 807.
- [4] HR. Al-Bukhari no. 6320 dan Muslim no. 2714.
- [5] HR. Muslim no. 2712.
- [6] HR. Tirmidzi no. 3398 dan Abu Daud no. 5045. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan hadits ini shahih. Syaikh Al Albani mengkritik tentang penyebutan dzikir ini tiga kali. Yang tepat riwayat tersebut tanpa penyebutan tiga kali. Lihat As Silsilah Ash Shahihah no. 2754, 6: 588.
- [7] HR. Bukhari no. 6312 dan Muslim no. 2711.
- [8] HR. Bukhari no. 3705 dan Muslim no. 2727.
- [9] Maksud “فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ” adalah kiasan akan ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu. Walaupun Allah itu Maha Tinggi, akan tetapi Allah begitu dekat. Ketinggian Allah tidak menafikan kedekatan Allah. (Lihat Syarh Al ‘Aqidah Al Wasithiyah, hal. 113)
- [10] HR. Muslim no. 2713.
- [11] HR. Muslim no. 2715.
- [12] HR. Tirmidzi no. 3392 dan Abu Daud no. 5067. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahawa sanad hadits ini shahih. Adapun kalimat terakhir (وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ) adalah tambahan dari riwayat Ahmad 2: 196. Dikomentari oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth bahwa hadits tersebut shahih dilihat dari jalur lainnya (shahih lighoirihi).
- [13] HR. Tirmidzi no. 3404. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini adalah hadits yang hasan.
- [14] HR. Al-Bukhari no. 6313 dan Muslim no. 2710.
















Leave a Reply