MAB

MAB (MASJID AL-FALAH BENHIL) JAKARTA. Ilmu, Ibadah, dan Amal: untuk Semua Generasi dan Semua Kalangan

Pendekatan Islam dalam Meningkatkan Buruknya Literasi Anak Indonesia

Widodo Judarwanto dr

Kemampuan literasi mahasiswa Indonesia masih menjadi perhatian serius. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca dan literasi fungsional mahasiswa Indonesia setara dengan siswa kelas 3 Sekolah Menengah Atas (SMA) di negara maju. Hal ini mencerminkan tantangan dalam sistem pendidikan tinggi Indonesia, terutama dalam pengembangan kemampuan analitik dan sintetik.

Data dari Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 menunjukkan bahwa skor literasi membaca siswa Indonesia mencapai 359 poin, menurun 12 poin dibandingkan tahun 2018 yang mencapai 371 poin. Penurunan ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara anggota OECD, yang berkisar antara 472-480 poin.

Rendahnya kemampuan literasi ini tidak hanya terjadi pada tingkat sekolah menengah, tetapi juga berlanjut hingga perguruan tinggi. Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Universitas Diponegoro mengungkapkan bahwa minat baca mahasiswa Indonesia masih rendah. Mahasiswa cenderung lebih memilih sumber informasi instan dan jarang terlibat dalam kegiatan membaca yang mendalam, yang berdampak pada kemampuan analitik dan sintetik mereka.

Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan berbagai pihak. Pemerintah dan institusi pendidikan perlu meningkatkan akses dan kualitas bahan bacaan, serta mendorong budaya membaca melalui program literasi yang efektif. Selain itu, penerapan metode pembelajaran yang menekankan pada pengembangan kemampuan analitik dan sintetik, seperti diskusi kritis dan penugasan penelitian, dapat membantu meningkatkan kemampuan literasi mahasiswa Indonesia.

Kemampuan literasi fungsional, termasuk kemampuan analitik dan sintetik, di kalangan mahasiswa Indonesia masih menjadi tantangan signifikan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi mahasiswa Indonesia setara dengan siswa setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di negara maju. Hal ini tercermin dari hasil survei Program for International Student Assessment (PISA) yang menempatkan Indonesia pada peringkat rendah dalam hal kemampuan membaca.

Pendekatan Islam dalam Meningkatkan Literasi

Islam sangat menekankan pentingnya membaca dan mencari ilmu. Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah untuk membaca:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.” (QS. Al-‘Alaq: 1)

Ayat ini menunjukkan bahwa membaca adalah langkah awal dalam proses pencarian ilmu dan pemahaman. Dalam konteks meningkatkan kemampuan literasi, pendekatan Islam dapat diterapkan melalui beberapa cara:

  1. Pembiasaan Membaca Al-Qur’an: Membaca Al-Qur’an secara rutin tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca huruf Arab tetapi juga melatih konsentrasi dan pemahaman. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membiasakan siswa membaca Al-Qur’an, yang secara tidak langsung dapat meningkatkan kemampuan literasi mereka.
  2. Integrasi Nilai-Nilai Islam dalam Pembelajaran: Mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Misalnya, dengan menekankan bahwa menuntut ilmu adalah ibadah dan kewajiban bagi setiap Muslim, sehingga siswa terdorong untuk meningkatkan kemampuan literasi mereka.
  3. Penggunaan Metode Pembelajaran Aktif: Metode seperti diskusi kelompok, presentasi, dan proyek penelitian yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam dapat membantu meningkatkan kemampuan analitik dan sintetik siswa. Hal ini sejalan dengan anjuran Islam untuk berpikir kritis dan mendalam dalam memahami ilmu.
  4. Peran Guru sebagai Teladan: Guru PAI dapat menjadi teladan dalam hal kecintaan terhadap membaca dan belajar. Dengan menunjukkan semangat dalam mencari ilmu, guru dapat menginspirasi siswa untuk meningkatkan kemampuan literasi mereka.
  5. Dukungan Lingkungan Belajar Islami: Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan islami, seperti adanya pojok baca dengan koleksi buku-buku Islami, dapat mendorong siswa untuk lebih banyak membaca dan meningkatkan kemampuan literasi mereka.

Kebiasaan Membaca Quran Meningkatkan Skor PISA dalam membaca ?

Penelitian yang secara langsung mengaitkan pembacaan Al-Qur’an dengan peningkatan skor literasi umum, seperti yang diukur oleh Programme for International Student Assessment (PISA), masih terbatas. Namun, beberapa studi menunjukkan bahwa kegiatan literasi berbasis Al-Qur’an dapat berkontribusi pada peningkatan kemampuan literasi umum anak.

Sebagai contoh, sebuah penelitian di SMA Negeri 2 Pangkep menemukan bahwa kegiatan literasi Al-Qur’an yang rutin dilaksanakan efektif dalam meningkatkan minat dan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa. Meskipun penelitian ini tidak secara langsung mengukur dampaknya terhadap skor PISA, peningkatan minat dan kemampuan membaca dapat berimplikasi positif pada literasi umum siswa.

Selain itu, analisis data PISA 2018 oleh Pusat Penelitian Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia menunjukkan bahwa rasa senang membaca berpengaruh positif dan signifikan terhadap capaian literasi siswa. Siswa yang memiliki minat baca tinggi cenderung memiliki skor membaca yang lebih baik.

Dengan demikian, meskipun belum ada penelitian yang secara spesifik mengaitkan pembacaan Al-Qur’an dengan peningkatan skor PISA, kegiatan literasi berbasis Al-Qur’an yang meningkatkan minat dan kemampuan membaca dapat berkontribusi pada peningkatan literasi umum anak. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengukur dampak langsung dari kegiatan ini terhadap skor PISA atau indikator literasi lainnya.

 

Dengan menerapkan pendekatan-pendekatan di atas, diharapkan kemampuan literasi fungsional, analitik, dan sintetik mahasiswa Indonesia dapat ditingkatkan, sehingga mereka mampu bersaing dengan siswa dari negara maju.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *