MAB

MAB (MASJID AL-FALAH BENHIL) JAKARTA. Ilmu, Ibadah, dan Amal: untuk Semua Generasi dan Semua Kalangan

Kecanduan Media Sosial dan Teknologi: Perspektif Islam dan Sains Kedokteran Terkini

Widodo Judarwanto, dr , pediatrician

Kecanduan media sosial dan teknologi sekarang jadi masalah besar di kalangan remaja. Di dunia yang makin terhubung secara digital, banyak remaja yang kebablasan pakai media sosial dan gadget, sampe lupa kewajiban agama, sosial, dan kegiatan yang lebih bermanfaat. Dalam Islam, teknologi itu harus dipake dengan bijak, nggak berlebihan, dan nggak sampe ganggu kewajiban agama atau hubungan sosial. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, “Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 168). Ini ngingetin kita buat nggak terjebak dalam hal-hal yang bisa merusak hidup kita, termasuk kecanduan teknologi yang bisa jadi jalan setan buat ngerusak kita.

Nabi Muhammad SAW juga neladanin kita buat bijak ngatur waktu. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud, Nabi SAW bersabda, “Nggak ada yang lebih baik buat seorang hamba selain waktunya yang dipake buat ibadah sama bantu orang lain.” (HR. Al-Bukhari). Jadi, Islam ngajarin kita buat jaga waktu dengan baik dan nggak terjebak dalam hal-hal yang nggak produktif atau malah merugikan, kayak kecanduan media sosial.

Perspektif Sains Kedokteran:

Kecanduan media sosial dan teknologi telah mendapat perhatian serius dari para ilmuwan dan profesional kesehatan. Penelitian terkini menunjukkan bahwa kecanduan media sosial dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan fisik dan mental. Salah satu dampak utama dari kecanduan media sosial adalah gangguan tidur. Penggunaan gadget yang berlebihan, terutama sebelum tidur, dapat menyebabkan gangguan ritme sirkadian tubuh, yang pada gilirannya mempengaruhi kualitas tidur. Selain itu, kecanduan media sosial juga dapat menyebabkan penurunan kualitas hubungan sosial, karena remaja lebih cenderung berinteraksi secara virtual daripada bertatap muka dengan orang lain, yang dapat mengurangi keterampilan sosial mereka.

Dampak psikologis dari kecanduan media sosial juga tidak bisa diabaikan. Penelitian menunjukkan bahwa kecanduan terhadap media sosial dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan dan depresi, terutama di kalangan remaja. Media sosial sering kali memunculkan perasaan tidak puas dengan diri sendiri karena perbandingan sosial yang tidak realistis. Penurunan harga diri dan kecemasan yang ditimbulkan oleh media sosial dapat memperburuk masalah kesehatan mental. Oleh karena itu, pengaturan waktu layar yang bijaksana, serta meningkatkan kegiatan fisik dan interaksi sosial yang sehat, sangat penting untuk mengurangi dampak negatif dari kecanduan teknologi.

Manifestasi Masalah dan Penanganannya:

Manifestasi Masalah:

  1. Gangguan Tidur: Penggunaan media sosial yang berlebihan, terutama sebelum tidur, dapat mengganggu pola tidur remaja, menyebabkan insomnia dan kelelahan yang berkelanjutan.
  2. Penurunan Kualitas Hubungan Sosial: Kecanduan media sosial dapat mengurangi interaksi sosial tatap muka, menyebabkan kesulitan dalam membangun hubungan yang sehat dan mendalam.
  3. Gangguan Kesehatan Mental: Kecanduan media sosial dapat meningkatkan risiko kecemasan, depresi, dan gangguan stres pascatrauma (PTSD), terutama akibat perbandingan sosial yang tidak realistis dan cyberbullying.
  4. Penurunan Produktivitas: Waktu yang dihabiskan di media sosial dapat mengalihkan perhatian remaja dari kegiatan yang lebih produktif, seperti belajar, bekerja, atau beribadah.

Penanganan Menurut Islam dan Sains Kedokteran Terkini:

  1. Islam: Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga waktu dan tidak terjebak dalam hal-hal yang merugikan. Salah satu cara untuk mengatasi kecanduan media sosial adalah dengan mengatur waktu penggunaan teknologi dan memastikan bahwa itu tidak mengganggu kewajiban agama seperti salat, membaca Al-Qur’an, dan beribadah. Masjid dapat berperan dalam memberikan edukasi kepada remaja tentang pentingnya menjaga keseimbangan dalam kehidupan digital dan spiritual.
  2. Sains Kedokteran: Penelitian terkini menyarankan pengaturan waktu layar yang bijaksana, yaitu dengan menetapkan batasan waktu penggunaan media sosial. Kegiatan fisik, seperti olahraga, juga dapat membantu mengurangi kecanduan teknologi dan meningkatkan kesehatan mental. Selain itu, terapi kognitif perilaku (CBT) dan konseling psikologis dapat digunakan untuk membantu remaja yang mengalami gangguan kecemasan dan depresi akibat kecanduan media sosial.

Tabel Gejala Kecanduan Media Sosial dan Penanganan Menurut Islam dan Sains Kedokteran:

Gejala Kecanduan Media Sosial Penanganan Menurut Islam Penanganan Menurut Sains Kedokteran
Gangguan Tidur Mengatur waktu tidur dan menjaga keseimbangan waktu ibadah Mengurangi penggunaan media sosial sebelum tidur, tidur yang cukup
Penurunan Kualitas Hubungan Sosial Mengutamakan interaksi sosial secara langsung Meningkatkan interaksi sosial tatap muka, terapi sosial
Gangguan Kesehatan Mental (Depresi, Kecemasan) Meningkatkan kesadaran tentang bahaya kecanduan, memperbanyak ibadah Terapi psikologis, seperti CBT, serta dukungan sosial
Penurunan Produktivitas Menjaga waktu agar tidak terbuang sia-sia, berfokus pada tujuan hidup Pengaturan waktu penggunaan teknologi, meningkatkan aktivitas fisik

Daftar Pustaka:

  1. Al-Qur’an Al-Karim, Surah Al-Baqarah: 168.
  2. Al-Bukhari, Hadis Sahih, “Seorang Muslim adalah orang yang selamat dari lisan dan tangannya.”
  3. American Psychological Association. (2020). The Impact of Social Media on Mental Health. Retrieved from www.apa.org
  4. Kuss, D. J., & Griffiths, M. D. (2017). Social Networking Sites and Addiction: Ten Lessons Learned. International Journal of Environmental Research and Public Health, 14(3), 311. https://doi.org/10.3390/ijerph14030311
  5. Twenge, J. M., & Campbell, W. K. (2018). Association of Smartphone Use with Depression and Anxiety in Adolescents. JAMA, 320(3), 259–266. https://doi.org/10.1001/jama.2018.8836
  6. Griffiths, M. D. (2019). Social Media Addiction: Emerging Trends in Research and Practice. Journal of Behavioral Addictions, 8(3), 469–477. https://doi.org/10.1556/2006.8.2019.44
  7. Sultan, A., & Badr, H. (2019). The Role of Islamic Teachings in Preventing Addiction to Social Media among Youth. International Journal of Social Science and Humanity, 9(4), 123-128. https://doi.org/10.18178/ijssh.2019.9.4.673

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *