
Tahukah Anda ? Benarkah nasi yang dimasak lalu didinginkan di kulkas dan dipanaskan kembali dapat menurunkan respons gula darah dan lebih baik bagi kesehatan? Bagaimana penjelasan ilmiah serta pandangan kedokteran Islam terhadap praktik mengonsumsi nasi dengan cara tersebut?
Jawaban dr Widodo Judarwanto, pediatrician
Singkatnya: ya, benar—dengan cbenatatan tertentu, dan hal ini selaras dengan prinsip kedokteran Islam. Nasi yang dimasak, didinginkan di kulkas, lalu dipanaskan kembali dapat memberikan dampak lebih baik terhadap respons gula darah, meskipun bukan berarti gulanya hilang atau nasi menjadi “bebas gula.” Dalam Islam, kesehatan dipandang sebagai amanah, dan segala bentuk ikhtiar yang rasional serta tidak membahayakan termasuk bagian dari menjaga nikmat Allah atas tubuh manusia.
Dari sisi kedokteran modern, ketika nasi matang didinginkan selama ±12 jam, sebagian pati cepat cerna mengalami retrogradasi dan berubah menjadi resistant starch (pati resisten). Pati ini tidak mudah dipecah menjadi glukosa, sehingga penyerapan gula ke dalam darah berlangsung lebih lambat. Dampaknya, lonjakan gula darah lebih terkendali dibandingkan nasi yang langsung dikonsumsi setelah matang. Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian tentang penurunan indeks glikemik nasi yang didinginkan dan dipanaskan kembali.
Dalam perspektif kedokteran Islam, konsep ini sejalan dengan prinsip wasathiyah (keseimbangan) dan anjuran Rasulullah ﷺ untuk tidak berlebihan dalam makan. Nabi ﷺ bersabda bahwa sepertiga perut untuk makanan, sepertiga untuk minum, dan sepertiga untuk udara, yang menunjukkan pentingnya moderasi dan pengelolaan pola makan. Mengatur cara mengolah makanan agar lebih ringan bagi tubuh termasuk bagian dari hifzh an-nafs (menjaga jiwa) dan hifzh al-‘aql (menjaga akal), karena kestabilan gula darah berpengaruh pada energi, konsentrasi, dan ibadah.
Namun, Islam juga menekankan kehati-hatian dan kemaslahatan. Kadar karbohidrat nasi tidak berkurang secara signifikan; yang berubah adalah cara tubuh mencernanya. Efeknya berbeda pada setiap orang dan bergantung pada jenis beras, porsi, serta pendamping lauk. Selain itu, adab menjaga makanan juga penting: nasi harus disimpan dengan baik dan dipanaskan hingga benar-benar panas untuk mencegah mudarat.
Kesimpulannya, nasi yang didinginkan lalu dipanaskan kembali dapat menjadi ikhtiar ilmiah yang sejalan dengan nilai Islam dalam menjaga kesehatan, selama dilakukan secara bijak, tidak berlebihan, dan tetap berada dalam pola makan yang seimbang. Ini adalah sarana pendukung, bukan solusi tunggal, dalam upaya menjaga kestabilan gula darah dan menunaikan amanah menjaga tubuh yang Allah titipkan.









Leave a Reply