MAB Portal Islam

MASJID AL-FALAH BENHIL JAKARTA. “Dari Masjid untuk Umat, Menebarkan Ilmu dan Kebaikan”

Perbedaan Fikih Empat Mazhab dalam Salat Sunnah

Perbedaan Fikih Empat Mazhab dalam Salat Sunnah

Salat sunnah merupakan ibadah yang dilakukan sebagai tambahan dari salat wajib. Keempat mazhab, Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali, sepakat bahwa salat sunnah memiliki dasar dalam Al Quran dan Sunnah. Perbedaannya terutama berkaitan dengan jumlah rakaat, waktu pelaksanaan, status hukum, tata cara, dan beberapa jenis salat sunnah. Perbedaan tersebut lahir dari perbedaan dalam memahami hadis, menilai kekuatan riwayat, menggabungkan berbagai hadis, serta menggunakan kaidah usul fikih. Karena itu, perbedaan praktik salat sunnah dalam masyarakat tidak selalu menunjukkan adanya pertentangan dalam agama.

Tabel Lengkap Perbedaan Salat Sunnah Empat Mazhab

Salat atau Masalah Hanafi Maliki Syafi’i Hanbali
Salat Rawatib Sangat dianjurkan, dengan penekanan pada beberapa rakaat tertentu Sunnah Sunnah muakkadah pada beberapa rawatib Sunnah muakkadah
Rawatib sebelum Subuh 2 rakaat, sangat ditekankan 2 rakaat 2 rakaat, sunnah muakkadah 2 rakaat, sunnah muakkadah
Rawatib sebelum Zuhur 4 rakaat 4 rakaat dengan rincian 2 atau 4 rakaat 2 atau 4 rakaat
Rawatib setelah Zuhur 2 rakaat 2 rakaat 2 rakaat 2 rakaat
Rawatib setelah Magrib 2 rakaat 2 rakaat 2 rakaat 2 rakaat
Rawatib setelah Isya 2 rakaat 2 rakaat 2 rakaat 2 rakaat
Salat Dhuha Sunnah Sunnah Sunnah muakkadah Sunnah
Waktu Dhuha Setelah matahari naik sampai sebelum zawal Sama dengan prinsip umum Sama Sama
Jumlah minimal Dhuha 2 rakaat 2 rakaat 2 rakaat 2 rakaat
Jumlah maksimal Dhuha 12 rakaat menurut pendapat yang masyhur 8 rakaat menurut pendapat yang masyhur Tidak dibatasi secara ketat, dengan rincian 8 rakaat menurut pendapat yang masyhur
Tahajud Sunnah muakkadah Sunnah Sunnah muakkadah Sunnah muakkadah
Tahajud setelah tidur Lebih utama Lebih utama Lebih utama Lebih utama
Jumlah rakaat Tahajud Tidak dibatasi Tidak dibatasi Tidak dibatasi Tidak dibatasi
Witir Wajib menurut istilah mazhab Sunnah muakkadah Sunnah muakkadah Sunnah muakkadah
Jumlah rakaat Witir Minimal 3 rakaat 1 atau lebih dengan rincian Minimal 1, 3 lebih utama Minimal 1
Witir 3 rakaat Dilakukan dengan karakteristik tersendiri Boleh dengan rincian Boleh 3 dengan dua salam atau satu salam sesuai cara yang dijelaskan Boleh dengan beberapa cara
Qunut Witir Dianjurkan dalam mazhab Hanafi Memiliki rincian Sunnah pada paruh kedua Ramadan menurut pendapat yang masyhur Memiliki rincian
Tarawih 20 rakaat 20 rakaat dalam praktik yang masyhur 20 rakaat 20 rakaat dalam praktik yang masyhur
Tahajud Ramadan Tetap sunnah Tetap sunnah Tetap sunnah Tetap sunnah
Tahiyatul Masjid 2 rakaat 2 rakaat 2 rakaat 2 rakaat
Salat setelah wudu Sunnah Sunnah Sunnah Sunnah
Istikharah 2 rakaat 2 rakaat 2 rakaat 2 rakaat
Hajat Memiliki rincian Memiliki rincian Dikenal dalam sebagian literatur Memiliki rincian
Taubat 2 rakaat 2 rakaat 2 rakaat 2 rakaat
Salat Tasbih Diperselisihkan dalam penilaian hadis, tetapi dikenal dalam sebagian literatur Diperselisihkan Diperselisihkan Diperselisihkan
Salat Gerhana Matahari 2 rakaat dengan dua rukuk dalam satu rakaat 2 rakaat dengan tata cara khusus 2 rakaat, masing-masing memiliki dua rukuk 2 rakaat dengan dua rukuk
Salat Gerhana Bulan 2 rakaat 2 rakaat 2 rakaat 2 rakaat
Salat Istisqa Sunnah Sunnah Sunnah muakkadah Sunnah
Salat Istikharah setelah salat wajib Tidak menjadi bagian khusus Tidak menjadi bagian khusus Dilakukan sebagai salat tersendiri Dilakukan sebagai salat tersendiri
Salat Idul Fitri Wajib menurut mazhab Sunnah muakkadah Sunnah muakkadah Fardu kifayah
Salat Idul Adha Wajib menurut mazhab Sunnah muakkadah Sunnah muakkadah Fardu kifayah
Takbir tambahan Salat Id 3 tambahan dalam setiap rakaat menurut mazhab 6 pada rakaat pertama dan 5 pada rakaat kedua menurut pendapat masyhur 7 pada rakaat pertama dan 5 pada rakaat kedua 6 pada rakaat pertama dan 5 pada rakaat kedua
Salat Tarawih berjamaah Sunnah Sunnah Sunnah Sunnah
Salat malam dua rakaat dua rakaat Diperbolehkan Diperbolehkan Diperbolehkan Diperbolehkan
Salat sunnah mutlak Diperbolehkan pada waktu yang tidak dilarang Diperbolehkan dengan rincian Diperbolehkan dengan rincian Diperbolehkan dengan rincian
Salat sunnah setelah Subuh Tidak dilakukan sebagai salat sunnah mutlak Tidak dilakukan pada waktu terlarang Tidak dilakukan pada waktu terlarang Tidak dilakukan pada waktu terlarang
Salat sunnah setelah Asar Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan
Salat sunnah ketika matahari terbit Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan
Salat sunnah ketika matahari tepat di atas kepala Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan
Salat sunnah ketika matahari hampir terbenam Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan

Salat Rawatib

Salat rawatib adalah salat sunnah yang berkaitan dengan salat wajib. Perbedaan antarmazhab terutama terletak pada jumlah rakaat yang sangat ditekankan.

Rawatib Hanafi Maliki Syafi’i Hanbali
Sebelum Subuh 2 2 2 2
Sebelum Zuhur 4 4 2 atau 4 2 atau 4
Setelah Zuhur 2 2 2 2
Setelah Magrib 2 2 2 2
Setelah Isya 2 2 2 2

Dalam praktik sehari-hari, perbedaan paling mudah terlihat pada rawatib Zuhur. Sebagian orang mengerjakan dua rakaat sebelum Zuhur, sedangkan yang lain mengerjakan empat rakaat. Keduanya memiliki dasar dalam literatur hadis dan fikih.

Salat Dhuha

Keempat mazhab mengakui salat Dhuha sebagai ibadah sunnah.

Aspek Hanafi Maliki Syafi’i Hanbali
Hukum Sunnah Sunnah Sunnah muakkadah Sunnah
Minimal 2 rakaat 2 rakaat 2 rakaat 2 rakaat
Maksimal 12 menurut pendapat masyhur 8 menurut pendapat masyhur Tidak dibatasi secara ketat 8 menurut pendapat masyhur
Waktu Setelah matahari naik Setelah matahari naik Setelah matahari naik Setelah matahari naik

Salat Tahajud

  • Tahajud merupakan salat malam yang dilakukan setelah tidur.
  • Keempat mazhab sepakat mengenai keutamaan salat malam. Perbedaan lebih banyak berkaitan dengan rincian jumlah rakaat, waktu terbaik, dan cara pelaksanaannya.
  • Salat malam pada dasarnya dapat dilakukan dua rakaat demi dua rakaat. Rasulullah SAW bersabda bahwa salat malam dilakukan dua rakaat demi dua rakaat, kemudian ditutup dengan witir.

Salat Witir

Witir merupakan salah satu persoalan yang cukup jelas memperlihatkan perbedaan empat mazhab.

Mazhab Status Witir Jumlah
Hanafi Wajib 3 rakaat
Maliki Sunnah muakkadah 1 atau lebih dengan rincian
Syafi’i Sunnah muakkadah Minimal 1
Hanbali Sunnah muakkadah Minimal 1

Mazhab Hanafi memberikan kedudukan lebih kuat kepada witir dibandingkan tiga mazhab lainnya.

Perbedaan ini tidak berarti tiga mazhab lain menganggap witir tidak penting. Mereka tetap menilainya sebagai ibadah sunnah yang sangat dianjurkan.

Salat Tarawih

  • Salat Tarawih merupakan salat malam Ramadan.
  • Dalam praktik klasik empat mazhab, 20 rakaat memiliki posisi kuat dan luas. Namun, terdapat pembahasan historis mengenai jumlah rakaat berdasarkan praktik Nabi, praktik Umar bin Khattab, dan praktik masyarakat Madinah.
  • Perbedaan jumlah rakaat tidak semestinya menjadi alasan untuk menyalahkan orang lain. Yang lebih penting adalah menjaga kualitas salat, kekhusyukan, dan kesinambungan ibadah Ramadan.

Salat Tahiyatul Masjid

Keempat mazhab mengakui salat dua rakaat ketika seseorang memasuki masjid sebagai ibadah yang disyariatkan.

Perbedaan muncul dalam rincian ketika seseorang masuk masjid pada waktu yang dilarang untuk salat sunnah atau ketika khatib sudah berada di atas mimbar.

Kondisi Hanafi Maliki Syafi’i Hanbali
Masuk masjid dalam waktu normal 2 rakaat 2 rakaat 2 rakaat 2 rakaat
Ketika khatib sudah khutbah Memiliki rincian Memiliki rincian Tetap dianjurkan dalam kondisi tertentu Memiliki rincian
Waktu terlarang Memiliki pembatasan Memiliki pembatasan Memiliki rincian Memiliki rincian

Salat Gerhana

Salat gerhana merupakan salat sunnah yang memiliki tata cara khusus.

Aspek Hanafi Maliki Syafi’i Hanbali
Hukum Sunnah Sunnah Sunnah muakkadah Sunnah
Rakaat 2 2 2 2
Rukuk 2 rukuk dalam satu rakaat menurut riwayat yang digunakan Memiliki rincian 2 rukuk dalam setiap rakaat 2 rukuk dalam setiap rakaat
Berjamaah Dianjurkan Dianjurkan Sangat dianjurkan Dianjurkan
Khutbah Memiliki rincian Memiliki rincian Disunnahkan Disunnahkan

Salat Istikharah

  • Salat Istikharah digunakan ketika seseorang menghadapi pilihan dan memohon kepada Allah agar diberikan pilihan yang terbaik.
  • Keempat mazhab menerima prinsip salat istikharah berdasarkan hadis Jabir bin Abdullah tentang Nabi SAW mengajarkan istikharah kepada para sahabat.
  • Umumnya dilakukan dua rakaat, kemudian dilanjutkan dengan doa istikharah.

Salat Taubat

  • Salat taubat dilakukan sebagai bentuk ibadah ketika seseorang bertaubat dari dosa.
  • Secara umum, empat mazhab mengenal salat taubat dua rakaat. Setelah itu seseorang dianjurkan memperbanyak istighfar dan memperbaiki perbuatannya.

Salat Istisqa

Salat Istisqa merupakan salat untuk memohon hujan kepada Allah ketika terjadi kekeringan.

Aspek Hanafi Maliki Syafi’i Hanbali
Hukum Sunnah Sunnah Sunnah muakkadah Sunnah
Berjamaah Dianjurkan Dianjurkan Dianjurkan Dianjurkan
Khutbah Memiliki rincian Ada Ada Ada
Doa meminta hujan Dianjurkan Dianjurkan Sangat dianjurkan Sangat dianjurkan

Salat Id

Salat Idul Fitri dan Idul Adha juga memiliki perbedaan status hukum dan jumlah takbir tambahan.

Aspek Hanafi Maliki Syafi’i Hanbali
Idul Fitri Wajib Sunnah muakkadah Sunnah muakkadah Fardu kifayah
Idul Adha Wajib Sunnah muakkadah Sunnah muakkadah Fardu kifayah
Takbir tambahan rakaat pertama 3 6 7 6
Takbir tambahan rakaat kedua 3 5 5 5
Khutbah Setelah salat Setelah salat Setelah salat Setelah salat

Perbedaan jumlah takbir merupakan salah satu perbedaan fikih yang sering terlihat langsung di masyarakat.

Salat Sunnah Mutlak

  • Salat sunnah mutlak adalah salat sunnah yang tidak dikaitkan dengan sebab tertentu.
  • Keempat mazhab mengakui prinsip salat sunnah mutlak, tetapi memiliki perbedaan mengenai waktu yang diperbolehkan.
  • Ada waktu-waktu tertentu yang secara umum dilarang untuk melakukan salat sunnah, seperti ketika matahari terbit, ketika matahari berada tepat di tengah langit, dan ketika matahari hampir terbenam.
  • Rincian hukum berbeda menurut mazhab dan jenis salat yang dilakukan.

Perbedaan yang Paling Sering Terlihat di Masyarakat

No Salat Sunnah Bentuk Perbedaan
1 Rawatib Zuhur 2 atau 4 rakaat sebelum Zuhur
2 Dhuha Perbedaan jumlah rakaat
3 Tahajud Perbedaan jumlah rakaat dan cara pelaksanaan
4 Witir 1, 3, atau jumlah lain sesuai mazhab
5 Tarawih 8 atau 20 rakaat dalam praktik masyarakat
6 Qunut Witir Ada atau tidak, serta waktunya
7 Tahiyatul Masjid Perbedaan hukum pada waktu atau kondisi tertentu
8 Salat Id Perbedaan jumlah takbir tambahan
9 Salat Gerhana Perbedaan rincian tata cara dan bacaan
10 Salat Istisqa Perbedaan tata cara khutbah dan pelaksanaan

Bagaimana Umat Islam Menyikapi Perbedaan?

  • Perbedaan salat sunnah perlu dipahami sebagai bagian dari khazanah fikih. Tidak semua perbedaan harus diseragamkan.
  • Seseorang yang mengerjakan Tarawih 20 rakaat tidak perlu mencela orang yang mengerjakannya dengan jumlah berbeda berdasarkan dalil yang mereka ikuti. Demikian pula orang yang melakukan dua rakaat rawatib sebelum Zuhur tidak perlu menyalahkan orang yang mengerjakan empat rakaat.
  • Dalam persoalan yang memiliki dasar kuat dalam mazhab, umat sebaiknya menjaga adab ikhtilaf. Jangan menjadikan persoalan sunnah sebagai sumber pertengkaran.
  • Bagi masyarakat umum, mengikuti pendapat ulama atau mazhab yang dipercaya merupakan cara praktis untuk menjalankan ibadah secara konsisten. Bagi orang yang memiliki kemampuan ilmu, perbedaan tersebut dapat dipelajari melalui dalil, usul fikih, dan kitab-kitab muqaranah al-madzahib.

Kesimpulan

Empat mazhab sepakat mengenai prinsip dasar salat sunnah, tetapi memiliki sejumlah perbedaan dalam status hukum, jumlah rakaat, waktu pelaksanaan, dan tata cara.

Perbedaan yang paling sering terlihat adalah rawatib, Dhuha, Tahajud, Witir, Tarawih, Qunut Witir, Tahiyatul Masjid, Salat Id, Salat Gerhana, dan Istisqa.

Perbedaan tersebut lahir dari proses ijtihad dan pemahaman terhadap Al Quran, Sunnah, atsar, serta kaidah usul fikih. Karena itu, perbedaan praktik yang memiliki dasar keilmuan tidak semestinya menjadi alasan untuk saling menyalahkan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *