Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat. Hal inilah yang menjadi perhatian utama Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus Ketua Pembina Masjid Al-Falah Benhil, Jakarta. Dalam kunjungannya ke Masjid Al-Falah, beliau meresmikan Lazismu Unit Layanan Masjid Al-Falah Benhil, sebuah lembaga zakat Muhammadiyah yang bertujuan mengelola serta menyalurkan zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan.
Peresmian ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan fungsi sosial masjid, terutama di kawasan perkotaan seperti Jakarta Pusat. Masjid Al-Falah yang terletak di kawasan strategis Bendungan Hilir diharapkan menjadi ikon masjid pemberdayaan umat yang tidak hanya memfasilitasi ibadah, tetapi juga memberikan manfaat konkret bagi masyarakat sekitar.
Di tengah kesibukannya sebagai menteri, Prof. Mu’ti tetap aktif dalam pengelolaan dan pengembangan Masjid Al-Falah Benhil. Setelah memberikan ceramah Tarawih, beliau menyempatkan diri untuk memimpin rapat pembina, pengawas, dan pengurus masjid, membahas berbagai agenda penting.
Dalam rapat tersebut, dibahas rencana pengembangan masjid dalam jangka pendek dan panjang, termasuk strategi peningkatan layanan keagamaan dan sosial. Masjid Al-Falah Benhil diharapkan menjadi contoh masjid di Jakarta yang dikelola secara profesional, transparan, dan memiliki dampak luas bagi masyarakat.
Lazismu: Unit Layanan Zakat Profesional di Masjid Al-Falah
Salah satu keputusan penting dalam pertemuan ini adalah peresmian Lazismu Unit Layanan Masjid Al-Falah Benhil. Lazismu adalah lembaga zakat resmi Muhammadiyah yang memiliki misi untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah secara profesional, amanah, dan tepat sasaran.
Dengan adanya Lazismu, diharapkan semakin banyak program sosial yang bisa dijalankan, seperti:
- Bantuan untuk dhuafa dan masyarakat prasejahtera di sekitar masjid.
- Beasiswa pendidikan bagi anak-anak kurang mampu agar mereka bisa mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik.
- Program pemberdayaan ekonomi untuk menciptakan kemandirian finansial bagi masyarakat melalui bantuan modal usaha dan pelatihan keterampilan.
Masjid Al-Falah Benhil memiliki peran yang lebih luas dari sekadar tempat ibadah. Dengan adanya Lazismu, masjid ini diharapkan mampu menjadi pusat layanan sosial dan ekonomi yang bermanfaat bagi umat.
Sebagai masjid yang berada di pusat kota, Masjid Al-Falah memiliki potensi besar untuk menjadi contoh masjid modern yang tidak hanya fokus pada aspek spiritual, tetapi juga sosial dan ekonomi. Dengan pengelolaan yang baik, masjid ini diharapkan dapat menginspirasi masjid-masjid lain di Jakarta dalam memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Struktur Organisasi Lazizmu Unit Layanan Masjid Al-Falah Benhil Jakarta, adalah
- Ketua syamsidar siregar
- Wakil ketua Hanifurrohman,
- Wakil bidang keuangan dr Widodo Judarwanto SpA
- Wakil bidang Fundraising Indra Nusyirwan
- Wakil bidang pendistribusian Muhammad Danial
Kunjungan Prof. Mu’ti ke Masjid Al-Falah Benhil tidak hanya sekadar peresmian, tetapi juga menunjukkan kesederhanaan dan kedekatannya dengan umat. Beliau memilih naik MRT untuk menuju lokasi dan berjalan kaki dari stasiun menuju masjid.
Setibanya di masjid, Prof. Mu’ti melaksanakan shalat Tarawih bersama jemaah, memberikan ceramah inspiratif, dan bahkan berinteraksi hangat dengan anak-anak yang antusias mencatat isi ceramahnya. Hal ini menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak hanya hadir untuk memberikan arahan, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang dilayaninya.
Harapan ke Depan: Masjid Al-Falah sebagai Ikon Masjid Perkotaan
Dalam pernyataannya, Prof. Mu’ti berharap agar Masjid Al-Falah Benhil dapat terus berkembang dan menjadi ikon masjid di Jakarta Pusat. Dengan adanya program-program inovatif seperti Lazismu, diharapkan masjid ini bisa menjadi pusat dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat yang profesional dan modern.
Sebagai lembaga yang mengelola dana umat, Lazismu juga dituntut untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. Dengan manajemen yang baik, diharapkan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari keberadaan Lazismu di Masjid Al-Falah Benhil.
Peresmian Lazismu Unit Layanan Masjid Al-Falah Benhil oleh Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. menandai langkah maju dalam pengelolaan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat. Dengan layanan zakat yang profesional dan berbagai program sosial yang terencana, Masjid Al-Falah diharapkan dapat menjadi contoh masjid modern yang tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga solusi bagi permasalahan sosial di sekitarnya.
Kehadiran Prof. Mu’ti dalam peresmian ini juga memberikan motivasi bagi pengurus dan jemaah masjid untuk terus berinovasi dalam menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan yang lebih maju, bermanfaat, dan menjadi inspirasi bagi umat Islam di Jakarta.
![]()








Leave a Reply