MAB

MAB (MASJID AL-FALAH BENHIL) JAKARTA. Ilmu, Ibadah, dan Amal: untuk Semua Generasi dan Semua Kalangan

SYAIR ISLAM PILIHAN: Ketika Lelaki Hatinya Terpaut Masjid

Ketika Lelaki Hatinya Terpaut Masjid

Di hari ketika langit runtuh,
Dan matahari mendekat sejengkal tanpa teduh,
Tak ada naungan, tak ada perlindungan,
Kecuali dari-Nya…
Untuk tujuh jiwa yang dipilih oleh Rahmat-Nya.

Salah satunya…
Adalah seorang lelaki yang hatinya terpaut pada masjid,
Ia mungkin pendosa, tapi rindunya kepada sajadah tak pernah redup,
Langkahnya penuh dosa masa lalu,
Tapi sujudnya jujur, seperti bayi yang kembali pada pelukan ibu.


Dulu, ia hidup dalam gemerlap palsu,
Memburu dunia, mengagumi para pemimpin yang pandai bersandiwara,
Tak ia tahu, pangkat dan jabatan bisa membawa pada binasa,
Ketika Qur’an tak lagi dijadikan panduan,
Dan shalat hanya jadi formalitas belaka.


Namun cahaya itu akhirnya datang,
Lewat suara azan yang menggetarkan tulangnya yang rapuh,
Ia melangkah ke masjid seperti anak kecil mencari rumah,
Dan sejak saat itu… hatinya tak bisa lepas dari sajadah tua itu.


Ia duduk di sudut, menangisi malam yang ia sia-siakan,
Ia menangis karena kini tahu…
Banyak manusia yang kehilangan akhirat demi harga dunia yang fana,
Menukar ayat dengan jabatan, menukar masjid dengan panggung dunia,
Mereka tertipu… dan menipu.


Wahai jiwa-jiwa yang masih hidup,
Pilihlah pemimpin bukan karena retorika,
Tapi karena tunduknya ia dalam sujud panjang,
Karena pemimpin sejati bukan yang menguasai mimbar,
Tapi yang takut berdiri di hadapan Tuhan semesta alam.


Lelaki ini tahu, dosanya menggunung tinggi,
Namun rindu sujudnya tak pernah berhenti.
Ia bukan bersih, tapi ingin didekati Ilahi,
Sebab hanya di rumah-Nya… ia merasa benar-benar berarti.


Masjid jadi tempat ia belajar diam,
Belajar menangis tanpa suara,
Belajar mencintai Rasulullah ﷺ tanpa syarat,
Dan menggenggam Qur’an bukan sekadar hiasan,
Tapi jalan pulang, ketika dunia tak lagi menawarkan harapan.


Dan kelak, saat seluruh bumi terbakar oleh penyesalan,
Saat pemimpin zalim mencari lubang pelarian,
Lelaki itu… duduk tenang di bawah naungan Arsy-Nya,
Karena ia pernah jatuh cinta pada masjid,
Dan Allah tak pernah lupa pada cinta yang suci seperti itu.


“Ada tujuh golongan yang dinaungi Allah… salah satunya:
Seorang lelaki yang hatinya terpaut pada masjid.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

penaislam2025

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *