MAB Portal Islam

MASJID AL-FALAH BENHIL JAKARTA. “Dari Masjid untuk Umat, Menebarkan Ilmu dan Kebaikan”

Hammah, Jin yang Dikisahkan Hidup Sejak Zaman Nabi Adam hingga Rasulullah ﷺ

Hammah, Jin yang Dikisahkan Hidup Sejak Zaman Nabi Adam hingga Rasulullah ﷺ

Ada sebuah kisah yang sangat menarik tentang Hammah, seorang jin yang dalam sebuah riwayat disebut sebagai keturunan Iblis. Ia dikisahkan hidup sejak masa Nabi Adam AS dan kemudian bertemu dengan sejumlah nabi sampai akhirnya bertemu Rasulullah ﷺ. Namun, kisah ini perlu disampaikan dengan keterangan bahwa status riwayatnya diperselisihkan dan tidak boleh disamakan dengan hadis sahih yang kuat. Riwayat ini dinukil antara lain oleh Abu Nu‘aim dan al-Baihaqi.

Hammah, Jin yang Dikisahkan Hidup Sejak Zaman Nabi Adam hingga Rasulullah ﷺ

Pada suatu hari, Rasulullah ﷺ sedang bersama para sahabat di kawasan Tihamah. Tiba-tiba datang seorang lelaki tua dengan membawa tongkat. Ia mengucapkan salam kepada Rasulullah ﷺ. Nabi ﷺ kemudian bertanya tentang identitasnya. Lelaki itu menjawab bahwa dirinya bernama Hammah bin Hayim bin Laqis bin Iblis. Ia mengaku telah hidup sejak masa Qabil membunuh Habil, putra Nabi Adam AS. Dalam kisah tersebut, Hammah mengakui bahwa pada masa mudanya ia pernah melakukan berbagai perbuatan buruk, termasuk merusak makanan dan mengganggu hubungan manusia.

Rasulullah ﷺ kemudian menegur perbuatannya. Hammah meminta agar masa lalunya tidak terus disebutkan karena ia telah bertobat kepada Allah. Ia lalu menceritakan perjalanan panjang hidupnya. Ia mengaku pernah bertemu Nabi Nuh AS dan berada bersama orang-orang beriman dari kaumnya. Ia bahkan pernah mencela cara Nabi Nuh AS berdakwah. Ketika melihat Nabi Nuh AS menangis karena kaumnya, Hammah ikut menangis dan kemudian menyesali perbuatannya.

Hammah kemudian bertanya kepada Nabi Nuh AS apakah tobatnya masih dapat diterima. Nabi Nuh AS memberikan nasihat agar ia segera melakukan kebaikan sebelum datang penyesalan. Dalam riwayat tersebut, Nabi Nuh AS menyuruhnya berwudu dan melakukan salat dua rakaat. Hammah kemudian bersujud dengan penuh penyesalan. Ia dikisahkan tetap bersujud meskipun Nabi Nuh AS memintanya mengangkat kepala.

Setelah itu, perjalanan Hammah dikisahkan berlanjut. Ia pernah bersama Nabi Hud AS dan kembali mengakui bahwa dirinya pernah mencela dakwah beliau. Ia juga disebut pernah bertemu Nabi Ya’qub AS, Nabi Yusuf AS dan Nabi Ilyas AS. Kisah tersebut kemudian membawanya kepada Nabi Musa AS.

Pertemuan dengan Nabi Musa AS menjadi salah satu bagian penting dalam kisah tersebut. Hammah dikisahkan belajar Taurat dari Nabi Musa AS. Sebelum berpisah, Nabi Musa AS berpesan kepadanya, “Jika engkau bertemu Isa putra Maryam, sampaikan salamku kepadanya.”

Hammah kemudian dikisahkan bertemu Nabi Isa AS. Ia menyampaikan salam Nabi Musa AS. Nabi Isa AS membalas salam tersebut dan kemudian menitipkan pesan kepada Hammah, “Jika engkau bertemu Muhammad ﷺ, sampaikan salamku kepadanya.”

Waktu terus berjalan hingga akhirnya Hammah dikisahkan bertemu Rasulullah ﷺ. Ia menyampaikan salam Nabi Isa AS kepada beliau. Mendengar salam tersebut, Rasulullah ﷺ dikisahkan menangis dan menyampaikan salam kepada Nabi Isa AS. Beliau juga menyampaikan penghargaan kepada Hammah karena telah menyampaikan amanah tersebut.

Hammah kemudian meminta kepada Rasulullah ﷺ agar beliau mengajarkan kepadanya Al-Qur’an sebagaimana Nabi Musa AS dahulu mengajarkan Taurat kepadanya. Dalam riwayat tersebut, Rasulullah ﷺ membacakan beberapa surah kepadanya, yaitu Al-Waqi’ah, Al-Mursalat, An-Naba’, At-Takwir, Al-Falaq, An-Nas dan Al-Ikhlas.

Riwayat tersebut kemudian berakhir tanpa menjelaskan secara pasti bagaimana kehidupan Hammah setelah pertemuan itu. Umar bin Khattab RA disebut tidak mengetahui apakah Hammah masih hidup atau telah meninggal dunia.

Kisah ini mengandung pesan tentang luasnya pintu tobat. Namun, pembaca perlu membedakan antara pesan moral kisah dan kepastian sejarahnya. Riwayat tentang Hammah ini memang dinukil dalam sejumlah kitab, tetapi para ulama berbeda dalam menilai sanad dan statusnya. Ada ulama yang menerimanya sebagai riwayat yang memiliki dasar, sementara ulama lain menilainya lemah atau bahkan maudhu’. Karena itu, kisah ini lebih tepat disampaikan dengan ungkapan “dalam sebuah riwayat disebutkan”, bukan “Rasulullah ﷺ telah memastikan bahwa kisah ini benar”.Inti kisahnya adalah perjalanan dari kesalahan menuju tobat, kemudian dari tobat menuju ilmu dan amal. Bagian paling menarik adalah rangkaian salam Nabi Musa AS kepada Nabi Isa AS, kemudian salam Nabi Isa AS kepada Rasulullah ﷺ, sebelum Hammah akhirnya meminta diajari Al-Qur’an.

Pesan Penting dari Kisah Hammah

  1. Jangan pernah merasa pintu tobat telah tertutup. Seberapa panjang masa lalu seseorang, Allah tetap membuka jalan kembali bagi hamba yang benar-benar bertobat.
  2. Tobat harus diikuti perubahan. Penyesalan tidak cukup dengan ucapan. Hammah dalam riwayat tersebut digambarkan meninggalkan keburukan, mendekat kepada Allah, belajar, dan beribadah.
  3. Ilmu harus menjadi jalan menuju kebaikan. Dalam kisah tersebut, Hammah mencari ilmu dari para nabi dan akhirnya meminta Rasulullah ﷺ mengajarinya Al-Qur’an.
  4. Sampaikan amanah dengan benar. Salam Nabi Musa AS disampaikan kepada Nabi Isa AS. Salam Nabi Isa AS kemudian disampaikan kepada Rasulullah ﷺ. Amanah tidak boleh diabaikan.
  5. Jangan menghina orang yang sedang memperbaiki diri. Seseorang mungkin memiliki masa lalu yang buruk, tetapi kita tidak mengetahui bagaimana akhir hidupnya di hadapan Allah.
  6. Bertobat berarti kembali kepada Allah. Jangan menunda. Kesempatan hidup tidak pernah dijamin panjang.
  7. Kisah ini juga mengajarkan pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan riwayat. Kisah Hammah memiliki perbedaan penilaian di kalangan ulama tentang sanadnya. Karena itu, pesan moralnya dapat diambil, tetapi kisahnya tidak boleh dipastikan sebagai fakta sejarah yang sahih tanpa penjelasan tentang status riwayatnya.

Pesan yang paling kuat adalah ini: jangan biarkan masa lalumu menghalangimu untuk kembali kepada Allah. Selama kehidupan masih ada, jalan tobat masih terbuka.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *