Benarkah Nur Muhammad adalah ruh pertama yang diciptakan Allah?
Nur Muhammad adalah konsep yang berkembang dalam sebagian literatur tasawuf yang menyebut Nabi Muhammad ﷺ sebagai cahaya pertama yang diciptakan Allah dan asal penciptaan makhluk. Namun, klaim bahwa Nur Muhammad merupakan makhluk pertama yang diciptakan Allah tidak memiliki dalil sahih yang tegas dari Al-Qur’an maupun hadis.
QS. Al-Mā’idah ayat 15 menyebut datangnya Rasulullah ﷺ dan kitab yang menerangi, sedangkan QS. Al-Ahzāb ayat 46 menyebut beliau sebagai sirājan munīrā (pelita yang menerangi). Kedua ayat ini tidak secara eksplisit menyatakan bahwa Nabi diciptakan dari cahaya atau bahwa cahaya beliau adalah makhluk pertama. Dalam hadis sahih riwayat Muslim, Nabi ﷺ bersabda bahwa para malaikat diciptakan dari cahaya, sementara Adam diciptakan dari apa yang telah dijelaskan kepada manusia; hadis tersebut tidak menyebut Nabi Muhammad ﷺ sebagai makhluk pertama.
Karena itu, keyakinan bahwa Nur Muhammad adalah ciptaan pertama Allah tidak boleh dipastikan sebagai akidah berdasarkan dalil sahih. Riwayat populer, “Yang pertama kali Allah ciptakan adalah nur Nabimu, wahai Jabir,” dinilai tidak sahih oleh sejumlah ahli hadis. Al-Qur’an justru menegaskan bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah manusia sekaligus rasul: “Katakanlah, sesungguhnya aku ini manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku…” (QS. Al-Kahfi: 110). Umat Islam wajib memuliakan Rasulullah ﷺ, mencintai beliau, dan mengikuti sunahnya, tetapi kemuliaan tersebut tidak mengharuskan kita meyakini teori penciptaan Nur Muhammad yang tidak terbukti melalui dalil yang sahih.
Dalam kajian akidah Islam, klaim bahwa Nur Muhammad adalah makhluk pertama yang diciptakan Allah perlu diperiksa berdasarkan Al-Qur’an, hadis yang sahih, dan penjelasan para ulama. Klaim tersebut tidak dapat dipastikan sebagai akidah yang bersumber dari hadis sahih.
Ada tiga hal yang harus dibedakan:
- Nur Muhammad: konsep yang berkembang dalam sebagian literatur tasawuf dan tradisi keagamaan.
- Ruh Nabi Muhammad ﷺ: berkaitan dengan penciptaan ruh Nabi, yang tidak boleh ditetapkan urutan penciptaannya tanpa dalil yang dapat dipercaya.
- Makhluk pertama yang diciptakan Allah: persoalan yang dibahas dalam sejumlah hadis dan memiliki penjelasan ulama yang beragam, terutama mengenai hadis tentang pena (al-qalam) dan Arasy.
Dalil dan penjelasan ulama
1\. Hadis tentang Nur Muhammad
Riwayat yang populer berbunyi, “Wahai Jabir, sesungguhnya yang pertama kali Allah ciptakan adalah cahaya Nabimu.” Riwayat ini dikenal sebagai hadis Jabir atau hadis Nur.
Sejumlah ahli hadis menilainya palsu (maudhu’) atau tidak memiliki sanad yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, riwayat tersebut tidak layak dijadikan dalil pasti bahwa Nur Muhammad adalah makhluk pertama.
2\. Hadis tentang pena (al-qalam)
Nabi ﷺ bersabda:> “Sesungguhnya yang pertama kali Allah ciptakan adalah pena. Lalu Dia berfirman kepadanya, ‘Tulislah!’”
Hadis ini diriwayatkan antara lain oleh Abu Dawud no. 4700 dalam penomoran yang umum digunakan dan at-Tirmidzi no. 3319. Para ulama membahas bagaimana hadis ini dipahami bersama riwayat tentang Arasy dan air sebelum penciptaan langit dan bumi.
3\. Al-Qur’an tentang Nabi Muhammad ﷺ
- Allah berfirman:
- > قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ“Katakanlah, sesungguhnya aku ini manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku.” (QS. Al-Kahfi: 110)
- Ayat ini menegaskan kemanusiaan Nabi sekaligus keistimewaan beliau sebagai penerima wahyu. Namun, ayat tersebut tidak secara langsung menjelaskan urutan penciptaan ruh Nabi.
Pendapat Ulama
Riwayat yang populer berbunyi, “Wahai Jabir, sesungguhnya yang pertama kali Allah ciptakan adalah cahaya Nabimu.” Riwayat ini dikenal sebagai hadis Jabir atau hadis Nur. Sejumlah ahli hadis menilainya palsu (maudhu’) atau tidak memiliki sanad yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, riwayat tersebut tidak layak dijadikan dalil pasti bahwa Nur Muhammad adalah makhluk pertama.
Kesimpulan
- Tidak terbukti secara meyakinkan melalui hadis sahih bahwa Nur Muhammad adalah makhluk pertama yang diciptakan Allah.
- Konsep Nur Muhammad memang dibahas dan diterima dalam sebagian tradisi tasawuf, tetapi dasar riwayat dan penafsirannya diperselisihkan para ulama.
- Umat Islam tetap wajib memuliakan Nabi Muhammad ﷺ sebagai Rasul Allah, tanpa harus menetapkan keyakinan tentang urutan penciptaan yang tidak memiliki dalil kuat.
Wallahu a‘lam bish-shawab.















Leave a Reply