MAB Portal Islam

MASJID AL-FALAH BENHIL JAKARTA. “Dari Masjid untuk Umat, Menebarkan Ilmu dan Kebaikan”

BAB BERDARAH SELAMA 3 BULAN PADA ANAK USIA 3 TAHUN

BAB BERDARAH SELAMA 3 BULAN PADA ANAK USIA 3 TAHUN

Tanya

Anak saya berusia 3 tahun dan sudah mengalami BAB berdarah selama sekitar 3 bulan. Darah kadang terlihat pada feses atau setelah anak BAB, sehingga saya khawatir apakah kondisi tersebut hanya disebabkan oleh sembelit dan luka di anus, atau dapat menjadi tanda penyakit pada usus. Apa saja penyebab BAB berdarah yang perlu dipikirkan pada anak usia 3 tahun, bagaimana membedakan masing-masing penyebab berdasarkan warna dan karakter darah, konsistensi feses, nyeri, diare, lendir, serta gangguan pertumbuhan, pemeriksaan apa yang diperlukan untuk mencari sumber perdarahan, dan bagaimana menentukan pengobatan yang tepat berdasarkan penyebabnya?

Jawab

BAB berdarah selama 3 bulan pada anak usia 3 tahun bukan kondisi yang sebaiknya dianggap normal atau hanya diobati berdasarkan gejalanya. Fisura ani akibat konstipasi memang merupakan salah satu penyebab yang sering, tetapi perdarahan yang berlangsung atau berulang selama 3 bulan harus dievaluasi untuk memastikan tidak terdapat penyebab lain seperti polip usus, infeksi, penyakit radang usus, atau kelainan saluran cerna lainnya.

Kemungkinan penyebab

Kemungkinan penyebab Gambaran yang sering ditemukan Petunjuk yang mendukung
Fisura ani akibat konstipasi Darah merah segar pada permukaan feses atau tisu Feses keras, mengejan, BAB nyeri, anak menahan BAB
Polip kolorektal Darah merah segar berulang Dapat terjadi tanpa nyeri dan tanpa konstipasi
Infeksi saluran cerna Darah bercampur feses, dapat disertai lendir Diare, demam, kram/nyeri perut
Penyakit radang usus (IBD) Darah dan/atau lendir berulang Diare kronis, nyeri perut, berat badan sulit naik, gangguan pertumbuhan
Inflamasi/alergi saluran cerna Perdarahan dapat terjadi pada kondisi tertentu Hubungan dengan makanan perlu dinilai secara hati-hati dan diagnosis lain perlu disingkirkan
Kelainan saluran cerna lainnya Pola perdarahan bervariasi Bergantung lokasi dan jenis kelainan

Warna darah juga memberikan petunjuk

Karakter perdarahan Kemungkinan sumber
Merah segar di permukaan feses Sering berasal dari anus/rektum, misalnya fisura
Merah segar bercampur feses Perdarahan dari bagian usus yang lebih proksimal atau perdarahan yang lebih signifikan
Darah + lendir Dapat ditemukan pada infeksi atau inflamasi usus
Feses hitam seperti aspal (melena) Dapat menunjukkan perdarahan saluran cerna bagian atas dan memerlukan evaluasi segera

Hal yang harus ditanyakan

Pertanyaan Mengapa penting?
Apakah darah merah segar atau hitam? Membantu memperkirakan lokasi perdarahan
Apakah darah hanya di permukaan feses? Mendukung sumber anal/rektal seperti fisura
Apakah feses keras? Mengarah ke konstipasi
Apakah anak mengejan atau menangis saat BAB? Mendukung fisura/konstipasi
Apakah terdapat diare? Mempertimbangkan infeksi atau inflamasi
Apakah terdapat lendir? Dapat menunjukkan proses inflamasi/infeksi
Apakah ada nyeri perut? Membantu menentukan kemungkinan penyebab
Apakah ada demam? Mempertimbangkan infeksi/inflamasi
Apakah berat badan sulit naik? Penting untuk menilai penyakit kronis
Apakah anak pucat atau mudah lelah? Dapat menunjukkan anemia akibat perdarahan
Apakah perdarahan terjadi setiap BAB? Menilai derajat dan pola perdarahan
Apakah terdapat riwayat keluarga IBD/polip? Dapat mengubah diagnosis banding

Pemeriksaan yang dapat dipertimbangkan

Pemeriksaan tidak harus semuanya dilakukan pada setiap anak. Pemilihannya bergantung pada hasil pemeriksaan dokter.

Pemeriksaan Tujuan
Pemeriksaan fisik Mencari fisura ani, kelainan anus, tanda penyakit sistemik
Berat badan & tinggi badan Menilai pertumbuhan
Darah lengkap Menilai anemia dan kondisi hematologis
Ferritin/status besi Menilai kemungkinan kekurangan besi
CRP/LED Membantu menilai proses inflamasi
Pemeriksaan feses Menilai kemungkinan infeksi atau kelainan lain sesuai indikasi
Fecal calprotectin Membantu menilai kemungkinan inflamasi usus
USG abdomen Dipertimbangkan bila terdapat indikasi klinis tertentu
Endoskopi/kolonoskopi Dipertimbangkan bila perdarahan menetap/berulang atau dicurigai polip, IBD, maupun kelainan organik lainnya

Prinsip pengobatan berdasarkan penyebab

Penyebab Prinsip tata laksana
Konstipasi + fisura ani Mengatasi konstipasi dan mempertahankan feses lunak sesuai tata laksana dokter
Polip Evaluasi endoskopi dan pengangkatan polip bila diindikasikan
Infeksi Terapi berdasarkan penyebab; antibiotik tidak selalu diperlukan
IBD Tata laksana khusus oleh gastroenterolog anak
Inflamasi/alergi makanan tertentu Diagnosis harus ditegakkan secara tepat; eliminasi makanan harus terarah dan mempertimbangkan kebutuhan nutrisi
Penyebab lainnya Terapi sesuai diagnosis yang ditemukan

Kapan harus segera ke rumah sakit?

Kondisi Tindakan
Darah keluar banyak Segera ke IGD
Anak sangat pucat atau lemas Segera diperiksa
Nyeri perut hebat Segera diperiksa
Muntah berulang Segera diperiksa
Demam tinggi dengan BAB berdarah Segera diperiksa
Tanda dehidrasi Segera diperiksa
Feses hitam seperti aspal Segera ke IGD
Berat badan/pertumbuhan terganggu Evaluasi dokter anak lebih lanjut

Kesimpulan

  • BAB berdarah selama 3 bulan pada anak usia 3 tahun memerlukan evaluasi medis untuk menentukan penyebabnya. Fisura ani akibat konstipasi merupakan salah satu kemungkinan, terutama bila darah merah segar muncul setelah BAB keras dan anak mengejan. Namun, perdarahan yang menetap atau berulang tanpa konstipasi yang jelas perlu menimbulkan kecurigaan terhadap polip, infeksi, IBD, atau kelainan saluran cerna lainnya. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara bertahap berdasarkan temuan klinis, dan bila perdarahan menetap tanpa penyebab yang jelas, rujukan ke dokter anak konsultan gastrohepatologi anak layak dipertimbangkan.
  • Prinsip penting: jangan hanya memberikan obat penghenti perdarahan atau langsung melakukan diet eliminasi makanan. Yang harus dicari terlebih dahulu adalah sumber dan penyebab perdarahannya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *