Tasyahud awal adalah salah satu bagian penting dalam shalat, yang dilakukan pada rakaat kedua setelah sujud kedua. Tasyahud ini mengandung pengakuan dan pengesahan terhadap keesaan Allah dan kerasulan Nabi Muhammad SAW. Dalam tatacara tasyahud awal, terdapat adab dan bacaan yang harus dilakukan sesuai dengan sunah Nabi Muhammad SAW. Berikut adalah penjelasan mengenai tatacara tasyahud awal dalam shalat, beserta dalil hadits shahih yang mendasarinya.
Tatacara Tasyahud Awal
Tasyahud awal dilakukan setelah sujud kedua pada rakaat kedua. Posisi tubuh saat tasyahud awal adalah duduk dengan posisi kaki kiri yang ditekuk dan kaki kanan yang tegak. Tangan diletakkan di atas paha atau lutut, dengan jari-jari tangan mengarah ke kiblat. Setelah itu, bacaan tasyahud dibaca dengan khusyuk dan penuh penghayatan. Bacaan tasyahud awal adalah sebagai berikut:“At-tahiyyatu lilahi wa as-salawatu wa at-tayyibat, assalamu ‘alayka ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh, assalamu ‘alayna wa ‘ala ‘ibadillahis salihin, asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la sharika lahu wa asyhadu anna Muhammadan abduhoo wa rasooluh.”
Hadits shahih yang menjelaskan tata cara tasyahud awal adalah: “Apabila kalian duduk untuk tasyahud, maka letakkan tangan kalian di atas paha kanan dan kiri, dan ucapkan tasyahud dengan benar.” (HR. Muslim, No. 394). Hadits ini menunjukkan tata cara duduk dan bacaan yang benar saat melaksanakan tasyahud awal.
Cara Duduk Tasyahud Awal
- Cara duduk tasyahud awal adalah dengan duduk iftirasy, sama seperti duduk di antara dua sujud, yaitu telapak kaki kiri dibentangkan dan diduduki, kemudian telapak kaki kanan ditegakkan. Dalam hadis al musi’ salatuhu’ di atas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika kamu duduk di tengah salat (tasyahud awal), duduklah dengan tuma’ninah, bentangkan pahamu yang kiri, kemudian bertasyahud-lah.” (HR. Abu Daud no. 860)
- Juga termasuk keumuman hadis Abu Humaid As Sa’idi radhiallahu’anhu beliau berkata:“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam jika duduk dalam salat di dua rakaat pertama beliau duduk di atas kaki kirinya dan menegakkan kaki kanan. Jika beliau duduk di rakaat terakhir, beliau mengeluarkan kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya dan duduk di atas lantai.”(HR. Bukhari no. 828 dan Muslim no. 226)
- Dalam riwayat lain:“Kemudian kaki kiri ditekuk dan diduduki. Kemudian badan kembali diluruskan hingga setiap anggota tubuh kembali pada tempatnya. Lalu turun sujud kembali.”(HR. Tirmidzi no. 304). Ketika duduk tasyahud tangan kanan berada di atas paha atau lutut kanan, dan tangan kiri di atas paha atau lutut kiri dengan posisi telapak tangan membentang, dan jari-jari menghadap kiblat. Dari Abdullah bin Umar radhiallahu’anhuma, ia berkata:“Jika Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam duduk (tasyahud), beliau meletakkan telapak tangan kanannya di atas pahanya yang kanan. Kemudian menggenggam semua jari tangan kanannya, kemudian berisyarat dengan jari telunjuk yang ada di sebelah jempol. Dan beliau meletakkan tangan kirinya di atas paha kiri.” (HR. Muslim no. 580)
- Kemudian dari Wail bin Hujr radhiallahu’anhu, ia berkata:“… kemudian beliau duduk dan membentangkan kaki kirinya. Beliau meletakkan tangan kiri di atas paha dan lutut kirinya. Dan memposisikan siku kanannya di atas paha kanannya. Kemudian beliau menggenggam dua jarinya (kelingking dan jari manis), dan membentuk lingkaran dengan dua jarinya (jempol dan jari tengah) dan berisyarat dengan jari telunjuknya.” (HR. An Nasai no. 888, dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasai). Kemudian posisi siku sejajar dengan paha dan diletakkan di atas paha, sebagaimana dalam hadis Wail bin Hujr radhiallahu’anhu.
Bacaan Doa Tasyahud
Ada tiga macam bacaan tasyahud awal yang sahih dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:
Bacaan pertama
- Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu,“Dahulu kami membaca tahiyyat dalam salat, menyebut nama Allah kemudian mengucapkan salam satu sama lain. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pun mendengar hal tersebut lalu beliau mengatakan: Ucapkahlah “At tahiyyaatu lillaah was shalawaatu wat thayyibaatu. As salaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu warahmatullah wabarakaatuh. As salaamu ‘alainaa wa ‘ala ibaadillahis shaalihiin. Asyhadu an laailaaha illallah, wa asy-hadu anna muhammadan abduhu wara suuluh”
- (Segala ucapan selamat, salawat, dan kebaikan hanya milik Allah. Mudah-mudahan salawat serta salam terlimpahkan kepadamu wahai engkau wahai Nabi beserta rahmat Allah dan berkah-Nya. Mudah-mudahan salawat dan salam terlimpahkan pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba-Nya dan utusan-Nya).” (HR. Bukhari no. 1202, Muslim no. 402)
Bacaan kedua
- Dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhu, beliau berkata: “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengajarkan kepada kami bacaan tasyahud sebagaimana mengajarkan bacaan surat dalam Alquran, beliau mengucapkan:“At tahiyaatu mubaarokaatu sholawaatu thoyyibaatu lillah, Assalamu ‘alaika ayyuhannabiyyu wa rohmatullahi wabarokaatuh, Assalamu’alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillahi shoolihiin, Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadan rasuulullah.”
- (Segala ucapan selamat, shalawat, dan kebaikan hanya milik Allah. Mudah-mudahan shalawat dan salam terlimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan barakah-Nya. Mudah-mudahan shalawat dan salam terlimpah pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba-Nya dan utusan-Nya)ز” (HR. Muslim no. 403)
Bacaan ketiga
- Dari Abu Musa Al Asy’ari radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:“Jika kalian duduk (tasyahud) dalam salat, hendaknya yang pertama kali kalian baca adalah: “At tahiyyat at thayyibat ash shalawaatu lillah, As salaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullah wabarakatuh, As salaamu ‘alaina wa ‘alaa ibaadillahish shalihin. Asy-hadu an laa ilaaha illallah wa asy-hadu anna muhammadan rasuulullah”
- (Segala penghormatan, kebaikan dan shalawat hanya milik Allah. Mudah-mudahan salam terlimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan barakah-Nya. Mudah-mudahan salam terlimpah pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba-Nya dan utusan-Nya).” (HR. Muslim no. 404)
Kesalahan dalam Tasyahud Awal
Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam tasyahud awal adalah sebagai berikut:
- Tidak Duduk dengan Benar: Sebagian orang mungkin tidak duduk dengan benar saat tasyahud awal, seperti tidak menekuk kaki kiri atau tidak menegakkan kaki kanan dengan benar.
- Salah Bacaan: Beberapa orang mungkin salah dalam melafalkan bacaan tasyahud, baik dalam pengucapan maupun urutan kalimatnya.
- Terburu-buru: Tasyahud awal harus dilakukan dengan tenang dan khusyuk. Namun, sebagian orang mungkin terburu-buru dalam mengucapkan bacaan tasyahud, sehingga kehilangan kekhusyukan dalam shalat.
Hadits shahih yang menjelaskan kesalahan ini adalah: “Apabila kalian duduk untuk tasyahud, maka jangan terburu-buru, bacalah dengan tenang dan penuh penghayatan.” (HR. Bukhari, No. 812). Hadits ini menekankan pentingnya ketenangan dan kekhusyukan dalam tasyahud awal agar shalat kita diterima oleh Allah SWT.
Kesimpulan
- Tasyahud awal adalah bagian yang sangat penting dalam shalat dan harus dilakukan dengan benar sesuai dengan sunah Nabi Muhammad SAW. Kesalahan dalam posisi duduk, bacaan yang salah, atau terburu-buru dapat mengurangi kesempurnaan shalat. Sangat penting untuk mengikuti tata cara yang telah diajarkan oleh Nabi SAW agar shalat kita sah dan diterima oleh Allah SWT. Semoga kita semua dapat melaksanakan tasyahud awal dengan benar dan memperoleh ridha dari Allah SWT.















Leave a Reply