Dr Widodo Judarwanto, pediatrician
Dalam Islam, mendidik anak adalah amanah besar yang harus dilakukan dengan penuh hikmah dan kasih sayang. Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak anak sejak dini agar mereka tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab, mandiri, dan berakhlak mulia. Namun, dalam praktiknya, banyak orang tua yang tanpa sadar menerapkan pola asuh yang kurang tepat, yang justru bisa berdampak negatif pada perkembangan anak. Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah memberikan motivasi yang salah, seperti menjanjikan hadiah materi untuk prestasi akademik, yang dapat membuat anak belajar hanya demi imbalan, bukan karena kecintaan terhadap ilmu.
Pola asuh yang terlalu ketat atau terlalu memanjakan juga bisa menghambat perkembangan anak. Misalnya, melarang anak bermain demi meningkatkan nilai akademis, terlalu mengontrol tugas sekolah mereka, atau memberikan uang saku tanpa batasan. Semua hal ini dapat mengurangi kemandirian dan tanggung jawab anak dalam kehidupan. Islam mengajarkan keseimbangan dalam mendidik anak, di mana orang tua harus memberikan bimbingan yang baik, membangun kepercayaan, serta mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang sesuai dengan ajaran Islam agar anak tumbuh menjadi pribadi yang kuat secara mental, emosional, dan spiritual.
4 Kesalahan Parenting Islam dalam Mendidik Anak
- “Ayah-ibu akan kasih uang kalau nilai kamu bagus.”
Memberi hadiah berupa uang saat anak mendapatkan nilai bagus dapat membentuk pola pikir bahwa belajar hanya bernilai jika ada imbalan materi. Dalam Islam, ilmu harus dikejar dengan niat yang benar, bukan sekadar untuk hadiah duniawi. Sebaliknya, orang tua dapat memberi penghargaan dengan cara lain, seperti pujian, doa, atau hadiah berupa pengalaman yang memperkaya wawasan anak. - “Tidak boleh main sepulang sekolah sampai nilai kamu meningkat.”
Melarang anak bermain demi meningkatkan nilai akademis dapat menghambat perkembangan emosional dan sosialnya. Bermain adalah bagian dari pertumbuhan yang sehat, membantu anak mengasah kreativitas, keterampilan sosial, dan keseimbangan hidup. Islam mengajarkan bahwa segala sesuatu harus dilakukan secara seimbang, termasuk antara belajar dan rekreasi. - “Ayah/ibu tidak percaya kamu, jadi ayah/ibu mengecek PR kamu dan memperbaiki kalau ada yang salah.”
Terlalu mengontrol tugas sekolah anak bisa membuat mereka kehilangan rasa tanggung jawab dan percaya diri. Islam mengajarkan bahwa anak harus dididik agar mandiri dan mampu menyelesaikan tantangannya sendiri. Orang tua sebaiknya berperan sebagai pembimbing, bukan sebagai pengambil alih tugas anak. - “Ayah/ibu memberi tambahan uang saku supaya kamu bisa membeli apa pun yang kamu mau.”
Memberikan uang saku tanpa batas dapat membuat anak terbiasa hidup konsumtif dan kurang menghargai usaha. Islam menekankan pentingnya mengajarkan anak konsep pengelolaan rezeki, seperti menabung, bersedekah, dan menggunakan uang dengan bijak. Dengan pemahaman yang benar, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.
Menurut Parenting Islam
- Dalam Islam, mendidik anak harus dilakukan dengan penuh kasih sayang dan keseimbangan agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, mandiri, dan berakhlak baik. Memberikan uang sebagai imbalan atas nilai bagus bukanlah cara yang dianjurkan karena dapat membentuk pola pikir materialistis. Islam mengajarkan bahwa ilmu harus dicari karena manfaatnya, bukan semata-mata demi hadiah. Sebagai gantinya, orang tua sebaiknya memberikan apresiasi berupa pujian, doa, atau hadiah dalam bentuk pengalaman yang lebih bermakna.
- Melarang anak bermain hingga nilai mereka meningkat bisa berdampak negatif pada perkembangan emosional dan sosial mereka. Bermain bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran anak. Dalam Islam, keseimbangan antara belajar dan rekreasi sangat penting, sebagaimana Rasulullah ﷺ juga memberikan waktu bagi anak-anak untuk bermain dan beristirahat. Orang tua perlu memahami bahwa bermain dapat membantu anak mengembangkan kreativitas, keterampilan sosial, dan kemampuan berpikir kritis.
- Kepercayaan juga merupakan elemen penting dalam mendidik anak. Mengontrol dan memperbaiki tugas mereka secara berlebihan bisa membuat mereka bergantung pada orang tua dan kurang percaya diri. Islam mengajarkan pentingnya menanamkan tanggung jawab sejak dini. Jika anak melakukan kesalahan dalam belajar, biarkan mereka memperbaiki sendiri dengan bimbingan yang lembut, bukan dengan mengambil alih pekerjaan mereka. Dengan begitu, mereka akan tumbuh menjadi individu yang lebih mandiri dan mampu menghadapi tantangan hidup.
- Memberi uang saku tanpa batasan atau aturan dapat membuat anak kurang menghargai nilai kerja keras dan tanggung jawab. Dalam Islam, orang tua dianjurkan untuk mengajarkan anak-anak cara mengelola rezeki dengan baik, termasuk kebiasaan menabung dan bersedekah. Dengan memahami konsep ini, anak akan tumbuh dengan kesadaran bahwa uang bukan sekadar alat untuk memenuhi keinginan, tetapi juga amanah yang harus digunakan dengan bijak.
Kesimpulan
Mendidik anak dalam Islam bukan hanya tentang memberikan perintah dan larangan, tetapi juga membimbing mereka dengan penuh kasih sayang dan kebijaksanaan. Kesalahan dalam pola asuh, seperti memberikan imbalan materi untuk prestasi, melarang bermain secara berlebihan, terlalu mengontrol tugas sekolah, atau memanjakan dengan uang saku tanpa batas, dapat berdampak negatif pada perkembangan anak. Oleh karena itu, orang tua perlu menanamkan nilai-nilai Islam yang menekankan keseimbangan, tanggung jawab, dan kemandirian agar anak tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak baik dan siap menghadapi tantangan hidup.
Saran
- Orang tua sebaiknya menerapkan pola asuh yang seimbang dengan memberikan motivasi yang benar, seperti menanamkan kecintaan terhadap ilmu karena manfaatnya, bukan karena hadiah materi. Selain itu, memberi anak kesempatan untuk bermain dan bereksplorasi juga penting agar mereka bisa mengembangkan kreativitas, keterampilan sosial, dan kecerdasan emosional. Orang tua juga perlu membangun kepercayaan dengan anak, bukan dengan mengontrol secara berlebihan, tetapi dengan memberikan bimbingan yang mendorong kemandirian.
- Dalam hal keuangan, ajarkan anak tentang konsep pengelolaan uang sesuai ajaran Islam, seperti menabung, bersedekah, dan menggunakan harta dengan bijak. Dengan demikian, anak akan tumbuh dengan pemahaman bahwa rezeki adalah amanah yang harus dikelola dengan tanggung jawab. Dengan pola asuh yang tepat, anak tidak hanya akan sukses secara akademis, tetapi juga menjadi individu yang bertanggung jawab, mandiri, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Islam dalam kehidupannya.









Leave a Reply