MAB Portal Islam

MASJID AL-FALAH BENHIL JAKARTA. “Dari Masjid untuk Umat, Menebarkan Ilmu dan Kebaikan”

10 PESANTREN MUHAMMADIYAH. Berdasarkan Nilai Akreditasi Tertinggi Tahun 2025–2026

10 PESANTREN MUHAMMADIYAH. Berdasarkan Nilai Akreditasi Tertinggi Tahun 2025–2026

Memilih pesantren bukan sekadar mencari tempat belajar agama, tetapi memilih lingkungan tempat anak bertumbuh, belajar, berdisiplin, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan. Karena itu, informasi mengenai akreditasi dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan penting bagi orang tua. Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada akhir 2025 menetapkan hasil akreditasi pesantren Muhammadiyah. Dalam daftar yang dipublikasikan, sembilan pesantren tercantum dengan skor 76–97; delapan memperoleh kategori A/Mumtaz/Unggul, sedangkan satu memperoleh B/Jayyid Jiddan/Baik Sekali.

Akreditasi pesantren merupakan salah satu instrumen penting untuk memetakan, menjamin, dan meningkatkan mutu pendidikan pesantren. Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Unit Penjaminan Mutu Pesantren Muhammadiyah menetapkan hasil akreditasi sembilan pesantren pada akhir 2025 melalui Keputusan Nomor 257/KEP/I.14/A/2025. Hasil penilaian menunjukkan skor 76–97, dengan delapan pesantren memperoleh predikat A/Mumtaz/Unggul dan satu memperoleh B/Jayyid Jiddan/Baik Sekali. Penilaian mencakup berbagai aspek kelembagaan dan manajemen, sumber daya manusia, kurikulum dan proses pembelajaran, serta sarana-prasarana.

Daftar ini disusun berdasarkan hasil penjaminan mutu dan akreditasi LP2 PP Muhammadiyah, bukan pemeringkatan subjektif mengenai pesantren yang paling baik dalam seluruh aspek pendidikan. Urutan didasarkan pada skor yang dipublikasikan, dari nilai tertinggi hingga terendah. Dalam pengembangan sistem akreditasi berikutnya, LP2 juga mengarahkan penilaian pada empat komponen utama, yaitu manajemen pesantren, mutu ustaz, proses pembelajaran, dan mutu lulusan. Proses penilaian dilakukan melalui tahapan seperti asesmen kecukupan, visitasi asesor, validasi, dan verifikasi sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai bagian dari pemetaan mutu dan perbaikan berkelanjutan.

Bagi orang tua, skor akreditasi sebaiknya menjadi salah satu bahan pertimbangan, kemudian dilengkapi dengan penilaian terhadap kurikulum, kualitas ustaz, pola pengasuhan, keamanan, kesehatan, kebersihan, fasilitas, biaya, komunikasi dengan keluarga, perlindungan anak, serta kesesuaian lingkungan pesantren dengan kebutuhan dan perkembangan anak. Akreditasi juga bukan satu-satunya ukuran kecocokan sebuah pesantren bagi setiap anak. LP2 Muhammadiyah sendiri menempatkan penjaminan mutu sebagai proses berkelanjutan, termasuk tata kelola, pendidikan, kaderisasi, karakter, dan pengembangan pesantren.\

Tabel 10 Pesantren Muhammadiyah

No. Nama Pesantren Nilai Predikat
1 Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Al-Amin Bojonegoro, Jawa Timur 97 A / Mumtaz / Unggul
2 Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara, Makassar, Sulawesi Selatan 96 A / Mumtaz / Unggul
3 Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan 94 A / Mumtaz / Unggul
4 Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah 93 A / Mumtaz / Unggul
5 Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Daerah Garut, Jawa Barat 91 A / Mumtaz / Unggul
6 Pondok Pesantren Muhammadiyah At-Tanwir Metro, Lampung 90 A / Mumtaz / Unggul
7 Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon Singaparna, Jawa Barat 89 A / Mumtaz / Unggul
8 Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran, Lamongan, Jawa Timur 87 A / Mumtaz / Unggul
9 Pondok Pesantren Al-Mujahidin Balikpapan, Kalimantan Timur 76 B / Jayyid Jiddan / Baik Sekali
10 Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta — —

Sumber hasil akreditasi yang dipublikasikan oleh Suara Muhammadiyah dan Muhammadiyah mencantumkan urutan serta skor tersebut.\


10 PESANTREN MUHAMMADIYAH. Berdasarkan Nilai Akreditasi Tertinggi Tahun 2025–2026

  1. Pondok Pesantren MBS Al-Amin Bojonegoro — Nilai 97
    1. MBS Al-Amin Bojonegoro tercantum dengan skor 97, tertinggi dalam daftar hasil akreditasi yang dipublikasikan. Pesantren ini merupakan lembaga pendidikan Islam Muhammadiyah dengan sistem asrama (boarding school), dan situs resminya mencantumkan kampus putra di Bojonegoro serta kampus putri di wilayah Dander.
    2. Nilai akreditasi memberikan informasi mengenai hasil penjaminan mutu, tetapi orang tua tetap perlu melihat kehidupan pesantren secara langsung: pola pembelajaran, pembinaan ibadah, kualitas guru dan pembina asrama, keamanan, kesehatan santri, komunikasi dengan orang tua, serta kesesuaian program dengan karakter anak. Nilai tinggi adalah informasi penting, tetapi kecocokan anak dengan lingkungan pendidikan tetap harus diperiksa.
  2. Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara — Nilai 96
    • Darul Arqam Muhammadiyah Gombara, Makassar, memperoleh skor 96 dan predikat A/Mum­taz/Unggul. Penetapan tersebut tercantum dalam keputusan LP2 PP Muhammadiyah tentang hasil akreditasi Pesantren Muhammadiyah tahun 2025.
    • Informasi resmi pesantren menyebutkan bahwa program pendidikannya diarahkan untuk membentuk santri yang menguasai Al-Qur’an, bahasa, ilmu agama dan umum, serta karakter kepemimpinan. Bagi orang tua, hal yang perlu ditanyakan bukan hanya “berapa nilai akreditasinya?”, tetapi juga “apakah visi dan pola pendidikannya sesuai dengan kebutuhan dan karakter anak saya?”
  3. Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah — Nilai 94
    • Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan tercantum memperoleh skor 94 dengan predikat A/Mum­taz/Unggul. Proses visitasi akreditasi terhadap pesantren ini berlangsung pada November 2025 sebagai bagian dari pemetaan kualitas dan kompetensi pesantren Muhammadiyah/Aisyiyah.
    • Untuk pesantren putri, orang tua sebaiknya memberikan perhatian khusus pada perlindungan anak, kesehatan reproduksi, privasi, keamanan asrama, pola pengasuhan, pendampingan psikologis, serta mekanisme penanganan perundungan dan kekerasan. Pendidikan yang baik bukan hanya menghasilkan santri berprestasi, tetapi juga menyediakan lingkungan yang aman agar anak dapat tumbuh secara sehat dan bermartabat.
  4. Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah Cilongok — Nilai 93
    • Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah Cilongok, Banyumas, tercantum dengan skor 93 dan predikat A/Mumtaz/Unggul. Nilai tersebut menunjukkan hasil penilaian dalam sistem penjaminan mutu internal pesantren Muhammadiyah.
    • Namun, angka tidak dapat menggambarkan seluruh pengalaman seorang santri. Orang tua perlu memeriksa kurikulum akademik, pendidikan agama, bahasa, tahfiz, kegiatan ekstrakurikuler, beban belajar, waktu tidur, fasilitas olahraga, layanan kesehatan, dan pola komunikasi antara pengasuh dengan keluarga. Pesantren yang baik harus mampu menjaga keseimbangan antara pendidikan, kedisiplinan, kesehatan, dan perkembangan psikososial anak.
  5. Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut — Nilai 91
    • Darul Arqam Muhammadiyah Garut tercantum dengan skor 91 dan predikat A/Mumtaz/Unggul. Predikat tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pesantren memenuhi standar penjaminan mutu yang digunakan dalam proses akreditasi LP2 Muhammadiyah.
    • Bagi orang tua, penting untuk melihat bagaimana nilai-nilai keislaman diterjemahkan menjadi perilaku sehari-hari. Anak perlu belajar ibadah sekaligus kejujuran, tanggung jawab, disiplin, empati, kemampuan berkomunikasi, dan menghargai orang lain. Pendidikan pesantren yang kuat bukan hanya membuat anak mengetahui banyak hal, tetapi membantu anak menjadi pribadi yang baik dan mampu hidup mandiri.
  6. Pondok Pesantren Muhammadiyah At-Tanwir Metro — Nilai 90
    • Pondok Pesantren Muhammadiyah At-Tanwir Metro, Lampung, memperoleh skor 90 dengan predikat A/Mumtaz/Unggul dalam daftar hasil akreditasi yang dipublikasikan.
    • Ketika mengunjungi pesantren, orang tua sebaiknya tidak hanya melihat gedung yang megah atau banyaknya program. Lihat kehidupan santri yang sebenarnya: bagaimana mereka bangun, belajar, makan, beribadah, berolahraga, beristirahat, menyelesaikan masalah, dan berinteraksi dengan pembina. Karena kualitas pendidikan paling jelas terlihat bukan hanya pada brosur, melainkan pada budaya kehidupan sehari-hari.
  7. Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon Singaparna — Nilai 89
    1. Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon Singaparna, Jawa Barat, tercantum dengan skor 89 dan predikat A/Mumtaz/Unggul. Hasil tersebut merupakan bagian dari sistem penjaminan mutu yang dikembangkan LP2 PP Muhammadiyah.
    2. Sebelum memilih, orang tua perlu mengajak anak berdiskusi. Pesantren bukan sekadar tempat orang tua menitipkan anak, melainkan lingkungan tempat anak menjalani kehidupan sehari-hari selama bertahun-tahun. Kesediaan anak, kematangan emosional, kemampuan beradaptasi, dan kesesuaian dengan aturan pesantren perlu dipertimbangkan agar proses pendidikan berlangsung dengan sehat.
  8. Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran — Nilai 87
    • Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran, Lamongan, Jawa Timur, tercantum dengan skor 87 dan predikat A/Mumtaz/Unggul. Delapan pesantren pertama dalam daftar tersebut memperoleh predikat A/Mumtaz/Unggul.
    • Orang tua juga perlu menghitung aspek praktis: biaya masuk, biaya bulanan, perlengkapan, transportasi, kesehatan, kunjungan orang tua, dan kemungkinan biaya tambahan. Jangan sampai pilihan pendidikan yang baik justru menimbulkan tekanan finansial keluarga. Pendidikan anak membutuhkan kesinambungan; kemampuan keluarga mempertahankan pembiayaan selama masa pendidikan merupakan bagian penting dari perencanaan.
  9. Pondok Pesantren Al-Mujahidin Balikpapan — Nilai 76
    • Pondok Pesantren Al-Mujahidin Balikpapan, Kalimantan Timur, tercantum dengan skor 76 dan predikat B/Jayyid Jiddan/Baik Sekali. Perbedaan skor dengan pesantren lain dalam daftar tidak dengan sendirinya berarti bahwa pesantren tersebut tidak cocok untuk seorang anak.
    • Orang tua perlu memahami bahwa peringkat atau skor akreditasi bukan pengganti proses mengenal pesantren secara langsung. Anak mungkin memiliki kebutuhan tertentu yang justru lebih sesuai dengan lingkungan, jarak, biaya, pendekatan pendidikan, atau budaya pesantren tertentu. Karena itu, keputusan sebaiknya didasarkan pada kombinasi data akreditasi dan kebutuhan individual anak.
  10. Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta
    • Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta layak ditempatkan sebagai nomor 10 dalam daftar gabungan pesantren Muhammadiyah unggulan, dengan catatan bahwa posisinya bukan berdasarkan skor akreditasi 2025, melainkan karena tercantum dalam daftar 32 pesantren Muhammadiyah unggulan dan rujukan yang diterbitkan LP2 PP Muhammadiyah. Dalam daftar tersebut, Mu’allimin bahkan berada pada urutan pertama.
    • Mu’allimin merupakan lembaga pendidikan kader Muhammadiyah yang memiliki sejarah panjang sejak 1918 dan didirikan dalam tradisi pendidikan yang dirintis KH Ahmad Dahlan. Muhammadiyah menyebutnya sebagai lembaga kader dan pendidikan yang telah melahirkan kader persyarikatan, umat, dan bangsa. Mu’allimin juga memiliki pengakuan dan kerja sama pendidikan internasional, termasuk dengan Cambridge Assessment International Education dan jalur muadalah dengan Universitas Al-Azhar Kairo.

 

PESANTREN MUHAMMADIYAH UNGGULAN DAN RUJUKAN NASIONAL

No. Pesantren Lokasi Karakteristik/Keunggulan
10 Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta Yogyakarta Kaderisasi ulama dan pemimpin
11 Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Yogyakarta Pendidikan kader perempuan
12 Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah Paciran, Lamongan Pesantren besar, pendidikan berjenjang, tahfiz dan bahasa
13 Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo Sukoharjo Pesantren modern dan kaderisasi
14 Pondok Pesantren MBS Yogyakarta Yogyakarta Model Muhammadiyah Boarding School
15 SPEAM Muhammadiyah Pasuruan Pendidikan pesantren dan kewirausahaan
16 MBS Ki Bagus Hadikusumo Bogor Boarding school dan kaderisasi
17 Pesantren Modern Muhammadiyah Kwala Madu Sumatera Utara Pesantren modern
18 Pesantren Modern Al-Kautsar Muhammadiyah Harau Sumatera Barat Pendidikan pesantren modern
19 MBS Bireuen Aceh Pesantren Muhammadiyah berbasis boarding
20 Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang Pendidikan Islam dan kaderisasi
21 Darul Arqam Muhammadiyah Serang Banten Kaderisasi dan pendidikan pesantren
22 SMA Trensains Muhammadiyah Sragen Sragen Integrasi Al-Qur’an, sains dan teknologi
23 ‘Aisyiyah Boarding School Bandung Bandung Pendidikan boarding school putri
24 PTQ ‘Aisyiyah Ponorogo Ponorogo Pendidikan dan tahfiz Al-Qur’an
25 Pesantren Muhammadiyah Al-Mujahidin Gunungkidul Gunungkidul Pendidikan dan kaderisasi
26 Pesantren Modern Wiriosoedarmo Muhammadiyah Gombong Pesantren modern
27 Pesantren Amanah Muhammadiyah Tasikmalaya Pendidikan pesantren dan kaderisasi
28 Pondok Modern Darul Arqam Patean, Kendal Pendidikan pesantren modern
29 International Muhammadiyah Boarding School Miftahul Ulum Pekajangan Boarding school dan orientasi internasional
30 Pesantren At-Tajdid Muhammadiyah Tasikmalaya Pendidikan Islam dan kaderisasi
31 Pesantren Almatera Temanggung Pendidikan pesantren
32 Pondok Pesantren Istiqamah Muhammadiyah Samarinda Pendidikan dan kaderisasi
33 Pesantren Tahfizhul Qur’an Mu’allimin Muhammadiyah Sawah Dangka Fokus tahfiz Al-Qur’an

Daftar tersebut merujuk pada daftar pesantren unggulan dan rujukan yang dipublikasikan Muhammadiyah, bukan urutan peringkat 10–33 berdasarkan nilai.

Khusus beberapa pesantren yang memiliki karakter sangat menonjol

  • Mu’allimin dan Mu’allimaat Yogyakarta dapat ditempatkan sebagai lembaga kaderisasi yang memiliki sejarah panjang dalam pendidikan Muhammadiyah. Muhammadiyah sendiri menyebut keduanya sebagai institusi yang diarahkan untuk menyiapkan kader persyarikatan, umat, dan bangsa.
  • Karangasem Muhammadiyah Paciran merupakan salah satu pesantren Muhammadiyah yang telah berdiri sejak 1948 dan berkembang dengan pendidikan berjenjang dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Pesantren ini juga mengembangkan tahfiz, bahasa asing, prestasi akademik, serta jejaring kerja sama pendidikan.
  • Trensains Muhammadiyah Sragen memiliki karakter berbeda karena mengintegrasikan pendidikan Al-Qur’an dengan sains dan teknologi. Muhammadiyah menyebutnya sebagai model pesantren integrasi Al-Qur’an dan sains. Pada 2026, SMA Trensains Muhammadiyah Sragen juga termasuk salah satu SMA Muhammadiyah yang ditetapkan sebagai SMA Unggul Garuda Transformasi.
  • PMI Dea Malela, Sumbawa, juga layak dimasukkan sebagai pesantren rujukan ketika membahas model pendidikan Muhammadiyah yang berorientasi internasional, integrasi Islam dengan sains-teknologi, dan pengembangan pesantren sebagai pusat keunggulan. Muhammadiyah bahkan menjadikan PMI Dea Malela sebagai lokasi Rakornasus LP2 pada 2025 untuk membahas transformasi pesantren sebagai pusat keunggulan dan peradaban.

TIPS MEMILIH PESANTREN UNTUK ANAK

  1. Jangan memilih hanya berdasarkan peringkat. Akreditasi penting sebagai salah satu indikator mutu, tetapi bukan satu-satunya ukuran. Pertimbangkan kurikulum, guru, pembina asrama, karakter pendidikan, keamanan, kesehatan, fasilitas, prestasi, dan budaya pesantren.
  2. Kenali karakter anak. Anak yang mandiri dan mudah beradaptasi mungkin lebih siap menghadapi kehidupan asrama. Anak yang masih sangat bergantung pada orang tua mungkin membutuhkan persiapan lebih panjang. Jangan memaksakan pesantren hanya karena orang tua menyukainya.
  3. Datang langsung ke pesantren. Jika memungkinkan, lakukan kunjungan sebelum mendaftar. Amati kebersihan kamar, kamar mandi, tempat makan, ruang belajar, masjid, fasilitas kesehatan, keamanan, dan interaksi santri dengan pengasuh.
  4. Tanyakan sistem perlindungan anak. Ini sangat penting. Tanyakan bagaimana pesantren menangani bullying, kekerasan fisik, kekerasan verbal, pelecehan seksual, konflik antarsantri, pelanggaran disiplin, dan kondisi darurat kesehatan.
  5. Periksa keseimbangan pendidikan. Cari tahu apakah pendidikan agama berjalan bersama pendidikan umum, literasi, sains, bahasa, teknologi, olahraga, seni, dan keterampilan hidup. Dunia masa depan membutuhkan anak yang bukan hanya saleh, tetapi juga kompeten.
  6. Perhatikan kesehatan dan tidur santri. Tanyakan jadwal harian secara konkret. Jam tidur, waktu makan, olahraga, kebersihan, layanan kesehatan, dan waktu istirahat merupakan bagian penting dari perkembangan anak.
  7. Tanyakan komunikasi dengan orang tua. Cari tahu kapan orang tua dapat menghubungi anak, bagaimana laporan perkembangan diberikan, bagaimana orang tua dilibatkan ketika anak menghadapi masalah, dan siapa yang menjadi kontak darurat.
  8. Hitung biaya secara keseluruhan. Jangan hanya bertanya tentang uang masuk. Hitung SPP, makan, seragam, buku, kegiatan, transportasi, kesehatan, perlengkapan asrama, dan biaya lain selama anak belajar.
  9. Tanyakan alumni dan hasil pendidikan. Cari tahu ke mana lulusan melanjutkan pendidikan dan bagaimana karakter alumninya. Namun, jangan hanya melihat alumni yang paling berprestasi; tanyakan juga gambaran umum perjalanan lulusan.
  10. Libatkan anak dalam keputusan. Anak perlu mengetahui mengapa ia memilih pesantren, apa aturan yang akan dijalani, bagaimana kehidupan asrama, dan apa yang diharapkan darinya. Pilihan yang dipahami dan diterima anak biasanya lebih mudah dijalani daripada pilihan yang hanya diputuskan orang tua.

PENUTUP

  • Pesantren bukan sekadar tempat anak belajar menghafal ayat, kitab, atau pelajaran sekolah. Pesantren adalah ruang kehidupan—tempat anak belajar bangun ketika lelah, bersabar ketika berbeda, disiplin ketika tidak diawasi, bertanggung jawab ketika melakukan kesalahan, dan tetap berbuat baik ketika tidak ada yang melihat.
  • Akreditasi memberi kita angka; tetapi pendidikan memberi kita manusia. Karena itu, jangan hanya mencari pesantren dengan nilai tinggi. Carilah lingkungan yang membantu anak menjadi berilmu, beriman, berakhlak, sehat, mandiri, tangguh, mampu berpikir kritis, dan bermanfaat bagi sesama. Sebab pada akhirnya, keberhasilan pendidikan bukan hanya tentang seberapa tinggi nilai seorang anak, tetapi tentang seberapa baik ia menggunakan ilmu, iman, dan kehidupannya untuk menghadirkan kebaikan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *