KISAH INSPIRATIF: Sedekah dari Uang Receh
Hujan baru saja reda ketika Fajar keluar dari kantor. Hari itu bukan hari yang mudah. Gajinya belum masuk, dompetnya hampir kosong, dan uang yang tersisa hanya beberapa lembar ribuan serta recehan untuk ongkos pulang. Di depan sebuah minimarket, langkahnya terhenti. Seorang ibu tua duduk di trotoar bersama anak kecil yang tampak lelah. Di depannya ada gelas plastik berisi beberapa keping uang.
Fajar merogoh saku. Ia menghitung uangnya. “Kalau ini aku kasih, pulangnya naik apa?” gumamnya. Ia sempat berjalan beberapa langkah, lalu berhenti. Hatinya seperti ditarik kembali. Ia kembali menghampiri ibu itu dan menyerahkan seluruh uang receh yang ada di tangannya.
“Bu, maaf cuma punya segini.”
Ibu itu tersenyum, matanya berkaca-kaca. “Nak, jangan lihat sedikitnya. Allah melihat keikhlasannya.”
Fajar mengangguk, lalu berjalan pulang. Malam itu ia harus berjalan kaki cukup jauh. Anehnya, ia tidak merasa kehilangan. Justru hatinya terasa ringan.
Sesampainya di rumah, ponselnya berbunyi. Sebuah pesan masuk dari nomor yang sudah lama tidak ia hubungi. Seorang mantan klien membayar pekerjaan lama yang sempat ia anggap tidak akan pernah dibayar. Jumlahnya cukup besar untuk memenuhi kebutuhan beberapa bulan.
Fajar terdiam lama. Air matanya perlahan jatuh.
Ia teringat uang receh yang diberikan sore tadi.
“Ya Allah… ternyata Engkau tidak pernah menyia-nyiakan kebaikan.”
Sejak hari itu, Fajar tidak pernah lagi malu bersedekah hanya karena jumlahnya kecil. Ia memahami bahwa sedekah bukan tentang seberapa banyak yang diberikan, tetapi seberapa tulus hati ketika melepaskannya.
Sebab bisa jadi, uang receh yang kita anggap tidak berarti di bumi, justru menjadi amal yang sangat berarti di langit.










Leave a Reply