Ustadz Dr Abdul Hakim Zawawi, Lc MA
Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, di mana setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 183, “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Ayat ini menegaskan bahwa puasa adalah kewajiban bagi setiap mukmin, bukan sekadar seorang Muslim. Bulan Ramadhan harus dimaksimalkan dengan berbagai amalan sunnah untuk memperoleh keberkahan yang lebih besar
6 Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan yang Sering Diabaikan
1. Sunnah Mengakhirkan Sahur
Rasulullah SAW bersabda: “Bersahurlah, karena dalam sahur itu ada keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Makan sahur bukan sekadar mengisi energi untuk berpuasa, tetapi juga merupakan ibadah yang mengandung keberkahan. Sunnah lainnya adalah mengakhirkan waktu sahur hingga mendekati waktu subuh. Ini berdasarkan hadits dari Zaid bin Tsabit, beliau berkata: “Kami pernah sahur bersama Rasulullah SAW, kemudian beliau melaksanakan shalat. Aku bertanya, ‘Berapa lama jarak antara sahur dan shalat?’ Beliau menjawab, ‘Kira-kira seukuran membaca lima puluh ayat.'” (HR. Bukhari dan Muslim). Dengan demikian, setelah sahur dan shalat subuh, dianjurkan membaca Al-Qur’an sekitar 15 menit sebagaimana sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
2. Sunnah Menyegerakan Berbuka Puasa
Nabi SAW bersabda: “Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Berbuka puasa sebaiknya dilakukan segera setelah matahari terbenam, tanpa menunda-nunda. Ini menunjukkan ketaatan kepada sunnah Rasulullah SAW. Selain itu, berbuka dengan sesuatu yang manis seperti kurma juga dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian berbuka, hendaklah ia berbuka dengan kurma, karena ia mengandung keberkahan. Jika tidak menemukannya, maka berbukalah dengan air, karena ia adalah penyuci.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
3. Sunnah Bersedekah
Di bulan Ramadhan, Rasulullah SAW dikenal sebagai orang yang paling dermawan. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: “Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya. Jibril menemui beliau setiap malam Ramadhan untuk mengajarkan Al-Qur’an. Rasulullah SAW lebih dermawan dalam kebaikan daripada angin yang berhembus.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Bersedekah di bulan Ramadhan tidak hanya berupa harta, tetapi juga makanan untuk orang berbuka puasa. Pahala memberi makan orang yang berbuka sama dengan pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang tersebut.
4. Sunnah Memperbanyak Doa di Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan adalah waktu terbaik untuk berdoa karena ada tiga golongan yang doanya tidak tertolak, sebagaimana hadits: “Tiga orang yang doanya tidak akan ditolak: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka, dan doa orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi).
Selain itu, terdapat doa khusus yang dianjurkan ketika berbuka puasa. Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah SAW berdoa ketika berbuka:”Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru in syaa Allah.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad). Artinya: “Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah tetap pahala, insyaAllah.”
5. Sunnah Memberi Makan Orang yang Berbuka
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Hadits ini menunjukkan keutamaan besar bagi siapa saja yang menyediakan makanan atau minuman untuk berbuka puasa, meskipun hanya dengan sebutir kurma atau seteguk air.
6. Sunnah Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
Rasulullah SAW dan para sahabat memperbanyak membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an selama Ramadhan. Dari Ibnu Abbas, beliau berkata:”Jibril menemui Nabi setiap malam di bulan Ramadhan dan mengajarkan Al-Qur’an kepadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Karena itu, kita dianjurkan untuk menghidupkan Ramadhan dengan tilawah Al-Qur’an, minimal satu kali khatam dalam sebulan.
Membaca Al-Qur’an secara rutin di bulan Ramadhan merupakan sunnah yang sangat dianjurkan, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat. Setiap malam di bulan Ramadhan, Jibril AS menemui Nabi Muhammad SAW untuk membacakan dan mengulang Al-Qur’an bersama beliau, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Hal ini menunjukkan bahwa bulan Ramadhan adalah waktu yang penuh berkah untuk lebih mendekatkan diri kepada Al-Qur’an dengan memperbanyak tilawah, memahami maknanya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Para ulama dan salafush shalih juga menjadikan Ramadhan sebagai momen untuk lebih intens dalam membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Imam Syafi’i mengkhatamkan Al-Qur’an hingga 60 kali dalam sebulan Ramadhan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menjadikan tilawah sebagai bagian dari rutinitas harian selama Ramadhan, dengan target minimal satu kali khatam. Selain mendapatkan pahala yang berlipat ganda, memperbanyak bacaan Al-Qur’an juga membawa ketenangan hati dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Kesimpulan
Ramadhan adalah kesempatan emas untuk meningkatkan amal ibadah, tidak hanya dengan puasa dan shalat, tetapi juga dengan amalan sunnah yang sering ditinggalkan. Sunnah seperti sahur, menyegerakan berbuka, sedekah, memperbanyak doa, memberi makan orang berbuka, membaca Al-Qur’an, dan menjaga keselamatan diri harus kita hidupkan agar Ramadhan kali ini lebih baik dari sebelumnya. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang dibebaskan dari api neraka.















Leave a Reply