MAB

MAB (MASJID AL-FALAH BENHIL) JAKARTA. Ilmu, Ibadah, dan Amal: untuk Semua Generasi dan Semua Kalangan

SYAIR ISLAM PILIHAN: “Ketika Dunia Jadi Tuhan”

 


“Ketika Dunia Jadi Tuhan”

Sungguh, telah datang sabda yang mulia,
Dari lisan Nabi, cahaya semesta,
“Akan ada umatku, menghalalkan zina,
sutra, khamr, dan alat musik yang menggoda.”

Dan kini… sabda itu menjelma nyata,
Langkah manusia menjauh dari cahaya,
Mereka tertawa dalam gelapnya dosa,
Mengira dunia tempat tinggal selamanya.


Alangkah malunya aku di hadapan Nabi,
Yang dulu menangis demi selamatnya diri ini,
Sedang aku larut dalam fatamorgana,
Menukar surga dengan dunia yang fana.

Kupeluk dosa seperti kawan lama,
Kupuja suara, tubuh, dan gemerlap cahaya,
Musik jadi dzikirku, bukan lagi ayat-Nya,
Zina jadi candu, bukan lagi takut neraka.


Qur’an ditinggal, mushaf tertutup debu,
Sujud dilupakan demi ponsel dan waktu semu,
Aku yang dulu hafal doa dalam hati,
Kini lebih hafal lirik lagu yang tak berarti.

Ya Rasulullah…
Engkau yang luka demi kami,
Engkau yang rela dihina, dipukul, dan dicaci,
Agar umatmu tak masuk api,
Tapi kini kami lupa… kami berpaling… kami lalai tanpa henti.


Malam demi malam kulewati tanpa istighfar,
Langkah demi langkah menjauh dari sabar,
Padahal Engkau, Ya Allah, masih membuka pintu,
Menanti hamba yang kembali, walau penuh keliru.

Ke mana aku bawa wajah ini nanti?
Saat malaikat datang dan bumi menjadi sunyi,
Apa yang kubawa selain dosa yang menumpuk?
Apa jawabku ketika amal hanya debu yang rapuh?


Namun…
Di ujung gelap, aku melihat setitik cahaya,
Dari Kalam-Mu yang abadi tak sirna,
“Wahai hamba-Ku yang melampaui batas dosa,
Jangan putus asa dari rahmat-Ku yang luas tak terhingga.”


Kini aku berlutut dalam tangis dan luka,
Memohon ampun dari Rabb Yang Maha Cinta,
Kembali pada sunnah, pada Qur’an, pada iman,
Karena akhirat nyata… dan dunia hanyalah tipuan.


Ya Allah…
Jika aku masih Engkau beri waktu,
Jadikan detik-detikku untuk menuju-Mu,
Bimbing aku dengan cahaya Nabimu,
Agar tak tersesat dalam rayuan palsu.


🌙 Wahai jiwa…
Jangan tunggu ajal menjemputmu dalam tawa,
Bangkitlah, kembalilah…
Sebelum semuanya hanya tinggal duka.


penaislam2025

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *