MAB MASJID AL-FALAH BENHIL

MAB PORTAL ISLAM: “Dari Masjid untuk Umat, Berbagi Ilmu dan Kebaikan”

YESUS, ISA, DAN AL-MASIH: Menelusuri Identitas Tokoh yang Sama dalam Bible dan Al-Qur’an

YESUS, ISA, DAN AL-MASIH: Menelusuri Identitas Tokoh yang Sama dalam Bible dan Al-Qur’an

Dalam perspektif Islam, Isa dan Yesus/Jesus merujuk kepada tokoh yang sama, yaitu Isa putra Maryam yang dalam Al-Qur’an disebut Al-Masih. Dalam tradisi Kristen, tokoh tersebut dikenal sebagai Jesus Christ, sementara istilah Christ berkaitan dengan Messiah, yaitu Mesias. Al-Qur’an secara eksplisit menyebut Al-Masih Isa putra Maryam dalam QS Ali ‘Imran ayat 45 dan menyebutnya sebagai Rasul Allah dalam QS An-Nisa ayat 171. Kajian ini menelusuri sejumlah data tekstual dari Bible dan Al-Qur’an mengenai nama, gelar, dan identitas Yesus/Isa, sekaligus menunjukkan bahwa persamaan tokoh tidak berarti persamaan doktrin. Islam dan Kekristenan memiliki titik temu mengenai tokoh yang dibicarakan, tetapi berbeda secara mendasar dalam memahami hakikat dan kedudukannya. Dengan demikian, kajian terhadap Yesus dan Isa perlu dilakukan secara objektif, berbasis teks, serta menghormati perbedaan teologis kedua tradisi agama.

Pendahuluan

Yesus dalam tradisi Kristen dan Isa dalam Al-Qur’an sering dipahami sebagai dua nama yang berasal dari dua tradisi keagamaan yang berbeda, padahal keduanya merujuk kepada tokoh yang sama dalam sejarah agama. Perbedaan penyebutan terutama berkaitan dengan perkembangan bahasa dan tradisi tekstual: Jesus dalam bahasa Inggris, Yesus dalam bahasa Indonesia, dan ‘Isa dalam bahasa Arab Al-Qur’an. Demikian pula, gelar Christ/Messiah dalam tradisi Kristen memiliki padanan makna dengan Al-Masih dalam Al-Qur’an. QS Ali ‘Imran 3:45 secara jelas menyebut “Al-Masih, Isa putra Maryam”, sementara Perjanjian Baru menggunakan sebutan Jesus Christ dan menghubungkan Yesus dengan gelar Messiah. Namun, persamaan identitas tokoh tersebut tidak otomatis berarti kesamaan keyakinan teologis. Justru di sinilah pentingnya kajian yang membedakan antara siapa tokohnya dan bagaimana masing-masing agama memahami tokoh tersebut. Islam mengakui Isa sebagai Al-Masih, putra Maryam, dan Rasul Allah, sedangkan Kekristenan memiliki pemahaman teologis mengenai Yesus yang berbeda mengenai identitas dan kedudukannya. Oleh karena itu, membandingkan Bible dan Al-Qur’an secara hati-hati dapat membantu memperjelas titik temu sekaligus memahami perbedaan tanpa mencampuradukkan doktrin kedua agama.

10 data dan fakta dari Bible dan Al-Qur’an

  1. Yesus disebut Messiah dalam Bible.
    Matius 1:16 menyebut “Jesus who is called the Messiah/Christ.”
  2. “Messiah” dan “Christ” merupakan padanan gelar.
    Yohanes 1:41 menyatakan bahwa Messiah diterjemahkan sebagai Christ. Jadi Yesus = Messiah = Christ dalam terminologi Perjanjian Baru.
  3. Yesus disebut “Christ/Messiah” sejak pemberitaan kelahirannya.
    Lukas 2:11 menyebut bahwa telah lahir seorang Juruselamat, “Christ the Lord”; sejumlah terjemahan modern menerjemahkannya sebagai “Messiah.”
  4. Tokoh yang disebut Messiah dalam Bible adalah Yesus.
    Dengan demikian, ketika Bible berbicara tentang Jesus Christ, kata Christ bukan nama keluarga, melainkan gelar yang berarti Mesias/Messiah.
  5. Al-Qur’an secara eksplisit menggabungkan nama Isa dan gelar Al-Masih.
    QS Ali ‘Imran 3:45 menyebut: ٱلْمَسِيحُ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ — Al-Masīḥu ‘Īsā ibnu Maryam, “Al-Masih Isa putra Maryam.”
  6. Al-Qur’an juga menyebut “Al-Masih Isa putra Maryam” sebagai Rasul Allah.
    QS An-Nisa 4:171 menyatakan: إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ — “Sesungguhnya Al-Masih Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah.”
  7. Jadi “Al-Masih” bukan nama orang yang berbeda dari Isa.
    Struktur QS 3:45 sangat jelas: Al-Masih = Isa = putra Maryam. Ini menunjukkan bahwa dalam Al-Qur’an, Al-Masih adalah gelar yang melekat pada Isa.
  8. Al-Qur’an menyebut Isa sebagai Al-Masih berkali-kali.
    Pencarian teks Al-Qur’an menunjukkan penggunaan Al-Masih dalam sejumlah ayat, antara lain 3:45, 4:157, 4:171–172, 5:17, 5:72, 5:75, 9:30–31.
  9. Bible dan Al-Qur’an sama-sama menghubungkan tokoh tersebut dengan Maryam/Mary.
    Matius 1:16 menyebut Jesus lahir dari Mary, sedangkan Al-Qur’an berulang kali menggunakan identitas Isa ibn Maryam.
  10. Persamaannya ada pada identitas dan gelar; perbedaannya ada pada teologi.
    Islam mengakui Isa Al-Masih sebagai utusan Allah dan menolak ketuhanan Isa. QS An-Nisa 4:171 secara eksplisit menyebutnya Rasul Allah dan memperingatkan agar tidak mengatakan “tiga”. Sementara Perjanjian Baru menggunakan gelar Christ/Messiah untuk Yesus dan, dalam tradisi Kristen, gelar tersebut mempunyai makna teologis yang berbeda.

Kesimpulan singkat

YESUS = JESUS = ISA
CHRIST = MESSIAH = AL-MASIH

YESUS = JESUS = ISA; CHRIST = MESSIAH = AL-MASIH. Dengan demikian, Isa Al-Masih dalam Al-Qur’an dan Jesus Christ/Messiah dalam Bible menunjuk kepada tokoh yang sama dalam sejarah agama, meskipun nama dan istilahnya berkembang dalam bahasa serta tradisi yang berbeda. Persamaan identitas tokoh ini tidak berarti persamaan keyakinan, karena Islam dan Kekristenan memiliki pemahaman teologis yang berbeda secara mendasar mengenai hakikat, kedudukan, dan misi Isa/Yesus.

Kesimpulan

Yesus/Jesus dalam tradisi Kristen dan Isa Al-Masih dalam Al-Qur’an merujuk kepada tokoh yang sama, meskipun nama dan istilahnya berkembang dalam lingkungan bahasa serta tradisi yang berbeda. Bible mengenalnya sebagai Jesus Christ, sedangkan Al-Qur’an menyebutnya Al-Masih Isa ibn Maryam. Kesamaan identitas tersebut merupakan titik temu penting dalam dialog Islam dan Kristen, tetapi tidak menghapus perbedaan teologis mengenai hakikat dan kedudukan Isa/Yesus. Dalam Islam, Isa Al-Masih adalah putra Maryam dan Rasul Allah, sedangkan dalam doktrin Kristen arus utama, Yesus dipahami dalam kerangka iman Kristen mengenai Kristus dan keilahian-Nya. Karena itu, memahami Yesus dan Isa secara jernih berarti mengakui persamaan tokohnya sekaligus memahami perbedaan keyakinan tentang dirinya—dengan ilmu, ketelitian, dan penghormatan terhadap masing-masing tradisi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *