10 Riwayat Kisah Masyhur tentang Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ Menimbang Dalil, Kesahihan Hadis, dan Fakta Sejarah dalam Literatur Sirah
Review drWJped
Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ merupakan peristiwa yang sangat agung dalam sejarah Islam. Al-Qur’an menegaskan kedudukan beliau sebagai rahmat bagi seluruh alam (QS. Al-Anbiya’: 107), sementara perjalanan hidup beliau menjadi sumber keteladanan bagi umat manusia. Dalam literatur sirah dan sejarah Islam, terdapat berbagai kisah tentang tanda-tanda luar biasa yang dikaitkan dengan kelahiran beliau, antara lain cahaya yang dilihat oleh Aminah, peristiwa Tahun Gajah, padamnya api Persia, dan runtuhnya sebagian bangunan istana Kisra. Kisah-kisah tersebut telah populer di tengah masyarakat dan sering disampaikan dalam kajian keislaman, namun tingkat kesahihan setiap riwayat tidaklah sama.
Karena itu, pembahasan tentang “tanda-tanda kebesaran” kelahiran Nabi Muhammad ﷺ perlu dilakukan dengan sikap ilmiah dan hati-hati: mana yang memiliki dasar Al-Qur’an, mana yang bersumber dari hadis dengan kualitas tertentu, mana yang hanya terdapat dalam kitab sirah, dan mana yang merupakan kisah populer tanpa sanad yang kuat. Pendekatan ini bukan untuk mengurangi kemuliaan Rasulullah ﷺ, melainkan justru menjaga kecintaan kepada beliau agar tidak dibangun di atas informasi yang lemah atau tidak terbukti. Berikut 10 riwayat kisah yang masyhur dalam literatur sirah, disertai tinjauan singkat berdasarkan dalil, kualitas riwayat, dan fakta sejarah yang tersedia.
- Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ di Tahun Gajah
- Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ terjadi pada tahun 570 M, yang dikenal sebagai “Tahun Gajah,” tahun dimana pasukan bergajah yang dipimpin oleh Abrahah, gubernur Yaman, berusaha menyerang Makkah untuk menghancurkan Ka’bah. Namun, pasukan Abrahah dikalahkan oleh pasukan burung yang dikirim oleh Allah SWT, yang menurunkan batu-batu panas kepada mereka. Kejadian ini menjadi bukti bahwa Allah melindungi Ka’bah dan Makkah dari ancaman musuh, serta menandakan bahwa kelahiran Nabi Muhammad ﷺ adalah peristiwa yang sangat penting bagi umat Islam.
- Kejadian Tahun Gajah ini dijadikan sebagai titik tolak perhitungan tahun dalam kalender Arab dan juga menjadi penanda besar dalam sejarah Islam. Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ setelah peristiwa tersebut dianggap sebagai rahmat besar yang diberikan oleh Allah kepada umat manusia, sebagai penanda datangnya pemimpin yang akan membawa perubahan besar bagi dunia. Tahun Gajah menjadi simbol dari pembalasan Allah terhadap kezaliman dan juga pertanda bahwa dunia akan segera mengalami transformasi besar.
- Tahun Gajah — Memiliki Dasar Al-Qur’an. Nabi Muhammad ﷺ lahir pada masa yang dikenal sebagai Tahun Gajah (‘Ām al-Fīl). Peristiwa pasukan bergajah yang dipimpin Abrahah disebut secara jelas dalam Surah Al-Fil ayat 1–5: Allah menggagalkan pasukan yang hendak menyerang Ka‘bah dan mengirimkan burung-burung yang melempari mereka dengan batu dari sijjil. Namun, Al-Qur’an tidak menyatakan secara eksplisit bahwa kelahiran Nabi ﷺ terjadi tepat pada tahun yang sama; hubungan tersebut berasal dari riwayat sejarah dan sirah yang masyhur. Karena itu, peristiwa Tahun Gajah kuat berdasarkan Al-Qur’an, sedangkan rincian kronologi kelahiran Nabi perlu merujuk kepada literatur sirah.
- Cahaya yang Menerangi Dunia saat Kelahiran Nabi
- Sebagian riwayat menyebutkan bahwa saat Nabi Muhammad ﷺ dilahirkan, dunia diliputi oleh cahaya yang terang benderang. Ibu Nabi, Aminah, merasakan keajaiban saat melahirkan beliau, dan ia bahkan melihat cahaya tersebut memancar dari tubuh Nabi yang baru lahir, yang terang sehingga dapat dilihat dari berbagai penjuru. Cahaya ini bukan hanya menjadi tanda kebesaran peristiwa kelahiran Nabi, tetapi juga menjadi simbol bahwa beliau adalah cahaya bagi umat manusia.
- Beberapa riwayat juga menyebutkan bahwa cahaya tersebut tidak hanya membangkitkan rasa takjub di kalangan orang-orang yang menyaksikan kelahiran Nabi, tetapi juga dianggap sebagai tanda bahwa beliau akan membawa petunjuk dan penerangan bagi umat manusia. Cahaya yang memancar dari Nabi Muhammad ﷺ menjadi metafora untuk sifat beliau yang akan menyebarkan hidayah dan rahmat kepada seluruh umat. Dengan kelahiran beliau, umat manusia diberikan kesempatan untuk hidup dalam cahaya kebenaran dan petunjuk Allah.
- Cahaya yang Dilihat oleh Aminah — Riwayat yang Dikenal dalam Hadis. Salah satu riwayat yang terkenal menyebutkan bahwa ketika Aminah melahirkan Nabi ﷺ, ia melihat cahaya yang menerangi istana-istana di Syam. Riwayat ini terdapat antara lain dalam Musnad Ahmad dan beberapa kitab hadis/sirah. Namun, status sanadnya tidak berada pada tingkat hadis sahih yang disepakati, sehingga tidak tepat menyatakan bahwa cahaya tersebut merupakan fakta sejarah yang pasti. Adapun makna “cahaya” sebagai simbol petunjuk memiliki dasar yang kuat secara Al-Qur’an, karena Allah menyebut Rasul-Nya sebagai pembawa petunjuk dan beliau menjadi sebab manusia memperoleh hidayah.
- Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ Tanpa Kesakitan
- Aminah, ibu Nabi Muhammad ﷺ, mengungkapkan bahwa ia tidak merasakan rasa sakit yang biasanya dialami ibu ketika melahirkan. Banyak ulama dan penulis sirah menyebutkan bahwa kelahiran Nabi Muhammad ﷺ merupakan kelahiran yang berbeda dari kelahiran lainnya, karena tidak ada rasa sakit ataupun kesulitan yang mengiringi. Ini menjadi tanda bahwa kelahiran beliau adalah istimewa dan penuh berkah. Bahkan, beberapa riwayat menyebutkan bahwa setelah kelahiran Nabi, Aminah merasa seperti diberi kekuatan dan ketenangan yang luar biasa.
- Perasaan yang dialami oleh Aminah ini menjadi simbol dari kedamaian dan ketenangan yang akan dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ sepanjang hidupnya. Ia dilahirkan dalam kondisi yang penuh rahmat dan kemudahan, yang menjadi gambaran dari kehidupan beliau yang akan dipenuhi dengan keberkahan, meskipun dihadapkan dengan banyak tantangan. Hal ini menguatkan keyakinan bahwa kelahiran Nabi Muhammad ﷺ bukanlah sebuah kebetulan, tetapi merupakan takdir yang sudah ditentukan oleh Allah SWT untuk umat manusia.
- Kelahiran yang Mudah dan Tanpa Rasa Sakit — Tidak Ada Dalil Sahih yang Tegas. Kisah bahwa Aminah tidak mengalami rasa sakit ketika melahirkan Nabi ﷺ sering disebut dalam berbagai tulisan tentang maulid dan sirah. Namun, tidak terdapat hadis sahih yang secara tegas menetapkan bahwa kelahiran Nabi ﷺ berlangsung tanpa rasa sakit. Karena itu, kisah tersebut sebaiknya tidak disampaikan sebagai fakta yang pasti. Kemuliaan Nabi ﷺ tidak bergantung pada keadaan persalinan beliau, tetapi pada kedudukan beliau sebagai Rasul Allah dan penutup para nabi, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Ahzab: 40.
- Peristiwa Runtuhnya Istana Kisra di Persia
- Salah satu peristiwa luar biasa yang terjadi pada saat kelahiran Nabi Muhammad ﷺ adalah runtuhnya sebagian dari istana Kisra, raja Persia. Istana ini dikenal sebagai salah satu yang terbesar dan termegah pada masa itu. Sebagian riwayat menyebutkan bahwa pada saat kelahiran Nabi, ada suara gemuruh yang disertai dengan runtuhnya tiang-tiang istana Kisra, yang menandakan bahwa kerajaan Persia akan segera runtuh. Peristiwa ini dianggap sebagai pertanda bahwa kekuasaan besar yang ada di dunia pada waktu itu akan segera digantikan oleh kekuasaan yang lebih hakiki, yakni kekuasaan Islam.
- Runtuhnya istana Kisra ini menjadi simbol dari keruntuhan kebesaran imperium Persia yang saat itu merupakan salah satu kerajaan terkuat di dunia. Seiring dengan kelahiran Nabi Muhammad ﷺ, yang akan membawa Islam ke seluruh penjuru dunia, peristiwa ini menandakan bahwa zaman kegelapan dan penindasan akan digantikan dengan zaman cahaya, keadilan, dan rahmat bagi seluruh umat manusia. Peristiwa ini menguatkan keyakinan bahwa kelahiran Nabi Muhammad ﷺ adalah awal dari perubahan besar dalam sejarah dunia.
- Runtuhnya Istana Kisra — Riwayat Masyhur, tetapi Tidak Sahih. Kisah bahwa pada malam kelahiran Nabi ﷺ beberapa tiang atau balkon istana Kisra Persia runtuh sangat populer dalam literatur sirah. Demikian pula kisah tentang gempa yang terjadi di istana tersebut. Akan tetapi, riwayat mengenai peristiwa ini tidak memiliki sanad yang kuat untuk dinyatakan sebagai hadis sahih. Karena itu, secara akademis lebih tepat ditulis: “Dalam sebagian literatur sirah disebutkan sebuah riwayat tentang runtuhnya beberapa bagian istana Kisra, tetapi kesahihan riwayat tersebut diperselisihkan dan tidak dapat dijadikan fakta yang pasti.”
- Pemadaman Api yang Tidak Pernah Padam di Persia
- Pada saat kelahiran Nabi Muhammad ﷺ, beberapa riwayat menyebutkan bahwa api yang biasa menyala di kuil Zoroaster di Persia tiba-tiba padam. Api ini dikenal tidak pernah padam selama berabad-abad sebagai simbol kekuatan dan keberadaan dewa-dewa mereka. Namun, pada saat kelahiran Nabi Muhammad ﷺ, api ini padam dengan sendirinya, yang dianggap sebagai tanda bahwa agama dan kebudayaan yang menyembah api itu akan segera digantikan oleh cahaya Islam, yang akan membawa kebenaran bagi umat manusia.
- Padamnya api ini menjadi simbol dari berakhirnya masa penyembahan berhala dan dimulainya era penyebaran tauhid (keesaan Allah). Hal ini juga mencerminkan bahwa Islam akan membawa kemenangan terhadap kebathilan, dan bahwa agama-agama yang mengajarkan penyembahan selain Allah akan segera digantikan dengan agama yang murni. Kejadian ini menambah keyakinan bahwa kelahiran Nabi Muhammad ﷺ adalah sebuah titik balik dalam sejarah umat manusia.
- Padamnya Api Persia — Riwayat yang Tidak Terbukti Sahih. Kisah api kaum Majusi di Persia yang konon telah menyala selama seribu tahun kemudian padam ketika Nabi ﷺ lahir juga sangat terkenal. Namun, tidak terdapat hadis sahih yang dapat dijadikan dasar pasti untuk menetapkan peristiwa tersebut. Oleh karena itu, tidak tepat menyebutnya sebagai fakta sejarah yang telah terbukti. Kita tetap dapat mengambil makna simbolisnya dalam tulisan keagamaan, tetapi harus diberi keterangan bahwa ia merupakan riwayat populer dalam literatur sirah, bukan dalil sahih yang pasti.
- Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ dan Keajaiban Alam
- Pada saat kelahiran Nabi Muhammad ﷺ, ada sejumlah peristiwa alam yang luar biasa yang terjadi. Salah satunya adalah cahaya yang sangat terang yang memancar dari tubuh Nabi Muhammad ﷺ saat beliau dilahirkan. Cahaya ini dapat dilihat dari tempat-tempat yang jauh, bahkan ada riwayat yang menyebutkan bahwa cahaya tersebut menyinari istana-istana di wilayah Persia. Peristiwa ini menjadi salah satu tanda kebesaran Allah SWT yang menunjukkan bahwa kelahiran Nabi Muhammad ﷺ adalah peristiwa yang luar biasa dan penuh berkah.
- Selain cahaya yang memancar, ada juga riwayat yang menyebutkan bahwa pada saat kelahiran beliau, api yang biasa menyala di istana Persia padam. Hal ini dianggap sebagai tanda bahwa kerajaan Persia yang besar akan segera runtuh, dan kekuasaan baru akan datang dengan kelahiran Nabi Muhammad ﷺ. Peristiwa-peristiwa alam ini menunjukkan bahwa kelahiran Nabi Muhammad ﷺ menandakan datangnya perubahan besar yang akan mempengaruhi seluruh umat manusia.
- Berbagai Keajaiban Alam — Harus Dibedakan antara Dalil dan Cerita Sirah. Berbagai tulisan tentang kelahiran Nabi ﷺ menyebutkan banyak fenomena alam luar biasa, seperti cahaya yang menerangi tempat-tempat jauh, padamnya api Persia, dan berbagai perubahan alam lainnya. Namun, tidak semua cerita tersebut memiliki sanad yang sahih. Prinsip ilmu hadis mengharuskan kita tidak menyamakan riwayat lemah dengan hadis sahih. Dalil yang jauh lebih kuat mengenai kemuliaan Nabi ﷺ adalah Al-Qur’an, antara lain QS. Al-Anbiya’: 107 bahwa beliau diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam, serta QS. Al-Qalam: 4 yang memuji keagungan akhlak beliau.
- Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ dan Kehadiran Malaikat
- Sebelum kelahiran Nabi Muhammad ﷺ, ibunya, Aminah, diberi petunjuk oleh seorang malaikat yang memberitahukan bahwa anak yang akan dilahirkannya adalah seorang pemimpin besar yang akan membawa cahaya bagi dunia. Malaikat tersebut memberitahukan bahwa anak tersebut akan menjadi pembawa wahyu dan akan mengubah dunia dengan ajaran-ajarannya. Petunjuk ini menjadi pertanda bahwa kelahiran Nabi Muhammad ﷺ bukanlah kelahiran biasa, melainkan kelahiran seorang pemimpin yang akan membawa rahmat bagi seluruh alam.
- Kehadiran malaikat yang memberikan petunjuk kepada Aminah ini juga menunjukkan bahwa kelahiran Nabi Muhammad ﷺ adalah bagian dari takdir Allah yang telah ditentukan sejak awal. Allah SWT telah mempersiapkan segalanya untuk kelahiran Nabi Muhammad ﷺ, yang akan membawa umat manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya Islam. Ini menunjukkan bahwa kelahiran beliau bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi juga peristiwa spiritual yang sangat penting bagi umat manusia.
- Kabar kepada Aminah dan Kehadiran Malaikat — Perlu Kehati-hatian. Ada kisah bahwa Aminah mendapatkan kabar dari malaikat sebelum kelahiran Nabi ﷺ mengenai kemuliaan anak yang dikandungnya. Sebagian riwayat tentang pengalaman Aminah memang terdapat dalam literatur sirah, tetapi rincian mengenai kehadiran malaikat dan dialog tertentu tidak semuanya memiliki sanad sahih. Yang pasti berdasarkan Al-Qur’an adalah bahwa Muhammad ﷺ telah dipilih Allah sebagai nabi dan rasul, dan beliau merupakan bagian dari rangkaian kenabian yang membawa manusia dari kesyirikan menuju tauhid.
- Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ dan Pengaruhnya terhadap Masyarakat Makkah
- Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ membawa dampak besar bagi masyarakat Makkah. Meskipun saat itu Nabi Muhammad ﷺ masih bayi, masyarakat Makkah sudah mulai merasakan perubahan yang akan datang. Sebagai anak dari keluarga terhormat Bani Hasyim, beliau mendapat perhatian khusus dari masyarakat Makkah. Namun, kelahiran beliau juga menandai awal dari perubahan besar dalam masyarakat yang sebelumnya terperangkap dalam penyembahan berhala dan kebodohan.
- Masyarakat Makkah, terutama suku Quraisy, mulai merasa cemas dengan apa yang akan terjadi di masa depan. Mereka tidak tahu bahwa kelahiran Nabi Muhammad ﷺ adalah awal dari kebangkitan Islam yang akan menggantikan kepercayaan mereka yang salah. Seiring bertambahnya usia Nabi Muhammad ﷺ, beliau mulai menunjukkan tanda-tanda kebesaran yang membuat masyarakat Makkah semakin penasaran dan akhirnya terpengaruh oleh wahyu yang beliau terima
- Nabi ﷺ sebagai Rahmat bagi Masyarakat dan Seluruh Alam — Dalilnya Sangat Kuat. Pernyataan bahwa kelahiran Nabi ﷺ menjadi awal perubahan besar bagi manusia harus dipahami sebagai konsekuensi dari risalah beliau, bukan berarti masyarakat Makkah langsung berubah pada saat beliau lahir. Setelah beliau diangkat menjadi rasul, dakwah tauhid secara bertahap mengubah kehidupan masyarakat Arab dan kemudian memberikan pengaruh besar terhadap peradaban dunia. Allah berfirman, “Kami tidak mengutus engkau melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam” (QS. Al-Anbiya’: 107). Jadi, dasar yang sahih bukan klaim bahwa masyarakat Makkah telah berubah saat beliau masih bayi, melainkan bahwa risalah Nabi ﷺ membawa perubahan besar bagi umat manusia.
- Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ dan Peranannya dalam Menyelamatkan Ka’bah
- Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ bertepatan dengan peristiwa Tahun Gajah, yang merupakan tahun ketika pasukan Abrahah berusaha menghancurkan Ka’bah. Pasukan Abrahah datang dengan tujuan untuk menghancurkan Ka’bah dan menggantikannya dengan sebuah gereja yang lebih besar di Yaman. Namun, Allah SWT mengirimkan burung-burung Ababil yang melemparkan batu dari api untuk menghancurkan pasukan Abrahah. Ini menjadi bukti bahwa Allah SWT melindungi Ka’bah dan menyiapkan Nabi Muhammad ﷺ untuk menjadi pemimpin yang akan menjaga Ka’bah dan menyebarkan wahyu-Nya.
- Peristiwa ini menunjukkan bahwa kelahiran Nabi Muhammad ﷺ tidak hanya penting bagi umat Islam, tetapi juga bagi seluruh umat manusia. Ka’bah, sebagai tempat suci bagi umat Islam, menjadi simbol kebesaran Allah yang dilindungi-Nya. Nabi Muhammad ﷺ akan menjadi pemimpin yang menjaga Ka’bah dan menyebarkan ajaran Islam yang akan mengubah dunia.
- Tahun Gajah dan Perlindungan Ka‘bah — Dalil Al-Qur’an Sangat Jelas. Peristiwa pasukan bergajah merupakan salah satu kisah sejarah yang paling kuat karena Allah SWT mengabadikannya dalam Surah Al-Fil ayat 1–5. Allah menggambarkan bagaimana pasukan tersebut gagal menghancurkan Ka‘bah dan bagaimana mereka dihancurkan oleh kehendak-Nya. Namun, perlu diluruskan bahwa Nabi Muhammad ﷺ belum menjadi pihak yang menyelamatkan Ka‘bah ketika peristiwa itu terjadi. Beliau baru lahir sekitar masa tersebut. Jadi, lebih tepat mengatakan bahwa Allah menunjukkan kekuasaan-Nya dalam melindungi Ka‘bah pada masa menjelang kelahiran Rasulullah ﷺ, bukan bahwa Nabi ﷺ secara pribadi menyelamatkan Ka‘bah dari pasukan Abrahah.
- Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ dan Kehidupan yang Penuh Ujian
- Sejak kelahiran Nabi Muhammad ﷺ, beliau sudah menghadapi ujian dan cobaan. Ayah beliau, Abdullah, meninggal saat beliau masih dalam kandungan, dan ibunya, Aminah, meninggal saat beliau masih berusia enam tahun. Beliau tumbuh sebagai anak yatim piatu, namun hal ini tidak mengurangi semangat dan kebesaran hati beliau. Kehidupan beliau yang penuh dengan ujian sejak kecil menunjukkan bahwa beliau adalah sosok yang sangat kuat dan tabah, yang kelak akan menjadi pemimpin besar bagi umat Islam.
- Ujian yang beliau hadapi sejak kecil menjadi bekal bagi beliau untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan tantangan. Nabi Muhammad ﷺ tidak hanya diuji dengan kehilangan orang-orang yang sangat beliau cintai, tetapi juga dengan berbagai cobaan yang datang sepanjang hidupnya. Namun, beliau tetap sabar dan tawakal kepada Allah, yang membuat beliau menjadi teladan bagi umat Islam dalam menghadapi ujian hidup.
- Kehidupan Nabi ﷺ Sejak Kecil Penuh Ujian — Fakta Sejarah yang Kuat. Nabi Muhammad ﷺ mengalami kehilangan sejak usia sangat dini. Ayah beliau, Abdullah, wafat sebelum beliau lahir, kemudian ibunya, Aminah, wafat ketika beliau berusia sekitar enam tahun. Setelah itu beliau berada dalam asuhan kakeknya, Abdul Muthalib, dan kemudian pamannya, Abu Thalib. Al-Qur’an sendiri mengingatkan keadaan beliau sebagai seorang yatim: “Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu)?” (QS. Ad-Duha: 6). Kehidupan penuh ujian tersebut tidak menjadikan beliau lemah, tetapi membentuk keteguhan, kesabaran, kasih sayang, dan ketawakalan yang menjadi bagian dari keteladanan beliau. Allah juga berfirman, “Sungguh, pada diri Rasulullah terdapat suri teladan yang baik bagi kalian” (QS. Al-Ahzab: 21). Dengan demikian, kemuliaan Nabi Muhammad ﷺ tidak harus dibangun melalui kisah-kisah ajaib yang belum sahih, tetapi terutama melalui dalil Al-Qur’an, hadis sahih, akhlak beliau, perjuangan dakwahnya, kesabarannya menghadapi ujian, dan risalah tauhid yang beliau sampaikan.
Jika kisah “10 Riwayat Kisah Masyhur Dalam Literatur Sirah” tersebut dinilai dengan standar ilmu hadis dan sejarah Islam, perlu dibedakan antara peristiwa yang memiliki dasar kuat dan kisah populer yang sanadnya lemah. Yang paling kuat adalah bahwa Nabi ﷺ lahir pada ‘Ām al-Fīl (Tahun Gajah); Al-Qur’an sendiri mengabadikan peristiwa pasukan bergajah dalam Surah Al-Fil, meskipun Al-Qur’an tidak menyebut secara eksplisit tanggal kelahiran Nabi. � Adapun rincian bahwa beliau lahir pada tahun 570 M perlu dipandang sebagai perkiraan sejarah, bukan angka yang ditetapkan oleh hadis sahih.
Riwayat tentang cahaya yang keluar dari Aminah dan menerangi istana-istana di Syam memang dikenal dalam literatur sirah, tetapi tidak boleh disamakan dengan hadis sahih yang disepakati. Demikian pula klaim bahwa Aminah melahirkan tanpa rasa sakit, adanya malaikat yang datang secara khusus menjelang kelahiran, atau masyarakat Makkah langsung mengalami perubahan karena kelahiran beliau, tidak memiliki dasar hadis sahih yang cukup kuat untuk dinyatakan sebagai fakta pasti. Karena itu, untuk tulisan ilmiah sebaiknya digunakan ungkapan “diriwayatkan” atau “disebutkan dalam sebagian kitab sirah”, bukan “telah terbukti secara sahih”.
Yang paling problematis adalah kisah Istana Kisra bergetar dan 14 balkon runtuh, api Persia padam selama seribu tahun, serta Danau Sawah mengering. Riwayat tersebut memang dicatat oleh sejumlah penulis sejarah, termasuk Ibn Kathir dalam Al-Bidayah wan Nihayah, tetapi sanadnya dinilai bermasalah; penilaian yang dinukil dari al-Dzahabi menyebutnya munkar gharib, sedangkan Ibn Kathir menyebutnya gharib jiddan. Bahkan terdapat ulama yang menegaskan bahwa rangkaian peristiwa tersebut tidak terbukti dengan sanad yang sahih. Jadi, kisah itu boleh disebut sebagai riwayat populer dalam literatur sirah, tetapi tidak tepat dipresentasikan sebagai fakta sejarah yang pasti atau hadis sahih.
10 Riwayat Kisah Masyhur Dalam Literatur Sirah tersebut mengandung campuran antara fakta yang memiliki dasar kuat, riwayat sirah yang diperselisihkan, dan kisah yang sanadnya lemah. Dasar paling kokoh untuk memahami kemuliaan Nabi ﷺ bukanlah banyaknya fenomena alam yang dikaitkan dengan kelahiran beliau, melainkan Al-Qur’an yang menyebut beliau sebagai rahmat bagi seluruh alam (QS Al-Anbiya’ 21:107), serta hadis-hadis sahih tentang kenabian dan akhlak beliau. Karena
Daftar Pustaka
- Al-Qur’an al-Karim. Surah Al-Anbiya’ [21]:107. Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam. [Internet]. [diakses 25 Agustus 2026].
- Al-Bukhari M. Sahih al-Bukhari. Kitab Ahadits al-Anbiya’, hadis no. 3445. [Internet]. [diakses 25 Agustus 2026]. Tersedia dari:
- Muslim ibn al-Hajjaj. Sahih Muslim. Kitab al-Fada’il, hadis no. 2278. [Internet]. [diakses 25 Agustus 2026]. Tersedia dari:
- Al-Tabari M ibn Jarir. Jami‘ al-Bayan ‘an Ta’wil Ay al-Qur’an: Tafsir Surah Al-Anbiya’ 21:107. [Internet]. [diakses 25 Agustus 2026]. Tersedia dari:















Leave a Reply