Tanya Jawab: Benarkah Menghafal Empat Puluh Hadis Dijamin Masuk Surga atau Dibangkitkan Bersama Ulama?
Pertanyaan
Di kalangan kaum Muslimin sangat terkenal anjuran untuk menghafal empat puluh hadis Nabi ﷺ. Bahkan sering disebutkan bahwa siapa saja yang menghafal empat puluh hadis akan dibangkitkan bersama para ulama, para fuqaha, memperoleh syafaat Rasulullah ﷺ, atau dijamin masuk surga. Karena itu, banyak kitab seperti Al-Arba’in An-Nawawiyyah disusun berdasarkan semangat tersebut. Benarkah semua keutamaan tersebut berasal dari hadis yang sahih? Bagaimana penilaian para ulama hadis terhadap riwayat-riwayat tentang keutamaan menghafal empat puluh hadis, dan bagaimana sebenarnya kedudukan menghafal serta menyampaikan hadis Nabi ﷺ menurut dalil-dalil yang sahih?
Jawaban
Menghafal hadis-hadis Rasulullah ﷺ merupakan amalan yang sangat mulia karena termasuk upaya menjaga Sunnah Nabi dan menyebarkan ilmu agama. Sejak masa para sahabat hingga sekarang, para ulama telah memberikan perhatian besar terhadap pengumpulan, penghafalan, penulisan, dan penyebaran hadis. Oleh karena itu, semangat menghafal hadis merupakan tradisi ilmiah yang memiliki kedudukan tinggi dalam Islam.
Adapun hadis yang sangat populer dengan makna bahwa barang siapa menghafal empat puluh hadis untuk umatku, maka ia akan dibangkitkan bersama para ulama, menjadi seorang fakih, memperoleh syafaat Nabi ﷺ, atau dijamin masuk surga, maka para ahli hadis menyatakan bahwa riwayat-riwayat tersebut tidak sahih. Riwayat ini datang melalui banyak jalur dan memiliki berbagai redaksi yang berbeda-beda, tetapi seluruh sanadnya mengandung kelemahan sehingga tidak dapat dijadikan dasar untuk menetapkan keutamaan khusus tersebut.
Para ulama hadis telah melakukan penelitian mendalam terhadap seluruh jalur periwayatan hadis ini. Ibn Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa hadis tersebut diriwayatkan melalui banyak sanad dari sejumlah sahabat, tetapi tidak ada satu pun sanad yang terbebas dari cacat. Penelitian serupa juga dilakukan oleh para ahli hadis lainnya yang sampai pada kesimpulan bahwa seluruh jalur periwayatannya tetap lemah meskipun jumlahnya banyak.
Penilaian yang sama disampaikan oleh Ibn al-Mulaqqin, Imam Ad-Daraquthni, Imam Al-Baihaqi, dan Yahya ibn Sharaf al-Nawawi. Mereka menegaskan bahwa hadis mengenai keutamaan khusus menghafal empat puluh hadis tidak memiliki sanad yang sahih. Bahkan Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa para ulama hadis telah bersepakat mengenai kelemahan riwayat tersebut, meskipun beliau sendiri tetap menyusun kitab Al-Arba’in karena kandungannya berisi hadis-hadis sahih dan penting sebagai dasar ajaran Islam, bukan karena bersandar pada hadis keutamaan yang lemah tersebut.
Meskipun demikian, lemahnya hadis tersebut tidak berarti bahwa menghafal empat puluh hadis tidak memiliki nilai ibadah. Keutamaan menghafal, mempelajari, mengamalkan, dan menyampaikan hadis Nabi ﷺ tetap ditetapkan oleh banyak dalil sahih lainnya. Islam sangat mendorong umatnya untuk mempelajari Sunnah Rasulullah ﷺ karena Sunnah merupakan penjelas Al-Qur’an dan sumber hukum kedua setelah Kitabullah.
Di antara dalil yang sahih adalah hadis yang diriwayatkan oleh Zayd ibn Thabit, bahwa Rasulullah ﷺ mendoakan kebaikan bagi orang yang mendengar hadis beliau, menghafalnya, kemudian menyampaikannya kepada orang lain. Hadis ini menunjukkan bahwa menjaga dan menyebarkan ilmu hadis merupakan amal yang berpahala, meskipun tidak dibatasi pada jumlah tertentu seperti empat puluh hadis. Bahkan seseorang dapat memperoleh pahala besar dengan mempelajari dan menyampaikan satu hadis secara benar.
Karena itu, tujuan utama menghafal hadis seharusnya bukan sekadar mencapai jumlah tertentu, melainkan memahami maknanya, mengamalkannya dalam kehidupan, dan mengajarkannya kepada orang lain dengan amanah ilmiah. Menghafal sedikit hadis tetapi dipahami dan diamalkan lebih baik daripada menghafal banyak hadis tanpa pemahaman dan pengamalan. Semangat para ulama dalam menyusun kitab-kitab empat puluh hadis bertujuan memudahkan umat mempelajari pokok-pokok ajaran Islam, bukan menetapkan adanya jaminan khusus yang tidak didukung oleh hadis sahih.
Kesimpulannya, hadis yang menyebutkan bahwa orang yang menghafal empat puluh hadis akan dibangkitkan bersama para ulama, memperoleh syafaat Nabi ﷺ, atau dijamin masuk surga adalah hadis lemah dan tidak dapat dijadikan sandaran untuk menetapkan keutamaan tersebut. Namun, menghafal, mempelajari, mengamalkan, dan menyampaikan hadis Nabi ﷺ tetap merupakan amal yang sangat dianjurkan berdasarkan banyak hadis sahih lainnya. Oleh sebab itu, kaum Muslimin hendaknya terus mempelajari Sunnah Rasulullah ﷺ dengan niat mencari ridha Allah, mengamalkan ilmu yang dipelajari, serta menyampaikannya kepada orang lain secara benar dan penuh amanah.














Leave a Reply