Evolusi Motif dan Warna Karpet Masjid Nabawi: Rekonstruksi Historis, Fungsi Saf, dan Desain
Karpet Masjid Nabawi mengalami perubahan karakter visual seiring perkembangan arsitektur, perluasan bangunan, dan kebutuhan pelayanan jamaah. Rekonstruksi historis ini menggambarkan perubahan karpet sejak dekade 1950-an hingga 2026, dengan perhatian pada warna, motif, arah garis saf, dan karakter bahan. Pada periode awal, karpet menunjukkan pengaruh pola tradisional dan ornamen floral. Seiring modernisasi, pola karpet berkembang menjadi lebih seragam, berulang, dan fungsional. Warna merah kemudian menjadi ciri kuat ruang utama Masjid Nabawi, sedangkan warna hijau menandai kawasan Raudhah. Sejak 2018, proses penggantian karpet secara bertahap memperluas penggunaan warna hijau hingga mendominasi sebagian besar kawasan masjid. Perubahan ini menunjukkan bahwa karpet memiliki fungsi estetis, orientatif, dan operasional. Karpet membantu membentuk keteraturan saf, memperkuat kesatuan visual ruang ibadah, serta mendukung kenyamanan jamaah. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif-historis berdasarkan dokumentasi visual dan laporan yang tersedia. Rekonstruksi setiap periode tidak selalu menunjukkan pola asli secara pasti karena keterbatasan arsip karpet yang lengkap. Perubahan karakter karpet Masjid Nabawi dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan desain karpet Masjid di Indonesia dengan mempertimbangkan identitas masjid, keteraturan saf, kenyamanan, kualitas bahan, dan kebutuhan jamaah dari berbagai generasi.
Karpet Masjid Nabawi merupakan bagian penting dari pengalaman visual dan kenyamanan jamaah ketika beribadah di Madinah. Hamparan karpet yang menutupi ruang salat tidak hanya memperindah interior masjid, tetapi juga membentuk suasana, membantu orientasi jamaah, dan mendukung keteraturan saf. Dalam perjalanan sejarahnya, Masjid Nabawi mengalami perluasan dan pembaruan fasilitas yang memengaruhi penggunaan karpet di berbagai kawasan. Sejak dekade 1950-an, setelah perluasan besar pada masa pemerintahan Arab Saudi, karakter karpet mulai bergerak menuju pola yang lebih seragam dan sesuai dengan kebutuhan masjid modern. Pada dekade 1970-an dan 1980-an, pola berulang, garis saf, serta susunan karpet yang lebih teratur semakin menonjol. Memasuki dekade 1990-an hingga awal 2000-an, warna merah menjadi ciri kuat ruang utama Masjid Nabawi. Pada saat yang sama, warna hijau di kawasan Raudhah membentuk perbedaan visual yang mudah dikenali. Gambaran tersebut menunjukkan bahwa perubahan karpet Masjid Nabawi berkaitan dengan perkembangan desain, pengelolaan ruang, dan kebutuhan jamaah dalam jumlah besar.
Perubahan penting terjadi sejak 2018 ketika penggantian karpet merah dengan karpet hijau mulai diperluas pada sejumlah kawasan Masjid Nabawi. Proses ini berlanjut secara bertahap hingga sekitar 2022, ketika warna hijau telah mendominasi sebagian besar area masjid. Pada periode 2024 hingga 2026, pemeliharaan dan penggantian karpet tetap menjadi bagian dari pengelolaan fasilitas karena tingginya intensitas penggunaan.
Perubahan tersebut memberikan bahan refleksi bagi pemilihan karpet masjid di Indonesia. Motif karpet perlu dipahami sebagai bagian dari tata ruang ibadah yang mencakup warna, arah garis saf, tingkat keterbacaan pola, kenyamanan pijakan, kemudahan perawatan, dan kesesuaian dengan karakter arsitektur masjid. Namun, rekonstruksi sejarah karpet Masjid Nabawi perlu dibaca secara hati-hati. Arsip publik tidak selalu menyediakan dokumentasi lengkap untuk setiap dekade, sehingga gambaran motif pada periode awal merupakan pendekatan visual, bukan katalog autentik seluruh karpet yang pernah digunakan. Kajian ini berupaya menyusun gambaran perubahan tersebut secara deskriptif dan menjadikannya sebagai sumber inspirasi untuk merancang karpet masjid yang fungsional, nyaman, dan memiliki identitas visual yang kuat.
Evolusi Motif dan Warna Karpet Masjid Nabawi
Gambaran perubahan motif dan warna karpet Masjid Nabawi sekitar 70 tahun terakhir, perlu dibedakan antara dokumentasi yang benar-benar tersedia dan rekonstruksi visual. Arsip publik tidak menyediakan katalog lengkap setiap pergantian karpet sejak 1950-an. Karena itu, periode awal sebaiknya disebut sebagai gambaran berdasarkan foto sejarah, sedangkan perubahan sejak 2018 memiliki dokumentasi yang jauh lebih jelas.
Gambaran periodenya:
- 1950-an sampai 1960-an. Setelah perluasan Saudi pertama yang dimulai pada 1948 dan selesai sekitar lima tahun kemudian, karpet lama era Ottoman diganti dengan karpet yang lebih seragam. Dokumentasi visual periode ini menunjukkan interior yang masih jauh berbeda dari tampilan sekarang.
- 1970-an sampai 1980-an. Karpet Masjid Nabawi semakin tampil sebagai hamparan karpet masjid modern dengan pola berulang untuk membantu pembentukan saf. Pada periode ini belum ada standar visual hijau seperti sekarang.
- 1990-an sampai awal 2000-an. Warna merah menjadi identitas kuat karpet ruang utama Masjid Nabawi. Motifnya cenderung berupa pola geometris atau floral yang berulang. Raudhah menggunakan warna hijau sehingga mudah dibedakan dari area utama yang merah. Dokumentasi perjalanan pada periode berikutnya masih menggambarkan konfigurasi merah dan hijau tersebut.
- 2010 sampai 2017. Karpet merah masih mendominasi Masjid Nabawi. Raudhah tetap menggunakan karpet hijau sebagai penanda kawasan tersebut. Jadi secara visual muncul kontras merah di ruang utama dan hijau di Raudhah.
- Perubahan besar mulai terlihat. Otoritas Masjid Nabawi mengganti karpet merah pada jalur antara Bab as-Salam dan Bab al-Baqi dengan karpet hijau. Saudi Press Agency mencatat sebanyak 250 karpet hijau digunakan pada jalur tersebut.
- 2019 sampai 2021. Penggantian warna kemudian meluas. Karpet area masjid lama, halaman dalam, perluasan, dan bagian lain secara bertahap berubah dari merah menjadi hijau. Salah satu kronologi yang terdokumentasi menyebut area masjid lama diganti pada April 2019, halaman dalam pada Desember 2019, dan sisi timur perluasan pada Januari 2020.
- Perubahan menuju dominasi hijau semakin lengkap. Sumber yang membahas proyek tersebut mencatat bahwa pada 1443 H atau 2022, karpet area pelataran juga diganti menjadi hijau. Sumber lain menyebut bagian terakhir Masjid Nabawi yang masih menggunakan karpet lama selesai diganti menjelang Ramadan 2022.
- 2024 sampai 2026. Karpet tetap menggunakan dominasi hijau, dengan penggantian bertahap sesuai kebutuhan pemeliharaan. Pada Desember 2024, beberapa bagian Masjid Nabawi kembali mengalami penggantian karpet. Pemeliharaan berlangsung terus karena karpet menerima beban penggunaan yang sangat tinggi.
Garis besar evolusi karoet 70 tahun:
1950-an → karpet standar pasca perluasan Saudi
1960-an → pola karpet masjid modern mulai seragam
1970-an → pola saf dan repetisi geometris semakin dominan
1980-an → karpet semakin seragam dan fungsional
1990-an → merah menjadi warna dominan
2000-an → merah tetap dominan, hijau khusus Raudhah
2010-2017 → merah ruang utama, hijau Raudhah
2018 → transisi merah ke hijau mulai diperluas
2019-2021 → sebagian besar area berubah menjadi hijau
2022 → dominasi hijau hampir menyeluruh
2024-2026 → hijau dipertahankan, karpet diperbarui bertahap
Motif dan warna tidak hanya berfungsi sebagai ornamen. Karpet juga membantu membentuk orientasi saf, membedakan kawasan, dan menciptakan kesatuan visual ruang ibadah. Untuk Raudhah, warna hijau sebelumnya berfungsi sebagai penanda visual yang sangat jelas. Setelah warna hijau meluas ke seluruh Masjid Nabawi, fungsi pembeda tersebut menjadi jauh lebih kecil.










Leave a Reply