Islam Sebagai Agama Penyempurna yang Meluruskan Agama Lainnya
Islam adalah agama terakhir yang diturunkan oleh Tuhan sebagai penyempurna dan pelurus ajaran sebelumnya. Al-Qur’an menegaskan bahwa Tuhan telah mengutus banyak nabi sepanjang sejarah untuk membawa pesan tauhid, termasuk Nabi Isa (Yesus) yang diutus kepada Bani Israel dengan kitab Injil. Namun, seiring berjalannya waktu, ajaran asli yang dibawa Nabi Isa mengalami perubahan dan penyimpangan akibat campur tangan manusia, sehingga konsep ketuhanan dalam agama tauhid atau agama samawi tidak lagi murni sebagaimana yang diajarkan oleh para nabi sebelumnya.
Dalam Islam, Nabi Isa dipandang sebagai salah satu nabi besar, tetapi bukan Tuhan atau anak Tuhan seperti yang dipercayai dalam ajaran Kristen. Konsep ketauhidan yang diajarkan oleh semua nabi seharusnya tetap murni, tetapi dalam agama Nasrani, ketauhidan itu berubah menjadi konsep Trinitas. Islam datang sebagai agama penyempurna yang meluruskan pemahaman ini, mengembalikan ajaran tauhid yang benar, dan menegaskan bahwa Tuhan itu Esa tanpa sekutu.
Agama Nasrani Menurut Islam Tidak Sesuai dengan Kitab Samawi Injil
Menurut Islam, ajaran agama Nasrani yang ada saat ini tidak lagi sesuai dengan Injil asli yang diturunkan kepada Nabi Isa. Al-Qur’an menyebutkan bahwa Injil yang sejati adalah wahyu dari Tuhan yang mengajarkan tauhid dan ketaatan kepada-Nya, bukan ajaran yang mengangkat seorang manusia menjadi Tuhan. Namun, dalam perkembangannya, Injil telah diubah dan ditafsirkan ulang oleh berbagai pihak, sehingga ajarannya mengalami distorsi dan tidak lagi sesuai dengan pesan asli yang dibawa oleh Nabi Isa.
Salah satu bentuk penyimpangan dalam agama Nasrani adalah doktrin Trinitas, yang menyatakan bahwa Tuhan terdiri dari tiga pribadi: Bapa, Anak (Yesus), dan Roh Kudus. Dalam Islam, konsep ini bertentangan dengan ajaran tauhid yang murni, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an:
“Sungguh, telah kafirlah orang-orang yang berkata: ‘Sesungguhnya Allah itu adalah Al-Masih putra Maryam.'” (QS. Al-Ma’idah: 72)
Islam menegaskan bahwa Nabi Isa adalah hamba dan utusan Tuhan, bukan Tuhan atau anak Tuhan. Injil asli yang diturunkan kepada Nabi Isa mengajarkan tauhid, namun setelah Nabi Isa diangkat ke langit, ajarannya mulai diselewengkan oleh para pengikutnya yang berbeda pandangan.
Sejarah Munculnya Agama Nasrani dan Trinitas
Sejarah mencatat bahwa agama Nasrani muncul sebagai hasil dari konsili dan perbedaan pandangan antara dua kelompok utama: kelompok Armenia yang masih mempertahankan ajaran tauhid Nabi Isa, dan kelompok Paulus yang memperkenalkan ajaran baru dengan berbagai elemen Yunani-Romawi. Kelompok Paulus akhirnya mendominasi dan mengubah ajaran Nabi Isa, mengadopsi konsep penebusan dosa dan menjadikan Yesus sebagai Tuhan.
Doktrin Trinitas sendiri baru resmi ditetapkan lebih dari 300 tahun setelah wafatnya Nabi Isa, dalam Konsili Nicea tahun 325 M. Konsili ini diadakan oleh Kaisar Romawi Konstantinus, yang menginginkan keseragaman ajaran Kristen di wilayah kekuasaannya. Dalam konsili ini, ajaran tauhid yang diajarkan oleh pengikut Nabi Isa yang masih murni ditolak, sementara konsep Yesus sebagai Tuhan ditegaskan sebagai doktrin resmi gereja. Dengan demikian, Trinitas bukanlah ajaran asli dari Nabi Isa, melainkan keputusan politik yang dibuat jauh setelah beliau diangkat ke langit.
Seiring dengan penyebaran agama Nasrani di Eropa, banyak perubahan lain yang dilakukan oleh gereja. Berbagai kitab Injil yang beredar memiliki banyak perbedaan dan mengalami berbagai revisi. Al-Qur’an menegaskan bahwa kitab-kitab suci sebelum Al-Qur’an telah mengalami penyimpangan, sehingga Islam dihadirkan sebagai agama penyempurna untuk mengembalikan ajaran tauhid yang benar kepada umat manusia.
Islam sebagai Penyempurna yang Meluruskan Konsep Keesaan Tuhan
Islam datang untuk meluruskan penyimpangan yang terjadi dalam Injil, khususnya terkait konsep ketuhanan. Dalam Islam, keesaan Tuhan adalah prinsip utama yang tidak bisa ditawar-tawar, sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Ikhlas:
“Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.” (QS. Al-Ikhlas: 1-4)
Islam menolak konsep Trinitas dan menegaskan bahwa Nabi Isa hanyalah seorang rasul yang diutus kepada kaumnya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Al-Qur’an juga menyatakan bahwa di akhir zaman, Nabi Isa akan turun kembali untuk membenarkan ajaran Islam dan menghapus keyakinan keliru yang telah disebarkan tentang dirinya.
Kesimpulan
- Islam adalah agama penyempurna yang dihadirkan oleh Tuhan untuk meluruskan penyimpangan yang terjadi dalam ajaran agama sebelumnya, termasuk agama Nasrani. Konsep ketuhanan dalam agama Nasrani telah mengalami perubahan akibat campur tangan manusia, terutama dengan munculnya doktrin Trinitas yang tidak sesuai dengan ajaran tauhid yang dibawa oleh Nabi Isa.
- Sejarah menunjukkan bahwa ajaran Nasrani yang ada saat ini merupakan hasil dari konsili dan keputusan politik yang terjadi berabad-abad setelah Nabi Isa diangkat ke langit. Islam datang untuk mengembalikan ajaran tauhid yang benar, menegaskan bahwa Tuhan itu Esa, dan bahwa Nabi Isa hanyalah seorang rasul yang menyeru kepada penyembahan kepada Allah semata.

















Leave a Reply