Mendikdasmen Prof Abdul Mu’ti Raih Penghargaan Tokoh Peduli Pendidikan dari Forum Rektor PTMA
Malang, 20 Oktober 2025
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., menerima penghargaan Tokoh Peduli Pendidikan dari Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah (FRPMA). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kiprahnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional, khususnya revitalisasi sektor pendidikan swasta, yang berhasil mencapai lebih dari 30 persen.
Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Ketua FRPMA, Prof. Dr. Ma’mun Murod, dalam Rapat Kerja Nasional FRPMA di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 16–18 Oktober 2025. Sementara itu, Sekretaris Jenderal FRPMA, Prof. Dr. Jebul Suroso, menegaskan bahwa kepemimpinan Abdul Mu’ti membuka ruang kolaborasi luas antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan perguruan tinggi, melalui program strategis seperti revitalisasi pendidikan, beasiswa, Pendidikan Profesi Guru (PPG), dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Prof. Dr. Abdul Mu’ti: Sosok Pemimpin Pendidikan dan Penggerak Moderasi Islam
Prof. Abdul Mu’ti adalah figur yang tak asing bagi jamaah Masjid Al-Falah Benhil, Jakarta, di mana beliau menjabat sebagai Ketua Pembina Utama. Kehadiran dan kepeduliannya terhadap jamaah menjadikannya sosok yang dicintai masyarakat, sekaligus inspirasi bagi generasi muda. Kiprahnya dalam pendidikan dan dakwah menunjukkan keseimbangan antara intelektualitas dan spiritualitas, memperkuat pesan moderasi dan inklusivitas dalam Islam.
Perjalanan akademiknya mencerminkan dedikasi terhadap ilmu. Abdul Mu’ti menamatkan pendidikan dasar hingga Madrasah Aliyah di Kudus, memperoleh gelar Sarjana di Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang (1991), Master of Education dari Universitas Flinders, Australia (1996), dan doktor di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, di mana ia kemudian dikukuhkan sebagai Guru Besar Pendidikan Agama Islam. Dalam karier akademik, ia mengabdi sebagai dosen tetap sejak 1993 dan menjabat berbagai posisi strategis, termasuk Ketua Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (2011–2017) dan Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (2019–2021).
Selain prestasi akademik, Abdul Mu’ti aktif di Muhammadiyah sejak 1994, pernah menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (2002–2006), dan kini menjabat Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (2022–2027). Kiprah internasionalnya mencakup keanggotaan di forum pluralisme dan sebagai Advisor British Council London sejak 2006. Melalui karya-karya tulisnya, termasuk Mengarusutamakan Wasathiyah (2018) dan Kristen Muhammadiyah (2009), ia menegaskan komitmen terhadap moderasi, toleransi, dan inklusivitas.
Reformasi Pendidikan Muhammadiyah dan transformasi pendidikan Indonesia:
Prof. Abdul Mu’ti M.Ed. telah memainkan peran penting dalam reformasi pendidikan Muhammadiyah, membawa perubahan signifikan pada sistem pendidikan berbasis nilai-nilai moderasi Islam. Di bawah kepemimpinannya, Muhammadiyah mengembangkan kurikulum yang relevan dengan perkembangan zaman, meningkatkan kualitas tenaga pendidik, dan memperluas akses pendidikan hingga ke daerah-daerah terpencil. Konsep pendidikan inklusif yang beliau terapkan menekankan keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu umum, menumbuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga berkarakter, toleran, dan siap berkontribusi dalam membangun masyarakat yang adil dan damai.
Selain fokus pada pendidikan Muhammadiyah, Prof. Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pendidikan formal dan non-formal, serta integrasi pengalaman sosial dalam proses pembelajaran. Konsep wasathiyah atau moderasi Islam menjadi prinsip utama dalam pengembangan pendidikan, memastikan bahwa siswa dapat mengembangkan potensi akademik sekaligus membentuk sikap toleran dan menghargai perbedaan. Pendidikan inklusif menurut beliau bukan hanya soal akses, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung keberagaman, nilai-nilai moral, dan spiritual bagi semua peserta didik.
Pengalaman dan keberhasilan reformasi pendidikan Muhammadiyah menjadi modal berharga bagi Prof. Abdul Mu’ti dalam mentransformasi pendidikan Indonesia sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Ia mendorong pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan di seluruh negeri melalui penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, serta pemanfaatan teknologi untuk menjangkau daerah terpencil. Transformasi ini bertujuan mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, inklusif, dan siap menghadapi tantangan global, sekaligus menjadikan pendidikan sebagai sarana menciptakan masyarakat yang berkeadaban dan harmonis.
Mendorong Masa Depan Pendidikan Indonesia
Sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sejak 21 Oktober 2024, Abdul Mu’ti memimpin berbagai langkah strategis untuk menjawab tantangan pendidikan di era globalisasi. Ia menekankan pentingnya pendidikan berkualitas yang merangkul seluruh lapisan masyarakat, sekaligus menanamkan karakter keislaman moderat dan inklusif.
Dengan pengalaman, integritas, dan dedikasinya, Prof. Abdul Mu’ti tidak hanya menjadi pelopor pendidikan dan moderasi Islam, tetapi juga menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa. Penghargaan Tokoh Peduli Pendidikan dari FRPMA ini diharapkan semakin memotivasi kontribusinya bagi dunia pendidikan Indonesia, sekaligus menginspirasi pendidik, mahasiswa, dan masyarakat luas untuk terus mengutamakan ilmu, integritas, dan nilai-nilai kemanusiaan.

















Leave a Reply