BAB BERDARAH SELAMA 3 BULAN PADA ANAK USIA 3 TAHUN
Tanya
Anak saya berusia 3 tahun dan sudah mengalami BAB berdarah selama sekitar 3 bulan. Darah kadang terlihat pada feses atau setelah anak BAB, sehingga saya khawatir apakah kondisi tersebut hanya disebabkan oleh sembelit dan luka di anus, atau dapat menjadi tanda penyakit pada usus. Apa saja penyebab BAB berdarah yang perlu dipikirkan pada anak usia 3 tahun, bagaimana membedakan masing-masing penyebab berdasarkan warna dan karakter darah, konsistensi feses, nyeri, diare, lendir, serta gangguan pertumbuhan, pemeriksaan apa yang diperlukan untuk mencari sumber perdarahan, dan bagaimana menentukan pengobatan yang tepat berdasarkan penyebabnya?
Jawab
BAB berdarah selama 3 bulan pada anak usia 3 tahun bukan kondisi yang sebaiknya dianggap normal atau hanya diobati berdasarkan gejalanya. Fisura ani akibat konstipasi memang merupakan salah satu penyebab yang sering, tetapi perdarahan yang berlangsung atau berulang selama 3 bulan harus dievaluasi untuk memastikan tidak terdapat penyebab lain seperti polip usus, infeksi, penyakit radang usus, atau kelainan saluran cerna lainnya.
Kemungkinan penyebab
| Kemungkinan penyebab | Gambaran yang sering ditemukan | Petunjuk yang mendukung |
|---|---|---|
| Fisura ani akibat konstipasi | Darah merah segar pada permukaan feses atau tisu | Feses keras, mengejan, BAB nyeri, anak menahan BAB |
| Polip kolorektal | Darah merah segar berulang | Dapat terjadi tanpa nyeri dan tanpa konstipasi |
| Infeksi saluran cerna | Darah bercampur feses, dapat disertai lendir | Diare, demam, kram/nyeri perut |
| Penyakit radang usus (IBD) | Darah dan/atau lendir berulang | Diare kronis, nyeri perut, berat badan sulit naik, gangguan pertumbuhan |
| Inflamasi/alergi saluran cerna | Perdarahan dapat terjadi pada kondisi tertentu | Hubungan dengan makanan perlu dinilai secara hati-hati dan diagnosis lain perlu disingkirkan |
| Kelainan saluran cerna lainnya | Pola perdarahan bervariasi | Bergantung lokasi dan jenis kelainan |
Warna darah juga memberikan petunjuk
| Karakter perdarahan | Kemungkinan sumber |
|---|---|
| Merah segar di permukaan feses | Sering berasal dari anus/rektum, misalnya fisura |
| Merah segar bercampur feses | Perdarahan dari bagian usus yang lebih proksimal atau perdarahan yang lebih signifikan |
| Darah + lendir | Dapat ditemukan pada infeksi atau inflamasi usus |
| Feses hitam seperti aspal (melena) | Dapat menunjukkan perdarahan saluran cerna bagian atas dan memerlukan evaluasi segera |
Hal yang harus ditanyakan
| Pertanyaan | Mengapa penting? |
|---|---|
| Apakah darah merah segar atau hitam? | Membantu memperkirakan lokasi perdarahan |
| Apakah darah hanya di permukaan feses? | Mendukung sumber anal/rektal seperti fisura |
| Apakah feses keras? | Mengarah ke konstipasi |
| Apakah anak mengejan atau menangis saat BAB? | Mendukung fisura/konstipasi |
| Apakah terdapat diare? | Mempertimbangkan infeksi atau inflamasi |
| Apakah terdapat lendir? | Dapat menunjukkan proses inflamasi/infeksi |
| Apakah ada nyeri perut? | Membantu menentukan kemungkinan penyebab |
| Apakah ada demam? | Mempertimbangkan infeksi/inflamasi |
| Apakah berat badan sulit naik? | Penting untuk menilai penyakit kronis |
| Apakah anak pucat atau mudah lelah? | Dapat menunjukkan anemia akibat perdarahan |
| Apakah perdarahan terjadi setiap BAB? | Menilai derajat dan pola perdarahan |
| Apakah terdapat riwayat keluarga IBD/polip? | Dapat mengubah diagnosis banding |
Pemeriksaan yang dapat dipertimbangkan
Pemeriksaan tidak harus semuanya dilakukan pada setiap anak. Pemilihannya bergantung pada hasil pemeriksaan dokter.
| Pemeriksaan | Tujuan |
|---|---|
| Pemeriksaan fisik | Mencari fisura ani, kelainan anus, tanda penyakit sistemik |
| Berat badan & tinggi badan | Menilai pertumbuhan |
| Darah lengkap | Menilai anemia dan kondisi hematologis |
| Ferritin/status besi | Menilai kemungkinan kekurangan besi |
| CRP/LED | Membantu menilai proses inflamasi |
| Pemeriksaan feses | Menilai kemungkinan infeksi atau kelainan lain sesuai indikasi |
| Fecal calprotectin | Membantu menilai kemungkinan inflamasi usus |
| USG abdomen | Dipertimbangkan bila terdapat indikasi klinis tertentu |
| Endoskopi/kolonoskopi | Dipertimbangkan bila perdarahan menetap/berulang atau dicurigai polip, IBD, maupun kelainan organik lainnya |
Prinsip pengobatan berdasarkan penyebab
| Penyebab | Prinsip tata laksana |
|---|---|
| Konstipasi + fisura ani | Mengatasi konstipasi dan mempertahankan feses lunak sesuai tata laksana dokter |
| Polip | Evaluasi endoskopi dan pengangkatan polip bila diindikasikan |
| Infeksi | Terapi berdasarkan penyebab; antibiotik tidak selalu diperlukan |
| IBD | Tata laksana khusus oleh gastroenterolog anak |
| Inflamasi/alergi makanan tertentu | Diagnosis harus ditegakkan secara tepat; eliminasi makanan harus terarah dan mempertimbangkan kebutuhan nutrisi |
| Penyebab lainnya | Terapi sesuai diagnosis yang ditemukan |
Kapan harus segera ke rumah sakit?
| Kondisi | Tindakan |
|---|---|
| Darah keluar banyak | Segera ke IGD |
| Anak sangat pucat atau lemas | Segera diperiksa |
| Nyeri perut hebat | Segera diperiksa |
| Muntah berulang | Segera diperiksa |
| Demam tinggi dengan BAB berdarah | Segera diperiksa |
| Tanda dehidrasi | Segera diperiksa |
| Feses hitam seperti aspal | Segera ke IGD |
| Berat badan/pertumbuhan terganggu | Evaluasi dokter anak lebih lanjut |
Kesimpulan
- BAB berdarah selama 3 bulan pada anak usia 3 tahun memerlukan evaluasi medis untuk menentukan penyebabnya. Fisura ani akibat konstipasi merupakan salah satu kemungkinan, terutama bila darah merah segar muncul setelah BAB keras dan anak mengejan. Namun, perdarahan yang menetap atau berulang tanpa konstipasi yang jelas perlu menimbulkan kecurigaan terhadap polip, infeksi, IBD, atau kelainan saluran cerna lainnya. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara bertahap berdasarkan temuan klinis, dan bila perdarahan menetap tanpa penyebab yang jelas, rujukan ke dokter anak konsultan gastrohepatologi anak layak dipertimbangkan.
- Prinsip penting: jangan hanya memberikan obat penghenti perdarahan atau langsung melakukan diet eliminasi makanan. Yang harus dicari terlebih dahulu adalah sumber dan penyebab perdarahannya.


















Leave a Reply