PERTANYAAN
Assalamualaikum, dok, saya sering dengar katanya kalau puasa itu bikin metabolisme melambat, tubuh jadi hemat energi lalu berat badan susah turun, tapi ada juga yang bilang puasa pasti bikin kurus, sebenarnya yang benar yang mana sih, apakah puasa memang memperlambat metabolisme dan otomatis menurunkan berat badan atau tergantung pola makan saat sahur dan berbuka?
JAWABAN dr Widodo Judarwanto, ped
Waalikum salam warahmatullah wabarakatuh, semoga sehat selalu dan tubuh selalu bugar selama puasa. Semoga Allah senantiasa melimpahkan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan pada tubuh serta menjaga dari penyakit.
Secara ilmiah, puasa jangka pendek seperti Ramadhan tidak otomatis memperlambat metabolisme pada orang sehat. Studi tentang intermittent fasting menunjukkan bahwa dalam 12 sampai 24 jam pertama, tubuh memang menurunkan penggunaan glikogen dan mulai meningkatkan lipolisis atau pembakaran lemak. Penelitian metabolik menemukan bahwa laju metabolisme basal relatif stabil dalam puasa harian, bahkan beberapa studi menunjukkan sedikit peningkatan sementara akibat kenaikan hormon norepinefrin yang merangsang pembakaran lemak. Sensitivitas insulin juga terbukti membaik pada banyak partisipan, terutama jika asupan kalori dan kualitas makanan tetap terkontrol. Artinya, tubuh beradaptasi dengan efisien, bukan masuk ke mode rusak atau mati metabolisme seperti yang sering dikhawatirkan.
Terkait berat badan, data penelitian selama Ramadhan menunjukkan hasil yang bervariasi. Meta analisis pada populasi dewasa sehat menemukan rata-rata penurunan berat badan ringan pada awal Ramadhan, sekitar 0,5 sampai 1,5 kilogram, tetapi sebagian besar kembali ke berat semula beberapa minggu setelahnya. Bahkan beberapa studi observasional di negara Timur Tengah dan Asia menunjukkan sebagian individu justru mengalami kenaikan berat badan karena peningkatan asupan kalori saat berbuka, terutama dari gula sederhana dan lemak gorengan. Secara fisiologis, prinsip keseimbangan energi tetap berlaku. Jika total kalori harian melebihi kebutuhan, kelebihan tersebut disimpan sebagai lemak meskipun siang hari berpuasa. Karena itu, manfaat metabolik puasa sangat bergantung pada kontrol porsi, kualitas karbohidrat, kecukupan protein untuk menjaga massa otot, asupan serat, serta pembatasan minuman manis agar respons insulin tetap stabil dan defisit kalori tercapai secara konsisten. Semoga Allah memudahkan ibadah, melindungi tubuh dari penyakit, dan memberkahi setiap usaha menjaga kesehatan. Barakallahu fiikum














Leave a Reply