Benarkah Orang Tenggelam di Pantai Selatan karena Menjadi Korban Nyi Roro Kidul Akibat Memakai Baju Hijau?
Pertanyaan
Benarkah seseorang yang tenggelam di Pantai Selatan menjadi korban Nyi Roro Kidul karena memakai pakaian berwarna hijau sebagaimana yang sering dipercaya dalam masyarakat? Apakah keyakinan tersebut memiliki dasar dalam Al-Qur’an, hadis Nabi Muhammad ﷺ, atau penelitian ilmiah, ataukah kejadian tenggelam lebih dapat dijelaskan oleh faktor keselamatan, kondisi laut, dan fenomena alam?
Jawa7ban
Dalam ajaran Islam, tidak ada satu pun ayat Al-Qur’an maupun hadis sahih yang menyatakan bahwa memakai pakaian hijau di Pantai Selatan menyebabkan seseorang menjadi korban makhluk gaib atau Nyi Roro Kidul. Islam mengajarkan bahwa musibah terjadi dengan izin Allah dan manusia diperintahkan untuk menjaga keselamatan serta menghindari bahaya. Allah berfirman, “Janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 195). Karena itu, mengaitkan setiap kasus tenggelam dengan warna pakaian tidak memiliki dasar syariat.
Dari sudut pandang ilmu kelautan, pantai selatan Pulau Jawa memang dikenal memiliki ombak besar, arus balik atau rip current yang sangat kuat, dasar laut yang curam, serta gelombang Samudra Hindia yang berenergi tinggi. Banyak korban tenggelam terjadi karena terseret arus balik, berenang di zona berbahaya, mengabaikan rambu keselamatan, atau kurang memahami karakteristik pantai. Hingga saat ini tidak ada penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa warna pakaian, termasuk hijau, meningkatkan risiko seseorang terseret ombak.
Kepercayaan bahwa warna hijau berkaitan dengan Nyi Roro Kidul merupakan bagian dari tradisi dan folklor yang berkembang di sebagian masyarakat Jawa. Budayawan memandangnya sebagai warisan budaya dan mitologi, bukan fakta ilmiah maupun ajaran agama. Menghormati budaya diperbolehkan, tetapi keyakinan bahwa warna pakaian dapat menentukan campur tangan makhluk gaib tidak memiliki dasar dalam akidah Islam.
Apabila seseorang tenggelam di laut, penyebabnya harus dikaji berdasarkan fakta, seperti kondisi cuaca, kekuatan ombak, arus laut, kemampuan berenang, penggunaan alat keselamatan, dan kepatuhan terhadap peringatan petugas. Menyalahkan makhluk gaib tanpa bukti dapat mengalihkan perhatian dari upaya pencegahan yang sebenarnya dapat menyelamatkan nyawa.
Seorang Muslim dianjurkan bertawakal kepada Allah, mematuhi aturan keselamatan, memperhatikan peringatan petugas pantai, menghindari berenang di daerah berbahaya, serta berdoa sebelum melakukan perjalanan. Keselamatan merupakan bagian dari ikhtiar yang diajarkan Islam. Oleh karena itu, tidak ada dasar dalam Al-Qur’an, Sunnah, maupun ilmu pengetahuan yang menyatakan bahwa seseorang tenggelam di Pantai Selatan karena memakai baju hijau atau menjadi korban Nyi Roro Kidul.
















Leave a Reply