SAFA DAN MARWAH: Sejarah, Makna Spiritual, Kondisi Fisik, dan Tata Cara Sa’i Haji dan Umrah
Safa dan Marwah merupakan dua bukit yang berada di kawasan Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Berjalan di antara keduanya, yang disebut sa’i, merupakan salah satu rangkaian ibadah haji dan umrah. Sa’i mengingatkan umat Islam pada perjuangan Hajar, ibu Nabi Ismail عليه السلام, ketika mencari air untuk anaknya di lembah Makkah. Ibadah ini mengajarkan keteguhan iman, ikhtiar, kesabaran, dan tawakal kepada Allah. Artikel ini membahas landasan Al-Qur’an dan hadis, sejarah Safa dan Marwah, kondisi fisik kawasan sa’i pada masa kini, ketentuan fikih, tata cara pelaksanaan, bacaan yang dianjurkan, serta kesalahan yang perlu dihindari oleh jamaah.
Apa itu Safa dan Marwah?
Safa dan Marwah adalah dua bukit bersejarah yang terletak di sisi timur Masjidil Haram. Kawasan di antara keduanya disebut Mas‘a atau Mas‘a al-Safa wa al-Marwah, yaitu jalur yang digunakan jamaah untuk melaksanakan sa’i.
Sa’i adalah berjalan bolak-balik antara Safa dan Marwah sebanyak tujuh perjalanan, dimulai dari Safa dan berakhir di Marwah. Ibadah ini dilakukan setelah tawaf dalam rangkaian haji atau umrah sesuai ketentuan masing-masing.
- Allah berfirman:
- QS. Al-Baqarah: 158
- ### إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِن شَعَائِرِ اللَّهِ
- Innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya‘ā’irillāh.
- Artinya: “Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah.”
- Lanjutan ayat menjelaskan ketentuan sa’i bagi orang yang melaksanakan haji atau umrah.
- Ayat tersebut menegaskan bahwa sa’i bukan sekadar aktivitas berjalan kaki atau olahraga. Sa’i adalah ibadah yang tata caranya mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ.
Sejarah Safa dan Marwah: Perjuangan Hajar mencari air
Menurut riwayat sahih dari Ibnu Abbas رضي الله عنهما dalam Sahih al-Bukhari, Nabi Ibrahim عليه السلام meninggalkan Hajar dan putranya, Ismail, di lembah Makkah atas perintah Allah. Pada saat itu, lembah tersebut belum memiliki permukiman ramai seperti sekarang dan persediaan air sangat terbatas.
Ketika air yang dibawa habis dan Ismail kehausan, Hajar berusaha mencari pertolongan. Ia berjalan menuju Safa, melihat ke sekeliling, kemudian menuju Marwah untuk mencari kemungkinan menemukan orang atau sumber air. Ia mengulangi perjalanan itu sebanyak tujuh kali.
Setelah usaha tersebut, Allah memberikan pertolongan melalui munculnya air Zamzam di dekat Ismail. Kisah ini menjadi salah satu dasar pemahaman umat Islam tentang asal-usul sa’i.
Pelajaran dari perjuangan Hajar
- * Iman tidak menghilangkan ikhtiar. Hajar bertawakal kepada Allah, tetapi tetap bergerak mencari jalan keluar.
- * Kasih sayang seorang ibu mendorong perjuangan. Hajar berusaha menyelamatkan anaknya dalam keadaan sulit.
- * Pertolongan Allah tidak selalu datang pada awal usaha. Hajar berulang kali berjalan sebelum pertolongan itu hadir.
- * Tawakal bukan sikap pasif. Seorang Muslim berusaha dengan sungguh-sungguh, lalu menyerahkan hasil kepada Allah.
Sa’i menghidupkan kembali pelajaran tersebut dalam bentuk ibadah yang dilakukan jutaan Muslim dari berbagai negara.
Kondisi fisik Safa dan Marwah pada masa kini
Safa dan Marwah dahulu merupakan dua bukit kecil di kawasan terbuka di sekitar Makkah. Jalur di antaranya melewati lembah yang menjadi tempat Hajar berusaha mencari air. Seiring perkembangan kota dan perluasan Masjidil Haram, kawasan ini berubah menjadi jalur ibadah yang terintegrasi dengan kompleks masjid.
Bukit Safa
Safa merupakan titik awal sa’i. Bagian bukit yang masih tampak berada di dalam bangunan Masjidil Haram, dekat akses yang dikenal sebagai Safa Gate. Jamaah tidak perlu mendaki gunung seperti mendaki bukit alam.
Bukit Marwah
Marwah merupakan titik akhir perjalanan ketujuh. Kawasan ini juga telah terintegrasi dengan bangunan Masjidil Haram dan jalur sa’i modern.
Jalur Mas’a
Jalur sa’i masa kini memiliki beberapa lantai, permukaan yang dirancang untuk pergerakan jamaah, pendingin udara, serta akses bagi lansia dan penyandang disabilitas.
### Berapa panjang jalur sa’i?
Menurut informasi resmi mengenai kawasan Mas’a, panjang satu perjalanan dari Safa ke Marwah sekitar 394 meter. Tujuh perjalanan menempuh total sekitar 2,76 kilometer.
| Keterangan | Perkiraan |
| —————– | ——— |
| Safa ke Marwah | 394 meter |
| Marwah ke Safa | 394 meter |
| Jumlah perjalanan | 7 |
| Total jarak | 2,76 km |
| Titik awal | Safa |
| Titik akhir | Marwah |
Angka tersebut merupakan perkiraan jalur standar. Jarak yang benar-benar ditempuh jamaah dapat berbeda karena posisi awal, jalur yang digunakan, kepadatan, dan akses antar lantai.
Hukum sa’i dalam ibadah haji dan umrah
Sa’i memiliki kedudukan penting dalam manasik. Mayoritas ulama dari mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali menetapkannya sebagai rukun haji dan umrah. Dalam mazhab Hanafi, terdapat perincian hukum yang berbeda: sa’i dikategorikan sebagai wajib dalam manasik, bukan rukun dalam pengertian yang sama.
Perbedaan istilah ini berpengaruh terhadap konsekuensi fikih apabila sa’i ditinggalkan atau dilakukan tidak sesuai ketentuan. Karena itu, jamaah sebaiknya mengikuti panduan pembimbing ibadah berdasarkan mazhab atau pedoman manasik yang digunakan.
Satu hal yang harus diingat: sa’i tidak dapat diganti hanya dengan berdoa, bersedekah, atau berjalan di tempat lain. Ibadah ini memiliki tempat dan tata cara khusus.
Tata cara sa’i yang benar, langkah demi langkah
### Langkah 1 — Selesaikan tawaf sesuai rangkaian ibadah
- Sa’i dilaksanakan setelah tawaf yang menjadi bagian dari rangkaian haji atau umrah. Untuk umrah, jamaah menyelesaikan tujuh putaran tawaf, kemudian menuju Safa untuk memulai sa’i.
- Jamaah dianjurkan mengikuti petunjuk petugas dan pembimbing rombongan agar tidak tersesat di antara jalur masuk, keluar, dan lantai Mas’a.
### Langkah 2 — Memulai dari Safa
- Ketika mendekati Safa, jamaah dapat membaca:
- ### إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ
- Innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya‘ā’irillāh.
- Artinya: “Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar Allah.”
- Setelah itu dapat membaca:
- ### أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ
- Abda’u bimā bada’allāhu bih.
- Artinya: “Aku memulai dengan apa yang Allah mulai.”
- Bacaan ini diriwayatkan dalam hadis Jabir tentang tata cara haji Rasulullah ﷺ.
- Jika memungkinkan, jamaah naik atau berdiri di bagian Safa yang tersedia, menghadap ke arah Ka’bah, lalu membaca zikir dan berdoa. Tidak perlu memaksakan diri naik ke bagian yang tinggi atau menghalangi jamaah lain.
### Langkah 3 — Membaca zikir dan berdoa
- Di Safa, Rasulullah ﷺ membaca takbir dan kalimat tauhid, kemudian berdoa. Di antara zikir yang dianjurkan adalah:
- ### اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ
- Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar.
- Artinya: “Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar.”
- ### لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
- Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.
- Artinya: “Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”
- Zikir ini bersumber dari hadis sahih Muslim tentang tata cara haji Nabi ﷺ.
- Jamaah dapat berdoa dengan bahasa Arab atau bahasa yang dipahami. Tidak ada kewajiban menghafal doa panjang tertentu agar sa’i sah.
### Langkah 4 — Berjalan dari Safa ke Marwah
- Berjalanlah dengan tenang, mengikuti arah jalur dan petunjuk petugas.
- * Perjalanan Safa menuju Marwah dihitung satu kali.
- * Ketika mencapai Marwah, perjalanan pertama selesai.
- * Tidak perlu berputar mengelilingi bukit atau mencari puncak yang tinggi.
### Langkah 5 — Berlari kecil di antara tanda hijau
- Bagi laki-laki yang mampu, disunahkan berlari kecil di bagian jalur yang ditandai lampu hijau. Ini mengikuti tuntunan sa’i Rasulullah ﷺ.
- Perempuan berjalan biasa dan tidak disunahkan berlari kecil di bagian tersebut. Lansia, orang sakit, penyandang disabilitas, serta jamaah yang berisiko jatuh tidak perlu memaksakan diri berlari.
### Langkah 6 — Dari Marwah kembali ke Safa
- Setelah tiba di Marwah, jamaah dapat berzikir dan berdoa. Kemudian berjalan kembali menuju Safa.
- Perjalanan Marwah ke Safa dihitung sebagai perjalanan kedua. Lanjutkan bolak-balik hingga tujuh perjalanan selesai.
### Langkah 7 — Mengakhiri perjalanan ketujuh di Marwah
- Sa’i berakhir di Marwah, bukan kembali ke Safa. Setelah selesai, jamaah melanjutkan rangkaian ibadah sesuai jenis haji atau umrah yang sedang dilakukan.
- Untuk umrah, tahap berikutnya adalah tahallul dengan mencukur atau memendekkan rambut sesuai ketentuan. Bagi laki-laki, mencukur seluruh kepala lebih utama, sedangkan perempuan memotong sedikit bagian rambutnya. Dengan tahallul, rangkaian umrah selesai dan larangan ihram berakhir.
Tabel hitungan tujuh perjalanan sa’i
Gunakan tabel berikut agar tidak keliru menghitung perjalanan.
| Hitungan | Dari | Menuju | Status |
| ——– | —— | —— | ———— |
| 1 | Safa | Marwah | Selesai 1 |
| 2 | Marwah | Safa | Selesai 2 |
| 3 | Safa | Marwah | Selesai 3 |
| 4 | Marwah | Safa | Selesai 4 |
| 5 | Safa | Marwah | Selesai 5 |
| 6 | Marwah | Safa | Selesai 6 |
| 7 | Safa | Marwah | Sa’i selesai |
Prinsip terpenting: Safa ke Marwah adalah satu perjalanan, dan Marwah ke Safa adalah satu perjalanan. Tujuh putaran penuh bolak-balik bukan cara menghitung sa’i.
Apakah ada doa khusus untuk setiap perjalanan?
- Tidak ada kewajiban membaca doa tertentu yang berbeda untuk setiap perjalanan sa’i. Jamaah boleh berzikir, membaca Al-Qur’an, berselawat, memohon ampunan, dan berdoa sesuai kebutuhan.
- Contoh doa pribadi yang dapat dibaca:
- > رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
- Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanah, wa fil-ākhirati ḥasanah, wa qinā ‘ażāban-nār.
- Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201).
- Doa tersebut merupakan doa Al-Qur’an yang dapat dibaca kapan saja. Jangan menganggap bahwa doa buatan atau susunan tertentu wajib dibaca pada perjalanan pertama, kedua, dan seterusnya.
Kesalahan yang perlu dihindari saat sa’i
- * Memulai sa’i dari Marwah, bukan Safa.
- * Menghitung Safa–Marwah–Safa sebagai satu perjalanan, padahal itu dua perjalanan.
- * Mengakhiri perjalanan ketujuh di Safa.
- * Menganggap berlari kecil wajib bagi semua jamaah.
- * Berdesakan atau memaksakan diri naik ke bagian bukit yang tinggi.
- * Menganggap ada doa khusus yang wajib dihafal untuk setiap perjalanan.
- * Mengabaikan kondisi kesehatan demi menyelesaikan sa’i dengan cepat.
Jamaah yang tidak mampu berjalan karena sakit atau keterbatasan fisik dapat menggunakan kursi roda atau fasilitas bantuan yang tersedia. Pelaksanaan ibadah harus memperhatikan keselamatan dan ketentuan manasik.
Persiapan fisik sebelum sa’i
Karena total perjalanan sekitar 2,76 kilometer, jamaah sebaiknya mempersiapkan kondisi tubuh.
- * Beristirahat secukupnya sebelum memulai.
- * Gunakan alas kaki yang nyaman sesuai aturan dan kondisi jalur.
- * Minum air yang cukup sebelum atau setelah sa’i, tanpa mengganggu kelancaran jalur.
- * Jangan berlari di luar bagian yang dianjurkan.
- * Jika mengalami nyeri dada, sesak napas berat, pusing hebat, atau hampir pingsan, segera berhenti di tempat aman dan minta pertolongan petugas.
Jamaah lansia dan mereka yang mempunyai keterbatasan mobilitas sebaiknya merencanakan penggunaan kursi roda atau bantuan sejak awal.
Perbedaan sa’i dalam haji dan umrah
Sa’i dilakukan dalam haji maupun umrah, tetapi waktu pelaksanaannya mengikuti jenis manasik.
- | Jenis ibadah | Pelaksanaan sa’i |
- | Umrah | Setelah tawaf umrah, kemudian tahallul. |
- | Haji tamattu’ | Sa’i umrah dilakukan setelah tawaf umrah; sa’i haji dilakukan dalam rangkaian haji sesuai manasik yang diikuti. |
- | Haji ifrad | Sa’i haji dilakukan sesuai rangkaian manasik, misalnya setelah tawaf qudum atau setelah tawaf ifadah. |
- | Haji qiran | Sa’i dapat dilakukan setelah tawaf qudum atau dalam rangkaian tawaf ifadah, sesuai ketentuan dan pilihan pelaksanaan manasik. |
Perincian urutan dapat berbeda menurut keadaan jamaah dan pedoman mazhab. Jamaah sebaiknya mengikuti arahan pembimbing haji, khususnya jika sudah melakukan sa’i pada salah satu tahap sebelumnya. Jangan menganggap semua jamaah haji harus mengulang sa’i tanpa mempertimbangkan jenis manasiknya.
Makna spiritual sa’i: Ikhtiar sebelum pertolongan
Kisah Hajar memberi pelajaran bahwa iman dan usaha bukan dua hal yang bertentangan. Hajar tidak hanya duduk menunggu air muncul. Ia berusaha mencari pertolongan, bergerak dari satu tempat ke tempat lain, dan terus berikhtiar demi anaknya.
Dalam kehidupan sehari-hari, sa’i mengingatkan kita untuk tetap berusaha ketika menghadapi kesulitan ekonomi, penyakit, persoalan keluarga, atau ujian kehidupan. Namun, kita juga harus memahami bahwa sa’i bukan jaminan bahwa setiap permintaan akan dikabulkan persis sesuai keinginan. Ibadah ini merupakan bentuk ketaatan, penghambaan, dan pembelajaran tentang tawakal kepada Allah.
Perjalanan antara Safa dan Marwah juga mengajarkan bahwa suatu amal tidak selalu dinilai dari seberapa cepat seseorang menyelesaikannya. Ketekunan, kesungguhan, dan kepatuhan pada tuntunan ibadah jauh lebih penting daripada kecepatan atau penampilan.
Kesimpulan
- Safa dan Marwah merupakan syiar Allah yang mempunyai kedudukan penting dalam haji dan umrah. Sa’i mengingatkan umat Islam pada perjuangan Hajar mencari air untuk Ismail, sekaligus mengajarkan hubungan antara iman, ikhtiar, kesabaran, dan tawakal.
- Secara praktis, sa’i dimulai dari Safa, dilakukan sebanyak tujuh perjalanan, dan berakhir di Marwah. Jalur modern memiliki panjang sekitar 394 meter sekali jalan, dengan total sekitar 2,76 kilometer. Jamaah perlu memahami hitungan perjalanan, zikir yang dianjurkan, ketentuan berlari kecil, dan cara menjaga keselamatan fisik selama beribadah.
Referensi utama
- * Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah ayat 158 dan 201.
- * Al-Bukhari, Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, hadis tentang kisah Hajar dan Ismail dalam riwayat Ibnu Abbas.
- * Muslim bin al-Hajjaj, Ṣaḥīḥ Muslim, Kitab al-Hajj, riwayat tentang sa’i dan tata cara haji Rasulullah ﷺ.
- * Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). [Tata Cara Sai yang Benar sesuai Tuntunan, Doa dan Hukumnya](https://bpkh.go.id/publikasi/siaran-pers/tata-cara-sai?utm_source=chatgpt.com).
- * Saudipedia. [Safa and Marwa](https://saudipedia.com/en/safa-and-marwa?utm_source=chatgpt.com).
- * Balady Atlas, Pemerintah Arab Saudi. [Mapping Hajj: Walking Between Safa and Marwah](https://atlas.balady.gov.sa/en/mapping-hajj/?utm_source=chatgpt.com).














Leave a Reply