MAB

MAB (MASJID AL-FALAH BENHIL) JAKARTA. Ilmu, Ibadah, dan Amal: untuk Semua Generasi dan Semua Kalangan

30 Ulama Terkemuka Indonesia Abad ke-21 dari Berbagai Golongan Islam: NU, Muhammadiyah, Persis, Al-Irsyad, dan Salafi

30 Ulama Terkemuka Indonesia Abad ke-21 dari Berbagai Golongan Islam: NU, Muhammadiyah, Persis, Al-Irsyad, dan Salafi

Abad ke-21 menjadi masa dinamis bagi perkembangan Islam di Indonesia. Munculnya ulama dari berbagai latar belakang — Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), Al-Irsyad, dan kalangan Salafi — memperlihatkan wajah Islam Indonesia yang kaya, beragam, dan berwawasan. Ulama tidak hanya menjadi pengajar agama, tetapi juga pemimpin moral, pembaru sosial, dan penjaga kemurnian aqidah. Artikel ini menyoroti tiga puluh ulama terkemuka di Indonesia yang berpengaruh dalam bidang fiqh, tafsir, dakwah, pendidikan, tasawuf, dan akidah salafiyyah. Tujuan tulisan ini adalah menggambarkan kontribusi ilmiah mereka serta memberikan refleksi bagaimana umat Islam dapat mengambil inspirasi dari keteladanan dan keluasan ilmu para ulama tersebut di tengah tantangan global modern.


Pendahuluan

Sejak masa Walisongo hingga era digital, ulama memainkan peran sentral dalam membentuk wajah Islam Nusantara. Mereka menjaga keseimbangan antara teks dan konteks, antara kemurnian aqidah dan kearifan budaya. Di abad ke-21, peran ulama semakin kompleks — tidak hanya sebagai guru agama, tetapi juga pembimbing spiritual, pemimpin sosial, dan penyeimbang dalam masyarakat yang terus berubah.

Di Indonesia, keberagaman organisasi Islam seperti NU, Muhammadiyah, Persis, Al-Irsyad, dan Salafi bukanlah sumber perpecahan, tetapi mozaik yang memperindah wajah Islam. Masing-masing melahirkan ulama yang berpengaruh dalam bidangnya: ada yang menekankan tasawuf dan dakwah damai, ada yang berfokus pada pembaruan pemikiran Islam modern, dan ada pula yang berpegang kuat pada manhaj salafus shalih. Tiga puluh ulama berikut adalah representasi keilmuan dan dakwah Islam di Indonesia abad ke-21.

Tabel 30 Ulama Terkemuka Indonesia Abad ke-21 dari Berbagai Golongan

No Nama Ulama Asal Organisasi / Manhaj Daerah Asal Bidang Keilmuan Kontribusi Utama
1 KH. Ma’ruf Amin NU Banten Fiqh, Ekonomi Syariah Wakil Presiden RI, pengembang ekonomi syariah
2 KH. Said Aqil Siradj NU Cirebon Tasawuf, Filsafat Islam Penggagas Islam Nusantara
3 KH. Miftachul Akhyar NU Surabaya Fiqh, Dakwah Rais ‘Aam PBNU
4 KH. Bahauddin Nursalim (Gus Baha) NU Rembang Tafsir, Ulumul Qur’an Ulama tafsir dan sanad Al-Qur’an
5 KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) NU Rembang Sastra, Tasawuf Dakwah kultural dan cinta kasih
6 Habib Luthfi bin Yahya NU Pekalongan Tasawuf, Sejarah Islam Pemersatu bangsa, ulama tarekat
7 KH. Anwar Zahid NU Bojonegoro Dakwah Humor Da’i rakyat, dakwah kultural
8 KH. Cholil Nafis NU Jakarta Fiqh Kontemporer Ketua MUI Bidang Dakwah
9 Prof. Dr. Quraish Shihab Al-Azhar (Netral) Sulsel Tafsir Al-Qur’an Penulis Tafsir Al-Mishbah
10 Prof. Dr. Haedar Nashir Muhammadiyah Yogyakarta Pemikiran Islam Modern Ketua Umum PP Muhammadiyah
11 Prof. Dr. Din Syamsuddin Muhammadiyah NTB Dialog Antaragama Tokoh Islam global
12 Prof. Dr. Yunahar Ilyas (alm.) Muhammadiyah Yogyakarta Akidah, Tarbiyah Ketua Majelis Tarjih Muhammadiyah
13 Prof. Dr. Syafiq Mughni (alm.) Muhammadiyah Jatim Fiqh Sosial Tokoh moderasi beragama
14 KH. Aceng Zakaria Persis Garut Fiqh, Tafsir Ketua Umum Persis
15 KH. Jeje Zaenuddin Persis Bandung Dakwah, Aqidah Pembaru pendidikan Islam Persis
16 KH. Maman Abdurrahman Persis Tasikmalaya Tafsir, Hadis Cendekiawan dan pendidik Persis
17 Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi Salafi Aceh Fiqh Muamalah Pakar halal-haram dan ekonomi Islam
18 Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Salafi Bogor Hadis, Aqidah Penulis Menyingkap Kesalahan dalam Aqidah
19 Ustadz Abdullah Zaen, MA, Ph.D. Salafi Solo Hadis, Tarbiyah Pendiri Ma’had As-Sunnah, penulis ilmiah
20 Ustadz Sofyan Chalid Ruray Salafi Makassar Aqidah, Dakwah Pendakwah sunnah nasional
21 Ustadz Firanda Andirja, Lc., MA. Salafi Ambon Tafsir, Aqidah Dosen Masjid Nabawi, da’i internasional
22 Ustadz Khalid Basalamah, MA. Salafi Makassar Fiqh, Dakwah Modern Da’i populer, penggerak ekonomi sunnah
23 Ustadz Subhan Bawazier Salafi Jakarta Dakwah, Tarbiyah Pendakwah urban, pengasuh kajian sunnah
24 Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Salafi Bekasi Hadis, Tarbiyah Pengajar ilmu sunnah, pendiri Rodja TV
25 Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah Salafi Jember Fiqh, Keluarga Pengajar UIM Madinah, pendiri Ahsan TV
26 Ustadz Aris Munandar, MA. Salafi Solo Ushul Fiqh Penulis dan pengajar Ma’had Al-Ilmu
27 Habib Rizieq Shihab Salafi Haraki Jakarta Aqidah, Politik Islam Pendiri FPI, aktivis amar ma’ruf nahi munkar
28 Ustadz Felix Siauw Al-Irsyad (Simpatik) Jakarta Dakwah Digital Da’i muda inspiratif di media sosial
29 Prof. Dr. Hamka Haq Al-Irsyad / Akademisi Makassar Tafsir, Filsafat Islam Intelektual Islam modernis
30 Ustadz Dr. Adian Husaini Salafi Akademis Jatim Pemikiran Islam, Peradaban Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia

Analisis Biografi dan Pemikiran 

  • Ketiga puluh ulama ini mencerminkan keluasan khazanah keislaman Indonesia. Dari kalangan NU, muncul figur seperti KH. Ma’ruf Amin dan KH. Said Aqil Siradj yang menekankan fiqh sosial dan tasawuf sebagai solusi kehidupan modern. Gus Baha dan Gus Mus menampilkan wajah lembut Islam dengan kecerdasan spiritual dan sastra. Sementara Habib Luthfi dan KH. Miftachul Akhyar menjaga kesinambungan spiritualitas Ahlus Sunnah wal Jama’ah melalui tarekat dan pendidikan pesantren.
  • Dari Muhammadiyah dan Persis, muncul cendekiawan seperti Haedar Nashir, Din Syamsuddin, Yunahar Ilyas, dan Aceng Zakaria yang mengusung Islam berkemajuan, rasional, dan berbasis amal. Mereka menegaskan pentingnya pendidikan, ilmu pengetahuan, serta dakwah berbasis riset ilmiah.
  • Sedangkan dari kalangan Salafi, muncul generasi ulama baru seperti Ustadz Yazid Jawas, Erwandi Tarmizi, Firanda Andirja, Khalid Basalamah, hingga Syafiq Riza Basalamah. Mereka dikenal tegas dalam aqidah, fokus pada pengajaran tauhid dan sunnah, serta aktif dalam dakwah modern melalui media digital. Karya-karya mereka menjadi rujukan penting dalam pemurnian ibadah dan pendidikan Islam berbasis nash.

Bagaimana Umat Mengambil Inspirasi 

  • Pertama, umat dapat meneladani ketulusan dan keikhlasan para ulama dalam berdakwah tanpa pamrih. Dari NU hingga Salafi, seluruhnya menunjukkan komitmen mengajarkan agama dengan ilmu, bukan emosi.
  • Kedua, umat dapat belajar moderasi dan kebijaksanaan dari ulama seperti KH. Said Aqil, Quraish Shihab, dan Din Syamsuddin — bahwa perbedaan pendapat adalah rahmat jika diiringi adab.
  • Ketiga, umat perlu mengambil ketegasan dalam aqidah dan kemurnian tauhid dari para ulama Salafi seperti Yazid Jawas, Firanda, dan Erwandi Tarmizi. Mereka mengajarkan pentingnya kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah sebagai solusi kehidupan modern.
  • Keempat, umat generasi muda dapat belajar semangat digitalisasi dakwah dari ulama seperti Syafiq Riza Basalamah, Felix Siauw, dan Khalid Basalamah yang mampu mengubah media sosial menjadi sarana ilmu dan amar ma’ruf nahi munkar.

Kesimpulan

Tiga puluh ulama terkemuka Indonesia abad ke-21 dari berbagai manhaj dan organisasi Islam menunjukkan bahwa keberagaman bukanlah perpecahan, melainkan kekuatan. Mereka bersatu dalam satu tujuan: menegakkan Islam yang murni, berilmu, dan membawa rahmat bagi semesta.

Umat Islam Indonesia sebaiknya tidak melihat mereka dari sisi perbedaan golongan, tetapi dari nilai keikhlasan, keteguhan aqidah, dan pengabdian mereka kepada umat. Dengan meneladani mereka, umat akan mampu menghadirkan Islam yang kuat dalam iman, cerdas dalam pemikiran, dan damai dalam interaksi sosial — sebagaimana pesan Rasulullah ﷺ bahwa ulama adalah pewaris para nabi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *