MAB

MAB (MASJID AL-FALAH BENHIL) JAKARTA. Ilmu, Ibadah, dan Amal: untuk Semua Generasi dan Semua Kalangan

Ayat dari Surah Yang Sering Dibaca Imam Saat Shalat: Tinjauan Fikih, Sunnah, dan Hikmahnya

Ayat dari Surah Yang Sering Dibaca Imam Saat Shalat: Tinjauan Fikih, Sunnah, dan Hikmahnya

Membaca ayat Al-Qur’an setelah Surah Al-Fatihah merupakan salah satu sunnah dalam salat. Di kalangan masyarakat muncul anggapan bahwa imam sebaiknya membaca satu surah secara utuh. Padahal, dalam praktiknya banyak imam membaca hanya beberapa ayat dari surah-surah yang panjang seperti Al-Baqarah, Ali ‘Imran, An-Nisa’, atau Taha. Artikel ini membahas hukum membaca sebagian ayat dari surah yang panjang berdasarkan dalil syariat, praktik Rasulullah ﷺ, serta pandangan para ulama. Kajian menunjukkan bahwa membaca sebagian ayat dari surah yang panjang diperbolehkan selama tidak memutus makna ayat secara keliru. Pemilihan ayat yang tepat juga memberikan kemudahan bagi imam dan makmum sekaligus menjaga kekhusyukan salat.

Al-Qur’an merupakan bacaan utama dalam salat setelah Surah Al-Fatihah. Rasulullah ﷺ mencontohkan variasi bacaan dalam salat; terkadang beliau membaca surah pendek, pada kesempatan lain membaca surah panjang, bahkan sesekali membaca beberapa ayat dari surah yang panjang. Variasi tersebut menunjukkan bahwa syariat Islam memberikan keluasan dalam memilih bacaan sesuai kondisi tanpa mengurangi kesempurnaan ibadah.

Dalam praktik salat berjamaah, khususnya salat lima waktu, imam sering memilih beberapa ayat dari surah-surah panjang agar salat tetap khusyuk dan tidak memberatkan makmum. Pemahaman yang benar mengenai hal ini penting agar umat Islam mengetahui bahwa membaca sebagian ayat dari surah yang panjang memiliki landasan dalam sunnah dan telah diterima oleh mayoritas ulama, selama dilakukan dengan menjaga kesinambungan makna ayat yang dibaca.

Beberapa surah yang panjang tetapi sering dibaca imam dalam salat dengan hanya mengambil beberapa ayat (bukan seluruh surah) antara lain:

  1. Surah Al-Baqarah (286 ayat)
    • Sering dibaca ayat 1–5, 21–22, 255 (Ayat Kursi), atau 284–286.
  2. Surah Ali ‘Imran (200 ayat)
    • Misalnya ayat 102–104 atau 190–194.
  3. Surah An-Nisa’ (176 ayat)
    • Misalnya ayat 36 atau ayat-ayat tentang akhlak dan keadilan.
  4. Surah Al-Ma’idah (120 ayat)
    • Misalnya ayat 8, 32, atau 90–91.
  5. Surah Al-An’am (165 ayat)
    • Sering dipilih beberapa ayat tentang tauhid.
  6. Surah Al-A’raf (206 ayat)
    • Misalnya ayat 54–58 atau ayat sajdah (206).
  7. Surah Yunus (109 ayat)
    • Beberapa ayat awal atau ayat tentang keimanan.
  8. Surah Yusuf (111 ayat)
    • Beberapa ayat kisah Nabi Yusuf.
  9. Surah Maryam (98 ayat)
    • Sering dibaca ayat-ayat tentang Nabi Zakaria, Maryam, atau Nabi Isa.
  10. Surah Taha (135 ayat)
    • Misalnya ayat 25–28 (doa Nabi Musa) atau bagian awal surah.

Dalam salat, imam tidak harus membaca satu surah secara penuh. Membaca sebagian ayat dari surah yang panjang setelah Al-Fatihah hukumnya boleh, selama ayat yang dibaca membentuk bacaan yang baik dan tidak mengubah makna karena memotong di tempat yang tidak tepat. Nabi Muhammad ﷺ sendiri terkadang membaca surah secara utuh, dan pada kesempatan lain membaca sebagian ayat dari surah yang panjang.

Penutup

Membaca sebagian ayat dari surah yang panjang dalam salat merupakan amalan yang dibolehkan dalam syariat Islam dan memiliki dasar dari sunnah Rasulullah ﷺ. Yang terpenting bukan panjang atau pendeknya bacaan, melainkan ketepatan membaca ayat, menjaga makna, menghadirkan kekhusyukan, serta mempertimbangkan kondisi makmum. Dengan memahami keluasan tuntunan syariat ini, imam dapat memilih bacaan yang sesuai sehingga salat menjadi lebih khusyuk, mudah, dan tetap mengikuti sunnah Nabi Muhammad ﷺ.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *