MAB Portal Islam

MASJID AL-FALAH BENHIL JAKARTA. “Dari Masjid untuk Umat, Menebarkan Ilmu dan Kebaikan”

FATWA MUI: ZAKAT ATAS HARTA HARAM. Mengapa Harta Haram Tidak Wajib Dizakati?

⚖️ FATWA MUI: ZAKAT ATAS HARTA HARAM. Mengapa Harta Haram Tidak Wajib Dizakati?

Fatwa Komisi Fatwa MUI yang ditetapkan 17 Maret 2011 menegaskan bahwa zakat hanya ditunaikan dari harta yang halal, baik dari zat hartanya maupun dari cara memperolehnya.

📌 Pokok Ketetapan MUI

1. Zakat wajib dari harta halal

  • Harta yang dizakati harus halal zatnya dan cara memperolehnya.

2. Harta haram bukan objek zakat

  • Harta yang diperoleh melalui pencurian, korupsi, penipuan, atau usaha yang haram tidak menjadi objek wajib zakat.

3. Harta haram tidak dapat “dibersihkan” dengan zakat

Zakat bukan mekanisme untuk menjadikan harta haram menjadi halal. Pemiliknya justru wajib bertaubat dan melepaskan diri dari harta haram tersebut.

📖 Dalil Al-Qur’an

Allah SWT berfirman:

  • يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ
    “Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik.” (QS. Al-Baqarah: 267)
  • Ayat ini menunjukkan bahwa harta yang dikeluarkan untuk ibadah harus berasal dari hasil yang baik dan halal.

Allah juga berfirman:

  • وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ
    “Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil.”(QS. Al-Baqarah: 188)

🕌 Dalil Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

  • إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا
    “Sesungguhnya Allah itu Mahabaik dan tidak menerima kecuali yang baik.” (HR. Muslim)
  • Hadis ini menjadi prinsip penting bahwa ibadah dan amal kebajikan harus berasal dari sesuatu yang halal dan baik.

🔄 Bagaimana Cara Melepaskan Harta Haram?

A. Jika harta berasal dari mengambil hak orang lain

  • Contohnya mencuri, korupsi, merampas atau menipu. Harta tersebut wajib dikembalikan kepada pemiliknya secara utuh.
  • Jika pemiliknya tidak ditemukan, menurut fatwa MUI, harta tersebut digunakan untuk kemaslahatan umum.

B. Jika berasal dari usaha yang haram

  • Contohnya hasil perdagangan minuman keras atau bunga/riba. Menurut fatwa MUI, hasil usaha haram tersebut, bukan pokok modalnya, digunakan seluruhnya untuk kemaslahatan umum.

⚠️ Penting: Zakat ≠ Penyucian Harta Haram

  • Tidak tepat mengatakan:
  • “Saya punya uang haram, lalu saya keluarkan 2,5% sebagai zakat agar uang tersebut menjadi halal.”
  • Menurut fatwa MUI, harta haram bukan objek zakat. Yang harus dilakukan adalah taubat, menghentikan sumber keharaman, dan melepaskan harta haram sesuai jenisnya.

🔑 Kesimpulan

  • Zakat adalah ibadah yang ditunaikan dari harta halal, bukan sarana mencuci harta haram. Harta yang diperoleh secara haram tidak wajib dizakati. Pemiliknya wajib bertaubat, mengembalikan hak kepada pemiliknya jika diketahui, atau menyalurkannya untuk kemaslahatan umum apabila pemiliknya tidak dapat ditemukan.
  • Fatwa MUI ditetapkan di Jakarta, 17 Maret 2011 / 12 Rabiul Akhir 1432 H.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *