MAB

MAB (MASJID AL-FALAH BENHIL) JAKARTA. Ilmu, Ibadah, dan Amal: untuk Semua Generasi dan Semua Kalangan

PESAN JUMAT: 5 Doa Mustajab di Akhir Ramadan: Saatnya Memohon Ampunan dan Keberkahan

Pesan Jumat:5 Doa Mustajab di Akhir Ramadan: Saatnya Memohon Ampunan dan Keberkahan

Ramadan adalah bulan penuh berkah, di mana doa-doa lebih mudah dikabulkan, terutama di penghujung bulan suci ini. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa di antara waktu yang paling mustajab untuk berdoa adalah saat-saat akhir Ramadan, termasuk di malam-malam ganjil terakhir. Ini adalah kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk memohon ampunan, keberkahan, dan hidayah kepada Allah. Dalam banyak hadits shahih, disebutkan bahwa doa yang dipanjatkan dengan ikhlas dan penuh harap di bulan Ramadan memiliki kemungkinan besar untuk dikabulkan. Oleh karena itu, menjelang berakhirnya Ramadan, kita harus memanfaatkan momen ini untuk memperbanyak doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ.

Berbagai doa yang diajarkan dalam hadits mencakup permohonan ampunan, keselamatan dunia dan akhirat, serta keberkahan hidup. Doa-doa ini tidak hanya menjadi bentuk penghambaan kepada Allah, tetapi juga cara untuk meningkatkan ketakwaan dan meraih pahala yang berlipat ganda. Di malam-malam terakhir Ramadan, Rasulullah ﷺ sendiri meningkatkan ibadahnya, memperbanyak doa, serta membangunkan keluarganya untuk beribadah. Oleh karena itu, kita sebagai umat Islam harus mengikuti sunnah ini dengan penuh kesungguhan. Berikut adalah lima doa mustajab yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ di penghujung Ramadan.

5 Doa Mustajab di Akhir Ramadan: Saatnya Memohon Ampunan dan Keberkahan

1. Doa Memohon Ampunan (Sayyidul Istighfar)

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Allahumma anta rabbi, la ilaha illa anta, khalaqtani wa ana ‘abduka, wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’udzu bika min syarri ma shana’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bidzanbi, faghfir li, fa innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta.

Diriwayatkan dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: “Sayyidul istighfar adalah: ‘Allahumma anta rabbi…’ Barang siapa mengucapkannya di siang hari dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal pada hari itu sebelum petang, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barang siapa mengucapkannya di malam hari dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal sebelum subuh, maka ia termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari No. 6306)

Doa ini disebut sebagai Sayyidul Istighfar, yakni istighfar yang paling utama. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa siapa yang membaca doa ini di pagi hari dengan keyakinan penuh, lalu meninggal dunia pada hari itu, maka ia akan masuk surga. Begitu juga jika dibaca di malam hari dengan penuh keyakinan, dan ia meninggal sebelum pagi, maka ia akan masuk surga.

2. Doa Memohon Malam Lailatul Qadar

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.

Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata: “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui malam apakah Lailatul Qadar itu, apa yang harus aku ucapkan?’ Beliau menjawab: ‘Ucapkanlah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.'”(HR. Tirmidzi No. 3513, Ibnu Majah No. 3850, dan Ahmad No. 25135, hadits ini shahih)

Ketika Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang doa yang sebaiknya dipanjatkan saat malam Lailatul Qadar, beliau mengajarkan doa ini. Doa ini menunjukkan pentingnya meminta ampunan kepada Allah, karena ampunan-Nya lebih besar dari segala dosa yang telah kita perbuat.

3. Doa Memohon Keberkahan Hidup

اللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ

Allahumma barik li fima a’thayta, wa qini syarra ma qadhayta.

Diriwayatkan dari Al-Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ mengajarkan doa dalam qunut witir:”Allahummahdini fiman hadaita, wa ‘afini fiman ‘afaita, watawallani fiman tawallaita, wabarik li fima a’thaita…” (HR. Abu Dawud No. 1425, Tirmidzi No. 464, dan Ibnu Majah No. 1178, hadits ini shahih)

Doa ini mengajarkan kita untuk meminta keberkahan dalam rezeki, kesehatan, dan kehidupan secara keseluruhan. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa keberkahan lebih penting daripada sekadar jumlah yang banyak, karena keberkahan membawa ketenangan dan kebahagiaan dalam hidup.

4. Doa Memohon Keselamatan Dunia dan Akhirat

اللَّهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Allahumma atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, waqina ‘adzaban-nar.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:”Doa yang paling sering dibaca oleh Nabi ﷺ adalah: Allahumma atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, waqina ‘adzaban-nar.”(HR. Bukhari No. 6389 dan Muslim No. 2690)

Doa ini mencakup kebaikan di dunia dan akhirat sekaligus. Memohon kebahagiaan dunia tanpa melupakan akhirat adalah ajaran Islam yang seimbang. Rasulullah ﷺ sering membaca doa ini sebagai bentuk keseimbangan antara kehidupan dunia dan persiapan menuju akhirat.

5. Doa Agar Diterima Ibadah Ramadan

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَصَالِحَ أَعْمَالِنَا

Allahumma taqabbal minna siyamana wa qiyamana wa saliha a’malina.

:
Doa ini tidak disebutkan secara eksplisit dalam satu hadits tertentu, tetapi maknanya sesuai dengan kebiasaan Rasulullah ﷺ dan para sahabat yang selalu berdoa agar amal ibadah mereka diterima oleh Allah. Diriwayatkan bahwa sahabat dan para ulama salaf selalu berdoa agar Allah menerima amal mereka setelah Ramadan. Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berkata:”Sesungguhnya orang-orang salaf, mereka berdoa selama enam bulan agar bisa mencapai Ramadan, dan mereka berdoa enam bulan setelahnya agar amal mereka diterima oleh Allah.”(Lihat: Latha’if al-Ma’arif, Ibn Rajab al-Hanbali, hlm. 234)

Setelah menjalani ibadah Ramadan, kita harus berdoa agar semua amal ibadah kita diterima oleh Allah. Sebab, diterimanya ibadah lebih penting daripada sekadar banyaknya ibadah yang dilakukan. Sahabat dan ulama terdahulu pun senantiasa berdoa agar amal mereka diterima oleh Allah.


Akhir Ramadan adalah waktu yang sangat berharga untuk memohon kepada Allah dengan doa-doa yang mustajab. Rasulullah ﷺ mengajarkan doa-doa terbaik yang mencakup permohonan ampunan, keberkahan, dan keselamatan dunia serta akhirat. Dengan membaca dan mengamalkan doa-doa ini, kita berharap agar Allah menerima ibadah kita selama Ramadan dan memberikan keberkahan dalam kehidupan kita setelahnya. Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan waktu yang tersisa di bulan suci ini dengan memperbanyak doa, ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah agar mendapatkan ampunan dan keberkahan yang berlimpah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *