MAB

MAB (MASJID AL-FALAH BENHIL) JAKARTA. Ilmu, Ibadah, dan Amal: untuk Semua Generasi dan Semua Kalangan

STOP SMOKING CLINIC MAB, Masjid Al Falah Benhil Jakarta

STOP SMOKING CLINIC MAB, Masjid Al Falah Benhil Jakarta

Model Layanan Berhenti Merokok Berbasis Komunitas dan Masjid untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat

dr. Widodo Judarwanto, Sp.A dr. Sandiaz Yudhasmara

Merokok merupakan salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit kronis dan penyebab kematian yang dapat dicegah di seluruh dunia. Ketergantungan nikotin menyebabkan sebagian besar perokok mengalami kesulitan untuk menghentikan kebiasaan merokok meskipun telah memahami dampak buruknya terhadap kesehatan. Pendekatan berhenti merokok berbasis bukti ilmiah melalui konseling perilaku, edukasi kesehatan, dan pendampingan berkelanjutan terbukti meningkatkan keberhasilan penghentian merokok.

Stop Smoking Clinic MAB merupakan program layanan kesehatan berbasis komunitas yang dikembangkan oleh Masjid Al Falah Benhil Jakarta untuk membantu masyarakat menghentikan kebiasaan merokok melalui pendekatan medis, psikologis, edukatif, dan spiritual. Program ini menyediakan layanan skrining ketergantungan nikotin, konseling perubahan perilaku, edukasi kesehatan, pencegahan kekambuhan, serta pemantauan berkelanjutan secara online maupun onsite berdasarkan perjanjian.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan berhenti merokok, memperbaiki kualitas hidup peserta, mengurangi risiko penyakit akibat tembakau, serta memperkuat peran masjid sebagai pusat promosi kesehatan masyarakat.

Kata Kunci: berhenti merokok, nikotin, konseling, promosi kesehatan, kesehatan masyarakat, masjid

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Merokok merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa penggunaan tembakau menyebabkan lebih dari delapan juta kematian setiap tahun. Selain berdampak pada perokok aktif, asap rokok juga meningkatkan risiko berbagai penyakit pada perokok pasif, termasuk anak-anak dan anggota keluarga yang tinggal serumah.

Rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, dan ratusan di antaranya diketahui bersifat toksik. Setidaknya 70 zat telah terbukti bersifat karsinogenik dan berhubungan dengan peningkatan risiko kanker. Selain kanker paru, merokok juga meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, stroke, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), diabetes melitus, infertilitas, serta berbagai gangguan kesehatan lainnya.

Ketergantungan nikotin merupakan faktor utama yang menyebabkan seseorang sulit berhenti merokok. Nikotin bekerja pada sistem saraf pusat dengan merangsang pelepasan dopamin yang menimbulkan rasa nyaman dan senang. Aktivasi sistem penghargaan (reward system) di otak ini menyebabkan terbentuknya ketergantungan biologis dan psikologis yang kuat.

Meskipun sebagian besar perokok menyatakan ingin berhenti merokok, hanya sebagian kecil yang berhasil menghentikan kebiasaan tersebut tanpa bantuan profesional. Oleh karena itu diperlukan program yang menyediakan edukasi, konseling, dan pendampingan yang sistematis untuk meningkatkan peluang keberhasilan berhenti merokok.

Masjid memiliki posisi strategis sebagai pusat kegiatan masyarakat. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga berfungsi sebagai sarana pendidikan, pelayanan sosial, dan pembinaan kesehatan masyarakat. Pemanfaatan masjid sebagai pusat promosi kesehatan dapat memperluas jangkauan intervensi kesehatan dan meningkatkan partisipasi masyarakat.

Berdasarkan kebutuhan tersebut, Masjid Al Falah Benhil Jakarta mengembangkan Program Stop Smoking Clinic MAB sebagai upaya promotif dan preventif untuk membantu masyarakat menghentikan kebiasaan merokok secara efektif dan berkelanjutan.

DASAR ILMIAH PROGRAM

Ketergantungan nikotin saat ini diakui sebagai penyakit kronis yang memerlukan pendekatan komprehensif. Penanganan ketergantungan nikotin tidak cukup hanya mengandalkan kemauan individu, tetapi memerlukan intervensi yang melibatkan aspek biologis, psikologis, sosial, dan lingkungan.

Pendekatan konseling perilaku bertujuan membantu peserta mengenali pemicu merokok, mengubah pola pikir yang mendukung kebiasaan merokok, serta mengembangkan strategi adaptif untuk menghadapi stres dan tekanan sosial tanpa menggunakan rokok. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konseling yang dilakukan secara terstruktur dapat meningkatkan keberhasilan berhenti merokok secara signifikan dibandingkan upaya berhenti tanpa pendampingan.

Selain itu, pemantauan berkala merupakan faktor penting dalam mencegah kekambuhan. Sebagian besar kekambuhan terjadi dalam tiga bulan pertama setelah penghentian merokok. Oleh karena itu, dukungan berkelanjutan menjadi komponen utama dalam program berhenti merokok yang efektif.

Pendekatan spiritual yang diterapkan dalam lingkungan masjid diharapkan dapat memperkuat motivasi intrinsik peserta melalui peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sebagai amanah dan bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

TUJUAN PROGRAM

Tujuan Umum

Membantu masyarakat menghentikan kebiasaan merokok dan meningkatkan kualitas kesehatan melalui layanan konseling dan pendampingan berbasis bukti ilmiah.

Tujuan Khusus

  1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya merokok dan vape.
  2. Mengidentifikasi tingkat ketergantungan nikotin peserta.
  3. Memberikan konseling perubahan perilaku untuk berhenti merokok.
  4. Membantu peserta mengatasi gejala putus nikotin.
  5. Mencegah kekambuhan setelah berhenti merokok.
  6. Meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan peserta.

METODE PELAKSANAAN PROGRAM

Program dilaksanakan melalui layanan online maupun onsite berdasarkan perjanjian. Setiap peserta menjalani asesmen awal yang mencakup riwayat merokok, lama penggunaan, jumlah konsumsi harian, tingkat motivasi berhenti merokok, serta faktor risiko kekambuhan.

Berdasarkan hasil asesmen, peserta memperoleh konseling individual yang berfokus pada peningkatan motivasi, identifikasi faktor pemicu merokok, penyusunan strategi penghentian merokok, serta penguatan komitmen perubahan perilaku.

Pendampingan dilakukan secara berkala melalui konsultasi langsung maupun media digital untuk memantau perkembangan peserta dan membantu mengatasi hambatan yang muncul selama proses berhenti merokok.

JENIS LAYANAN

  1. Konsultasi Berhenti Merokok Individu. Layanan konsultasi personal untuk membantu peserta memahami kondisi ketergantungan nikotin dan menyusun rencana penghentian merokok yang sesuai.
  2. Penilaian Tingkat Ketergantungan Nikotin. Evaluasi tingkat ketergantungan peserta sebagai dasar penyusunan strategi intervensi yang tepat.
  3. Konseling Motivasi dan Perubahan Perilaku. Pendampingan untuk meningkatkan kesiapan berhenti merokok dan membangun perilaku hidup sehat.
  4. Pendampingan Mengatasi Gejala Putus Nikotin. Edukasi dan konsultasi mengenai cara menghadapi gejala putus nikotin seperti gelisah, sulit berkonsentrasi, mudah marah, dan keinginan kuat untuk merokok.
  5. Pencegahan Kekambuhan (Relapse Prevention). Pendampingan untuk mengidentifikasi situasi berisiko dan mengembangkan strategi mempertahankan keberhasilan berhenti merokok.
  6. Edukasi Bahaya Rokok dan Vape. Penyuluhan mengenai dampak penggunaan tembakau dan rokok elektronik terhadap kesehatan.
  7. Monitoring dan Evaluasi Berkala. Pemantauan perkembangan peserta untuk meningkatkan keberhasilan jangka panjang.
  8. Layanan Konsultasi Online dan Onsite. Pelayanan dilakukan secara tatap muka maupun daring berdasarkan jadwal dan perjanjian yang telah disepakati.

MANFAAT PROGRAM

Program Stop Smoking Clinic MAB diharapkan memberikan manfaat berupa:

  • Penurunan konsumsi rokok pada peserta.
  • Peningkatan keberhasilan berhenti merokok.
  • Perbaikan kesehatan paru dan sistem kardiovaskular.
  • Penurunan risiko penyakit kronis terkait tembakau.
  • Pengurangan paparan asap rokok bagi keluarga.
  • Peningkatan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat.

KESIMPULAN

Stop Smoking Clinic MAB merupakan program layanan kesehatan berbasis masjid yang dirancang untuk membantu masyarakat menghentikan kebiasaan merokok melalui pendekatan ilmiah, komprehensif, dan berkelanjutan. Program ini mengintegrasikan asesmen ketergantungan nikotin, konseling perilaku, edukasi kesehatan, pencegahan kekambuhan, serta pemantauan berkala secara online dan onsite. Keberadaan program ini diharapkan dapat menjadi model inovatif promosi kesehatan berbasis komunitas yang efektif dalam mendukung terciptanya masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan bebas dari ketergantungan tembakau.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *