“Kenapa Anak Muda Menjauh dari Masjid?”
(Refleksi Jiwa, Panggilan Iman)
Di tengah keramaian dunia yang penuh lampu neon dan notifikasi, suara adzan sering tenggelam di antara musik dan suara game. Banyak anak muda hari ini merasa masjid itu tempat yang asing—tempat yang hanya cocok buat orang tua, buat yang udah “saleh”. Padahal, masjid bukan tempat buat yang sempurna. Masjid adalah tempat buat hati yang lelah dan jiwa yang butuh arah.
Kadang kita ngerasa gak pantas ke masjid karena dosa yang numpuk. Ngerasa terlalu kotor buat sujud, terlalu jauh buat deket sama Allah. Tapi justru itu alasan kenapa kita harus datang. Rasulullah SAW bersabda, “Setiap anak Adam itu berdosa, dan sebaik-baik orang berdosa adalah yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi). Masjid bukan tempat penghakiman, tapi tempat pemulihan.
Ada juga yang bilang, “Gue gak punya temen di masjid.” Tapi masjid bukan cuma soal temen, bro. Itu soal hubungan lo sama Tuhan. Dan ketika lo datang dengan niat yang tulus, Allah janji akan deket sama lo. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman: “Dan sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan doa orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 186).
Anak muda menjauh dari masjid karena dunia menawarkan keindahan instan. Tapi keindahan dunia itu fana. Like bisa hilang, story bisa di-skip, tapi satu sujud lo di masjid… kekal tercatat di langit. Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seseorang berjalan menuju masjid untuk shalat jamaah, kecuali Allah siapkan baginya tempat di surga setiap kali ia melangkah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Kadang kita takut dicap sok alim. Takut dinilai munafik. Tapi ingat, yang nge-judge itu manusia, bukan Allah. Dan Allah itu gak pernah berhenti nerima lo, walau lo jatuh seribu kali. Lo dateng ke masjid bukan karena lo udah sempurna, tapi karena lo pengen belajar jadi lebih baik. Masjid itu tempat lo bisa jatuh—tapi bangkit lagi, dengan iman.
Masjid sepi bukan karena nggak penting. Tapi karena hati kita terlalu sibuk. Terlalu bising sama urusan dunia. Padahal, lima menit di masjid bisa jadi obat buat stres yang lo pendam berminggu-minggu. Di masjid, lo bisa diem… dan denger suara hati yang udah lama lo abaikan. Di masjid, lo bisa ngobrol sama Allah tanpa takut di-skip.
Bro, Sis… jangan biarkan diri lo terlalu jauh. Jangan biarkan jarak lo dengan masjid sejauh jarak antara iman dan kelalaian. Allah berfirman: “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir…” (QS. At-Taubah: 18). Lo bisa jadi salah satu dari mereka—yang dicatat sebagai pemakmur rumah Allah.
Datang ke masjid itu bukan soal gaya, tapi soal cinta. Bukan soal pamer, tapi soal hidayah. Cinta itu harus dijemput. Hidayah itu harus dicari. Dan masjid adalah tempat terbaik buat lo mulai nyari arti. Lo mungkin dateng dengan beban, tapi bisa pulang dengan kedamaian. Karena Allah gak pernah ngecewain mereka yang mendekat.
Yuk, jangan tunggu hati kering baru dateng ke masjid. Tapi datanglah biar hati lo disirami cahaya. Anak muda sejati bukan yang paling up-to-date, tapi yang tahu ke mana arah sujudnya. Karena sejatinya, kekuatan sejati bukan dari otot atau opini, tapi dari seberapa khusyuk lo saat sujud di hadapan Ilahi.
JAKARTA MUSLIM YOUTH. MASJID ALFALAH BENHIL JAKARTA
Suara hati muda. Langkah kecil menuju cahaya besar.
Bareng-bareng kita balik ke masjid. Karena di sana, hidup kita bisa mulai lagi.
- yuk Gabung Grup whatsapp JAKARTA MUSLIM YOUTH, anak muda muslim kratifitas tanpa batas. Faith. Vibes. Brotherhood. klik link dibawah ini
- https://chat.whatsapp.com/
EBFrX5Y7lQfHQBa2JH7rW4


















Leave a Reply