MAB

MAB (MASJID AL-FALAH BENHIL) JAKARTA. Ilmu, Ibadah, dan Amal: untuk Semua Generasi dan Semua Kalangan

KONSULTASI KESEHATAN RAMADHAN: Dok, Bagaimana Tips Minum Yang Sehat Saat Puasa Ramadhan ?

Pertanyaan:
Assalamualaikum dok, saya mau tanya nih, banyak orang bingung soal minum saat puasa Ramadhan, ada yang bilang harus banyak minum sekaligus saat berbuka, ada juga yang bilang cukup sedikit saja, terus minuman apa yang paling sehat, berapa banyak air yang ideal, dan gimana tips minum agar tetap segar, tidak cepat lemas, dan tubuh tetap sehat selama puasa? Banyak yang bertanya apakah susu atau jus harus dikonsumsi saat puasa agar tubuh tetap sehat.

Jawaban dr Widodo Judarwanto, pediatrician:
Waalikum salam warahmatullah wabarakatuh , semoga sehat selalu dan Allah senantiasa melimpahkan keberkahan, menjaga tubuh dari dehidrasi dan lemas, serta memudahkan setiap ibadah di bulan Ramadhan. Selama puasa, asupan air yang cukup sangat penting untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal. Para ahli gizi merekomendasikan minum sekitar 8 gelas atau 2 liter air antara waktu berbuka dan sahur, dibagi secara merata, bukan diminum sekaligus. Minum terlalu banyak sekaligus justru bisa membebani ginjal dan membuat tubuh terasa kembung.

Tips praktis, awali dengan 1–2 gelas air saat berbuka untuk mengganti cairan yang hilang sepanjang siang. Setelah itu, minum air secara bertahap, misalnya satu gelas setiap 1–2 jam hingga menjelang sahur. Saat sahur, sebaiknya minum 1–2 gelas air lagi sebelum imsak untuk menjaga hidrasi sepanjang siang. Pilih minuman sehat seperti air putih, infused water, atau air hangat. Hindari minuman manis berlebihan, soda, atau kopi/teh terlalu pekat karena bisa meningkatkan risiko dehidrasi.

Selain air putih, konsumsi buah-buahan dengan kandungan air tinggi seperti semangka, melon, atau jeruk juga membantu menambah cairan dan elektrolit alami. Minum secara perlahan dan teratur membuat tubuh tetap segar, mengurangi rasa haus di siang hari, dan menjaga metabolisme tetap optimal. Dengan strategi ini, energi lebih stabil, risiko lemas berkurang, dan tubuh tetap sehat selama puasa Ramadhan.

Secara ilmiah, susu dan jus bukanlah keharusan, tetapi bisa menjadi tambahan bergizi. Susu mengandung protein, kalsium, dan vitamin D yang penting untuk tulang dan pemeliharaan otot, sementara jus buah segar memberikan vitamin, mineral, dan sedikit gula alami untuk energi cepat. Namun, konsumsi harus bijak: jus sebaiknya tidak mengandung gula tambahan berlebihan, dan susu dianjurkan rendah lemak atau susu segar untuk menghindari kalori berlebih.

Dari sisi kesehatan, beberapa herbal atau jamu memang memiliki manfaat, misalnya membantu pencernaan atau meningkatkan energi, tetapi efek ini baru terasa jika diminum setelah berbuka atau saat sahur, bukan saat siang hari. Kopi dan teh mengandung kafein yang bersifat diuretik, sehingga jika diminum saat berbuka bisa membantu mengurangi rasa kantuk ringan, tetapi jika diminum berlebihan bisa menyebabkan dehidrasi. Penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi kafein berlebihan saat puasa bisa meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah sementara, sehingga konsumsi sebaiknya dibatasi.

Tips praktis, untuk tetap merasakan manfaat jamu dan herbal, minumlah setelah berbuka atau sebelum sahur, dan pilih yang tanpa gula tambahan agar tidak meningkatkan kalori berlebih. Kopi atau teh sebaiknya juga diminum secara moderat, maksimal satu gelas saat sahur atau berbuka. Dengan pendekatan ini, tubuh tetap terhidrasi, manfaat herbal tetap didapat, dan puasa tetap sah sesuai syariat. Semoga Allah memberi kesehatan, kekuatan, dan keberkahan pada setiap ibadah.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tubuh lebih efisien memanfaatkan nutrisi dari air, karbohidrat kompleks, protein, dan serat saat sahur dan berbuka, sedangkan susu dan jus bersifat pelengkap untuk menambah variasi dan kecukupan gizi. Jika tubuh sudah mendapat asupan cukup dari makanan utuh seperti buah, sayur, telur, kacang-kacangan, dan karbohidrat kompleks, konsumsi susu atau jus bersifat opsional. Konsumsi yang tepat justru bisa membantu hidrasi tambahan, memberi energi cepat saat berbuka, dan menjaga keseimbangan nutrisi tanpa membebani sistem pencernaan. Dengan pendekatan ini, tubuh tetap bugar, energi stabil, dan metabolisme optimal selama puasa.

10 Tips Minum Sehat Selama Puasa:

  • Minum 1–2 gelas air saat berbuka.
  • Minum air secara bertahap setiap 1–2 jam setelah berbuka.
  • Minum 1–2 gelas air saat sahur sebelum imsak.
  • Pilih air putih sebagai minuman utama.
  • Tambahkan infused water atau air hangat untuk variasi.
  • Konsumsi buah kaya air untuk tambahan hidrasi alami.
  • Hindari minuman manis berlebihan saat berbuka.
  • Batasi minuman berkafein agar tidak dehidrasi.
  • Minum perlahan, jangan sekaligus banyak.
  • Perhatikan warna urine, pastikan tetap terang sebagai tanda hidrasi cukup.

Semoga Allah menjaga kesehatan, memberi energi, dan memudahkan setiap ibadah di bulan suci ini. Jazakallahu khairan wabarakallahu fiik.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *