MAB Portal Islam

MAB MASJID AL-FALAH BENHIL JAKARTA. "Membangun Umat dengan Iman, Ilmu, Sains, dan Teknologi."

Mengapa Bani Israil Pernah Menjadi Umat Pilihan Allah? Apakah Allah Tidak Adil? Mengapa Umat Islam Meyakini Taurat Telah Mengalami Perubahan?

Mengapa Bani Israil Pernah Menjadi Umat Pilihan Allah? Apakah Allah Tidak Adil? Mengapa Umat Islam Meyakini Taurat Telah Mengalami Perubahan?

Pertanyaan

Al-Qur’an menyebutkan bahwa Allah pernah melebihkan Bani Israil di atas umat-umat lain. Mengapa Allah memilih satu bangsa tertentu? Apakah hal itu tidak bertentangan dengan keadilan-Nya? Bukankah Islam diturunkan untuk seluruh manusia tanpa membedakan suku dan bangsa? Selain itu, bagaimana umat Islam mengetahui bahwa Taurat yang ada sekarang tidak lagi sama dengan wahyu asli yang diturunkan kepada Nabi Musa AS sehingga orang Yahudi dianggap tidak lagi berada di atas petunjuk yang sempurna?

Jawaban

Pertanyaan ini sering muncul ketika membaca firman Allah tentang Bani Israil. Jawabannya terletak pada pemahaman konteks ayat, sejarah para nabi, dan konsep keadilan Allah dalam Islam. Al-Qur’an tidak mengajarkan bahwa suatu bangsa lebih mulia karena keturunannya, tetapi karena iman dan ketaatannya kepada Allah.

Allah SWT berfirman:

  • ﴿يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ﴾
  • “Wahai Bani Israil, ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu, dan bahwa Aku pernah melebihkan kamu di atas umat-umat yang lain.”(QS. Al-Baqarah: 47)

Mayoritas ulama tafsir menjelaskan bahwa keutamaan tersebut diberikan kepada Bani Israil yang hidup pada masa Nabi Musa AS dan nabi-nabi setelahnya. Allah memilih mereka karena menerima banyak nabi, memperoleh Taurat, serta mendapat berbagai pertolongan besar, seperti diselamatkan dari kekejaman Fir’aun. Keutamaan itu bukanlah keistimewaan yang berlaku untuk semua keturunan Bani Israil sepanjang zaman.

Keutamaan tersebut juga bukan hak istimewa yang tidak dapat hilang. Ketika mereka berulang kali melanggar perjanjian dengan Allah, menolak para nabi, bahkan menolak Nabi Muhammad ﷺ, Allah mencabut keutamaan itu. Dalam Islam, kemuliaan selalu bergantung pada iman dan ketakwaan, bukan pada ras atau garis keturunan.

Allah menegaskan prinsip tersebut:

  • ﴿إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ﴾
  • “Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”(QS. Al-Hujurat: 13)

Karena itu, Islam menolak anggapan bahwa suatu bangsa secara permanen menjadi bangsa pilihan hanya karena faktor keturunan.

Setelah diutusnya Nabi Muhammad ﷺ, Allah menjadikan umat Islam sebagai umat terbaik apabila menjalankan ajaran Islam dengan benar.

  • ﴿كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ﴾
  • “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, karena kamu menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”(QS. Ali Imran: 110)

Ayat ini menunjukkan bahwa keutamaan umat Islam bukan karena etnis Arab atau bangsa tertentu, melainkan karena menjalankan misi dakwah, amar makruf, nahi mungkar, dan keimanan kepada Allah.

Lalu mengapa umat Islam meyakini Taurat telah mengalami perubahan? Al-Qur’an sendiri menjelaskan bahwa sebagian Ahli Kitab mengubah, menyembunyikan, atau menafsirkan wahyu secara tidak benar.

  • ﴿يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَن مَّوَاضِعِهِ﴾
  • “Mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya.”(QS. An-Nisa: 46)

Ayat lain juga menyebut adanya orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka sendiri, kemudian mengaku bahwa kitab itu berasal dari Allah.

Selain dalil Al-Qur’an, kajian sejarah modern juga menunjukkan bahwa naskah Perjanjian Lama mengalami proses penyalinan, penyuntingan, dan penyusunan yang panjang selama berabad-abad. Para ahli sejarah dan studi Alkitab menemukan adanya banyak variasi manuskrip, perbedaan redaksi, dan tambahan dalam sejumlah bagian. Karena itu, umat Islam meyakini bahwa Taurat asli yang diturunkan kepada Nabi Musa AS adalah wahyu Allah, sedangkan naskah yang ada sekarang tidak seluruhnya identik dengan wahyu tersebut.

Salah satu bukti yang sering dikemukakan para ulama ialah bahwa kitab-kitab Yahudi saat ini tidak lagi memuat secara jelas kabar gembira tentang kedatangan Nabi Muhammad ﷺ sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Di samping itu, terdapat sejumlah perbedaan sejarah antara Al-Qur’an dan Perjanjian Lama. Misalnya, kisah Nabi Yusuf AS dalam Al-Qur’an menyebut penguasa Mesir sebagai “raja”, sesuai temuan sejarah mengenai masa pemerintahan Hyksos, sedangkan Perjanjian Lama menggunakan istilah “Firaun” untuk periode tersebut.

Penolakan sebagian Bani Israil terhadap Nabi Muhammad ﷺ bukan disebabkan kurangnya bukti kenabian, tetapi karena banyak di antara mereka enggan menerima kenyataan bahwa nabi terakhir berasal dari bangsa Arab, bukan dari keturunan Bani Israil. Al-Qur’an menjelaskan bahwa sebagian Ahli Kitab sebenarnya mengenali beliau sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka sendiri, tetapi tetap menolak karena kesombongan dan kepentingan duniawi.

Ringkasan Pembahasan

Pertanyaan Penjelasan Menurut Islam
Mengapa Bani Israil disebut umat pilihan? Karena mereka menerima banyak nabi, kitab suci, dan nikmat Allah pada masa tertentu.
Apakah keutamaan itu berlaku selamanya? Tidak. Keutamaan bergantung pada iman dan ketaatan, bukan keturunan.
Apakah Allah tidak adil? Tidak. Allah memilih siapa yang Dia kehendaki dengan hikmah, kemudian menilai semua manusia berdasarkan iman dan takwa.
Siapa umat terbaik setelah Nabi Muhammad ﷺ? Umat Islam yang beriman, beramal saleh, serta menjalankan amar makruf dan nahi mungkar.
Mengapa Islam meyakini Taurat berubah? Karena Al-Qur’an menyebut adanya perubahan dan penyembunyian wahyu, serta didukung kajian sejarah naskah.
Apakah Taurat asli berasal dari Allah? Ya. Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa AS adalah wahyu Allah.
Mengapa sebagian Yahudi menolak Nabi Muhammad ﷺ? Al-Qur’an menjelaskan bahwa sebagian mengetahui kebenaran tetapi menolaknya karena kesombongan dan fanatisme.

Kesimpulan

Allah pernah memuliakan Bani Israil karena keimanan dan amanah besar yang diberikan kepada mereka pada masa para nabi terdahulu. Keutamaan itu bukan hak istimewa berdasarkan ras, melainkan penghargaan atas ketaatan yang dapat hilang apabila disia-siakan. Islam mengajarkan bahwa ukuran kemuliaan di sisi Allah hanyalah iman dan ketakwaan. Umat Islam juga meyakini bahwa Taurat asli adalah wahyu Allah kepada Nabi Musa AS, tetapi naskah yang ada saat ini tidak sepenuhnya mempertahankan bentuk aslinya. Oleh karena itu, Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai wahyu terakhir yang terjaga keasliannya dan menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia hingga akhir zaman.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *