MAB Portal Islam

MASJID AL-FALAH BENHIL JAKARTA. “Dari Masjid untuk Umat, Menebarkan Ilmu dan Kebaikan”

DOA SEBELUM TIDUR DAN KETIKA BANGUN MENURUT QURAN DAN HADITS

 

DOA SEBELUM TIDUR DAN KETIKA BANGUN MENURUT QURAN DAN HADITS. Menutup Hari dengan Dzikir, Menjaga Diri dengan Al-Qur’an, dan Membuka Pagi dengan Syukur

Tidur merupakan salah satu nikmat Allah SWT yang menjadi tanda kebesaran-Nya. Dalam Islam, tidur bukan sekadar aktivitas untuk memulihkan tubuh, tetapi juga bagian dari kehidupan yang dianjurkan untuk diawali dan diakhiri dengan mengingat Allah. Rasulullah ﷺ mengajarkan berbagai doa dan dzikir sebelum tidur, membaca Ayat Kursi, membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, serta membaca tasbih, tahmid, dan takbir. Ketika bangun, seorang Muslim dianjurkan memuji Allah atas kehidupan yang kembali diberikan, sedangkan ketika terbangun pada malam hari dianjurkan membaca dzikir tertentu dan memohon ampun kepada-Nya. Amalan-amalan tersebut menunjukkan bahwa seorang Muslim senantiasa berada dalam hubungan dengan Allah, baik ketika terjaga maupun ketika beristirahat.

Tidur adalah salah satu tanda kekuasaan Allah SWT. Al-Qur’an menggambarkan tidur sebagai bagian dari rahmat dan ketenangan yang diberikan kepada manusia. Allah berfirman, “Dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS. An-Naba’: 9). Karena itu, seorang Muslim tidak semestinya memandang waktu tidur hanya sebagai rutinitas biologis, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menutup hari dengan dzikir, menyerahkan diri kepada Allah, dan memohon perlindungan-Nya. Rasulullah ﷺ memberikan tuntunan yang sangat praktis sebelum tidur, mulai dari berwudu, berbaring pada sisi kanan, membaca doa, membaca ayat Al-Qur’an, hingga berdzikir.

Kebiasaan membaca doa dan dzikir sebelum tidur serta ketika bangun juga memiliki makna pendidikan spiritual yang mendalam. Sebelum tidur, manusia mengakui kelemahan dirinya dan menyerahkan kehidupan kepada Allah; ketika bangun, ia mengawali kembali kehidupannya dengan rasa syukur. Dengan demikian, malam ditutup dengan tauhid dan tawakal, sementara pagi dibuka dengan hamdalah dan kesadaran bahwa kehidupan adalah amanah. Tuntunan ini bukan sekadar rangkaian bacaan, tetapi membentuk kebiasaan hati agar selalu mengingat Allah dalam setiap fase kehidupan.


DOA SEBELUM TIDUR DAN KETIKA BANGUN MENURUT QURAN DAN HADITS

DOA DAN DZIKIR SEBELUM TIDUR

1. Doa Sebelum Tidur

  • Rasulullah ﷺ mengajarkan doa yang dibaca ketika hendak tidur:
  • اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا
  • Allāhumma bismika amūtu wa aḥyā.
  • “Ya Allah, dengan nama-Mu aku mati dan dengan nama-Mu aku hidup.” HR. Bukhari no. 6324 dan Muslim no. 2711.
  • Doa ini mengajarkan bahwa tidur menyerupai kematian sementara, sedangkan bangun merupakan kehidupan yang Allah kembalikan. Seorang Muslim menutup harinya dengan menyadari bahwa hidup dan mati sepenuhnya berada dalam kekuasaan Allah.

2. Ayat Kursi Sebelum Tidur

  • Salah satu amalan yang sangat dianjurkan sebelum tidur adalah membaca Ayat Kursi, yaitu QS. Al-Baqarah ayat 255.
  • اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
  • Allāhu lā ilāha illā huwa al-ḥayyu al-qayyūm. Lā ta’khudzuhū sinatun wa lā naum. Lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ. Man dzalladzī yasyfa‘u ‘indahū illā bi idznih. Ya‘lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum. Wa lā yuḥīṭūna bisyai’in min ‘ilmihī illā bimā syā’. Wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ. Wa lā ya’ūdūhū ḥifẓuhumā wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.
  • “Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, Yang Mahahidup, Yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu pun tentang ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.” Al-Qur’an — QS. Al-Baqarah: 255., HR. Bukhari no. 2311.
  • Dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, membaca Ayat Kursi sebelum tidur disebut sebagai sebab penjagaan Allah dan setan tidak mendekatinya hingga pagi. Hadis ini terdapat dalam Shahih al-Bukhari.

3. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

  • Rasulullah ﷺ juga memiliki kebiasaan membaca tiga surah terakhir dari Al-Qur’an sebelum tidur. Beliau membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, kemudian meniupkan pada kedua telapak tangannya dan mengusapkannya ke bagian tubuh yang dapat dijangkau. Hadis 3 — HR. Bukhari no. 5017.
  • Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa apabila Rasulullah ﷺ hendak tidur, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya, meniupkan ke dalamnya, lalu membaca:
    • QS. Al-Ikhlas
    • QS. Al-Falaq
    • QS. An-Nas
  • Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tersebut ke tubuhnya, dimulai dari kepala, wajah, dan bagian tubuh yang dapat dijangkau. Beliau melakukan hal tersebut sebanyak tiga kali.
  • Makna: Ketiga surah ini memiliki kandungan perlindungan yang sangat kuat: Al-Ikhlas meneguhkan tauhid, Al-Falaq memohon perlindungan dari berbagai kejahatan yang tampak, sedangkan An-Nas memohon perlindungan dari bisikan dan kejahatan yang tersembunyi.

4. Zikir Sebelum Tidur

Rasulullah ﷺ juga mengajarkan dzikir yang sangat ringkas tetapi memiliki makna besar sebelum tidur.

  • سُبْحَانَ اللَّهِ
  • اللَّهُ أَكْبَرُ
  • الْحَمْدُ لِلَّهِ
  • Subḥānallāh.
    Allāhu akbar.
    Al-ḥamdu lillāh.

    • Subḥānallāh — “Mahasuci Allah.”
    • Allāhu akbar — “Allah Mahabesar.”
    • Al-ḥamdu lillāh — “Segala puji bagi Allah.”
    •  HR. Bukhari no. 5361 dan Muslim no. 2727.
  • Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada Ali dan Fatimah radhiyallahu ‘anhuma agar membaca tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 34 kali sebelum tidur.
  • Bacaan Lengkap
    • سُبْحَانَ اللَّهِ ٣٣ مَرَّةً
    • الْحَمْدُ لِلَّهِ ٣٣ مَرَّةً
    • اللَّهُ أَكْبَرُ ٣٤ مَرَّةً
  • Subḥānallāh 33 kali, al-ḥamdu lillāh 33 kali, Allāhu akbar 34 kali.
  • Amalan ini mengajarkan bahwa sebelum tubuh beristirahat, hati tetap hidup dengan dzikir kepada Allah.

DOA KETIKA BANGUN TIDUR

5. Doa Bangun Tidur

  • Ketika bangun, Rasulullah ﷺ mengajarkan agar seorang Muslim segera memuji Allah.
  • الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
  • Al-ḥamdu lillāhilladzī aḥyānā ba‘da mā amātanā wa ilaihin-nusyūr.
  • “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya kami akan dibangkitkan.” HR. Bukhari no. 6312 dan Muslim no. 2711.
  • Doa ini mengandung pesan yang sangat dalam. Setiap bangun tidur merupakan kesempatan baru dari Allah. Hari yang baru bukan sekadar pergantian waktu, tetapi kesempatan untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, dan menggunakan kehidupan untuk sesuatu yang bermanfaat.
  • Dalil Al-Qur’an
  • Allah SWT berfirman:
    • اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا
    • Allāhu yatawaffal-anfusa ḥīna mawtihā wallatī lam tamut fī manāmihā.
    • “Allah memegang nyawa ketika matinya dan nyawa yang belum mati ketika tidurnya.” QS. Az-Zumar: 42.
  • Ayat ini menjadi pengingat bahwa tidur memiliki kemiripan dengan kematian dalam aspek terlepasnya kesadaran manusia, sementara Allah mengembalikan kehidupan kepada siapa yang Dia kehendaki.

6. Doa Ketika Terbangun di Malam Hari

Apabila seseorang terbangun pada malam hari, Rasulullah ﷺ mengajarkan dzikir berikut:

  • لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
  • ثُمَّ قَالَ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي
  • Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr. Al-ḥamdu lillāh, wa subḥānallāh, wallāhu akbar, wa lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh.

Kemudian membaca:

  • Allāhummaghfir lī.
  • “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan segala puji. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah, Mahasuci Allah, Allah Mahabesar, dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

Kemudian:

  • “Ya Allah, ampunilah aku.” HR. Bukhari no. 1154.
  • Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa yang terbangun pada malam hari kemudian membaca dzikir tersebut dan berdoa, maka doanya akan dikabulkan. Jika kemudian ia berwudu dan melaksanakan salat, salatnya diterima.

Ringkasan Amalan Sebelum Tidur dan Setelah Bangun

Waktu Amalan Sumber
Sebelum tidur Doa “Allāhumma bismika amūtu wa aḥyā” Hadis 1
Sebelum tidur Membaca Ayat Kursi Al-Qur’an + Hadis 2
Sebelum tidur Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas Hadis 3
Sebelum tidur Tasbih 33×, tahmid 33×, takbir 34× Hadis 4
Setelah bangun “Al-ḥamdu lillāhilladzī aḥyānā…” Hadis 5
Terbangun malam Dzikir tauhid, tasbih, tahmid, takbir, “Lā ḥawla…” Hadis 6
Terbangun malam Memohon ampun dan salat Hadis 6

Penutup

Tidur dan bangun adalah dua sisi kehidupan yang mengajarkan seorang Muslim tentang ketergantungan kepada Allah SWT. Sebelum tidur, kita menyerahkan diri kepada-Nya dengan doa, Al-Qur’an, dan dzikir; ketika bangun, kita menyambut kehidupan dengan syukur; dan ketika terbangun di tengah malam, kita menjadikan kesempatan itu sebagai waktu untuk mengingat Allah, memohon ampun, dan mendekatkan diri melalui salat. Dengan demikian, malam ditutup dengan dzikir, tidur berada dalam tawakal, dan pagi dimulai dengan syukur.

REKOMENDASI ARTIKEL SHALAT

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *