Resensi Buku: 80 Langkah Cerdas Agar Selamat dari Siksa Neraka. Penulis: Syaikh Mahmud Al-Misri
Identitas Buku
80 Langkah Cerdas Agar Selamat dari Siksa Neraka merupakan salah satu karya dakwah Syaikh Mahmud Al-Misri yang mengajak kaum Muslimin melakukan muhasabah (introspeksi diri) dan memperbaiki amal agar terhindar dari azab Allah. Dengan gaya bahasa yang lugas dan mudah dipahami, penulis merangkum berbagai amalan yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis sahih sebagai bekal menuju keselamatan di akhirat. Sasaran utama buku ini adalah membangun kesadaran bahwa kehidupan dunia hanyalah tempat persinggahan, sedangkan kehidupan akhirat adalah tujuan yang kekal.
Spesifikasi Buku
- Judul: 80 Langkah Cerdas Agar Selamat dari Siksa Neraka
- Judul Asli: 80 Sababan lin Najāti min an-Nār
- Penulis: Syaikh Mahmud Al-Misri
- Penerbit (edisi Indonesia): Pustaka Al-Inabah
- Bahasa: Indonesia (terjemahan)
- Jenis Buku: Buku saku Islami / Motivasi Ibadah
- Kategori: Akidah, Akhlak, Tazkiyatun Nafs, Targhib wa Tarhib
- Tebal: 111 halaman
- Ukuran: 15 × 10 cm
- Sampul: Soft Cover
- Berat: ±90 gram
- Target Pembaca: Remaja, mahasiswa, keluarga Muslim, serta masyarakat umum yang ingin memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak.
Buku 80 Langkah Cerdas Agar Selamat dari Siksa Neraka karya Syaikh Mahmud Al-Misri merupakan buku saku yang merangkum berbagai amalan utama berdasarkan Al-Qur’an dan hadis sahih sebagai bekal seorang Muslim untuk meraih keselamatan di akhirat. Dengan gaya bahasa yang sederhana, sistematis, dan mudah dipahami, penulis menyajikan delapan puluh langkah praktis yang mencakup pembahasan tauhid, ibadah, akhlak, muamalah, serta upaya menjauhi berbagai bentuk kemaksiatan. Buku ini tidak hanya memotivasi pembaca untuk memperbanyak amal saleh, tetapi juga mengingatkan bahwa keselamatan dari siksa neraka hanya dapat diraih melalui tauhid yang benar, keikhlasan, mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ, serta mengharap rahmat Allah.
Keunggulan utama buku ini adalah pendekatannya yang aplikatif. Setiap langkah dapat langsung diamalkan dalam kehidupan sehari-hari tanpa memerlukan pembahasan yang terlalu panjang. Pembaca diajak memperbaiki hubungan dengan Allah melalui salat, zikir, istighfar, membaca Al-Qur’an, serta memperbaiki hubungan dengan sesama melalui kejujuran, amanah, sedekah, silaturahmi, dan akhlak mulia. Walaupun berbentuk buku saku dengan jumlah halaman yang ringkas, kandungannya padat dan relevan sebagai pengingat harian (tazkirah). Buku ini sangat sesuai dijadikan bacaan pribadi, materi kajian, hadiah dakwah, maupun pegangan bagi keluarga Muslim yang ingin membangun kehidupan berdasarkan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah. Namun, karena sifatnya berupa ringkasan motivatif, pembaca tetap dianjurkan merujuk kepada kitab-kitab tafsir, syarah hadis, dan karya para ulama untuk pendalaman setiap dalil dan pembahasannya.
Syaikh Mahmud Al-Misri (الشيخ محمود المصري) adalah seorang dai, penulis, dan ulama asal Mesir yang dikenal luas melalui karya-karyanya tentang akhlak, tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), sirah Nabi ﷺ, pendidikan keluarga, dan motivasi keislaman. Beliau lahir di Kairo pada tahun 1962 dan menempuh pendidikan agama melalui para ulama di Mesir serta banyak mendalami ilmu hadis, tafsir, fikih, dan tarbiyah Islam. Gaya dakwahnya sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami sehingga buku-bukunya banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Salah satu karyanya yang dikenal adalah 80 Langkah Cerdas Agar Selamat dari Siksa Neraka, yang berisi motivasi untuk memperbanyak amal saleh berdasarkan Al-Qur’an dan hadis.
Dalam karya-karyanya, Syaikh Mahmud Al-Misri menekankan pentingnya memurnikan tauhid, mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ, memperbaiki akhlak, memperbanyak ibadah, serta mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat. Beliau sering mengutip dalil dari Al-Qur’an, hadis-hadis sahih, serta penjelasan para ulama salaf untuk mendorong pembaca mengamalkan Islam secara menyeluruh. Buku-bukunya lebih bersifat targhib wa tarhib (memberikan motivasi dengan harapan pahala dan peringatan terhadap azab), sehingga banyak dijadikan bahan kajian keislaman, pengajian, dan pembinaan ruhani di berbagai negara Muslim.
Isi dan Pokok Bahasan
Buku ini menguraikan sekitar delapan puluh amalan dan sikap yang dapat menjadi sebab keselamatan dari siksa neraka. Di antaranya adalah memperbaiki akidah dan mentauhidkan Allah, menjaga salat lima waktu, memperbanyak zikir dan istighfar, membaca Al-Qur’an, berbakti kepada kedua orang tua, menjaga amanah, memperbanyak sedekah, menolong sesama, menjaga lisan dari ghibah dan fitnah, menjauhi riba, serta membiasakan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Setiap pembahasan disertai dalil dari Al-Qur’an dan hadis sehingga pembaca memahami bahwa amalan tersebut memiliki landasan syariat yang kuat.
Selain menjelaskan amalan yang membawa keselamatan, penulis juga mengingatkan berbagai dosa yang dapat menjadi sebab datangnya azab Allah, seperti syirik, meninggalkan salat, kezaliman, kedustaan, memutus silaturahmi, memakan harta secara batil, dan berbagai bentuk maksiat lainnya. Penyampaiannya tidak dimaksudkan untuk menakut-nakuti semata, tetapi untuk membangkitkan semangat taubat, memperbaiki diri, dan memperbanyak amal saleh sebelum datang kematian.
Kelebihan Buku
Kelebihan utama buku ini adalah pembahasannya yang praktis, sistematis, dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Setiap langkah dijelaskan secara ringkas namun padat dengan dalil-dalil yang memotivasi pembaca untuk segera mengamalkannya. Bahasa yang sederhana membuat buku ini cocok dibaca oleh remaja, mahasiswa, maupun masyarakat umum. Penekanan pada pentingnya tauhid, ibadah, akhlak, dan taubat menjadikan buku ini relevan sebagai bacaan pengingat di tengah kehidupan modern yang penuh godaan.
Kekurangan Buku
Sebagian pembahasan disampaikan secara ringkas sehingga pembaca yang ingin mendalami perbedaan pendapat ulama atau penjelasan fikih yang lebih luas perlu merujuk kepada kitab-kitab tafsir, hadis, dan fikih yang lebih mendalam. Oleh karena itu, buku ini lebih tepat diposisikan sebagai buku motivasi dan tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) daripada sebagai kitab fikih komprehensif.
Nilai dan Relevansi
Di era modern yang dipenuhi kesibukan, media sosial, dan berbagai bentuk distraksi, buku ini mengingatkan bahwa kesuksesan sejati bukan hanya diukur dari pencapaian dunia, tetapi juga dari keselamatan di akhirat. Pesan-pesan dalam buku ini mendorong pembaca untuk membangun kebiasaan baik, menjaga hubungan dengan Allah dan sesama manusia, serta menjadikan setiap aktivitas bernilai ibadah. Nilai-nilai tersebut tetap relevan bagi siapa pun yang ingin memperbaiki kualitas iman dan akhlaknya.
- Memurnikan tauhid dan menjauhi syirik.
- Selalu bertaubat dan beristighfar setiap hari.
- Menjaga shalat fardhu lima waktu tepat waktu.
- Memperbanyak shalat sunnah rawatib.
- Mengerjakan shalat tahajud secara rutin.
- Membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya.
- Mengeluarkan zakat wajib dengan ikhlas.
- Berpuasa di bulan Ramadhan.
- Melaksanakan puasa sunnah (Senin-Kamis, Ayyamul Bidh).
- Menunaikan ibadah haji dan umrah.
- Memperbanyak sedekah untuk menghapus dosa.
- Selalu bersabar dalam menghadapi musibah.
- Mensyukuri setiap nikmat yang diberikan Allah.
- Berbakti dan taat kepada kedua orang tua.
- Menyambung tali silaturahmi dengan kerabat.
- Menjaga lisan dari ghibah (gosip) dan fitnah.
- Menundukkan pandangan dari yang diharamkan.
- Berkata jujur dan menjauhi sifat dusta.
- Menjaga amanah dan menepati janji.
- Bersikap adil meski terhadap diri sendiri
- Menyayangi anak yatim dan fakir miskin.
- Menolong sesama muslim yang sedang kesulitan.
- Memberi makan orang yang kelaparan.
- Menyebarkan salam dan senyuman.
- Memaafkan kesalahan orang lain.
- Menahan amarah saat emosi memuncak.
- Tawakal dan menyerahkan hasil kepada Allah.
- Menghindari sifat sombong dan riya.
- Menjauhi sifat hasad (dengki) dan iri hati.
- Berbuat baik kepada tetangga.
- Menjaga kebersihan hati dan lingkungan.
- Menuntut ilmu agama setiap saat.
- Mengamalkan ilmu yang telah diketahui.
- Bergaul dengan komunitas atau teman yang shaleh.
- Menyeru kepada kebaikan (amar ma’ruf).
- Mencegah kemungkaran (nahi munkar).
- Mencintai dan membela agama karena Allah.
- Berdzikir mengingat Allah di setiap waktu.
- Membaca doa perlindungan dari siksa neraka.
- Senantiasa merasa diawasi oleh Allah SWT.
- Berdoa memohon ampunan di sepertiga malam terakhir.
- Menghindari riba dan harta yang haram.
- Memakan makanan yang halal dan thayyib.
- Bersegera bertaubat jika terjerumus maksiat.
- Melakukan amar ma’ruf nahi munkar dengan bijak.
- Menutupi aib saudara sesama muslim.
- Bersikap qana’ah (menerima apa adanya).
- Menjauhi perbuatan zina dan mendekatinya.
- Menghindari minuman keras dan judi.
- Menjaga aurat sesuai syariat Islam.
- Menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang muda.
- Bersikap tawadhu’ (rendah hati) di hadapan manusia.
- Membantu meringankan beban orang yang terlilit utang.
- Beristighfar minimal 70 hingga 100 kali sehari.
- Membaca Surat Al-Mulk setiap malam.
- Mengucapkan istirja’ (Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un) saat musibah.
- Membaca doa kafaratul majelis.
- Melakukan muhasabah (evaluasi) diri sebelum tidur.
- Menghindari berdebat kusir yang tidak bermanfaat.
- Selalu mengharapkan rahmat dan takut pada azab Allah.
- Mengajarkan tauhid dan akidah kepada anak sejak dini.
- Membiasakan keluarga untuk shalat berjamaah.
- Mendidik keluarga untuk cinta Al-Qur’an.
- Menjadi teladan yang baik di dalam rumah tangga.
- Melindungi keluarga dari pengaruh buruk lingkungan.
- Beristighfar ketika melakukan kesalahan sekecil apa pun.
- Merutinkan shalat Dhuha untuk pembuka rezeki.
- Mendoakan kebaikan untuk kaum muslimin.
- Memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
- Berprasangka baik (husnuzhan) kepada Allah SWT.
- Menjenguk orang yang sedang sakit.
- Mengantar jenazah dan mendoakannya.
- Membaca doa keluar dan masuk rumah.
- Berdoa sebelum makan dan minum.
- Membaca doa masuk dan keluar kamar mandi.
- Tidak menyakiti makhluk hidup lain (hewan/tumbuhan).
- Bekerja dan berusaha mencari rezeki yang halal.
- Menjaga waktu agar tidak terbuang sia-sia.
- Berpegang teguh pada sunnah Nabi Muhammad SAW.
- Istiqomah dalam beramal shalih hingga akhir hayat.
Amalan-amalan ini merupakan ringkasan prinsip-prinsip utama dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah ﷺ. Keselamatan di akhirat tidak diraih hanya dengan banyaknya amal, tetapi dengan tauhid yang benar, keikhlasan, mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ, menjauhi dosa besar, dan mengharap rahmat Allah. Sebagaimana sabda Nabi ﷺ, “Beramallah dengan benar, mendekatlah kepada kesempurnaan, dan ketahuilah bahwa tidak seorang pun masuk surga karena amalnya semata.” Para sahabat bertanya, “Termasuk engkau wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Termasuk aku, kecuali jika Allah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepadaku.” (HR. Al-Bukhari no. 6463; Muslim no. 2816). Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang istiqamah, memperoleh ampunan, rahmat, dan dimasukkan ke dalam surga-Nya tanpa hisab. Āmīn.
Kesimpulan
80 Langkah Cerdas Agar Selamat dari Siksa Neraka merupakan buku motivasi keislaman yang sarat dengan nasihat, dalil Al-Qur’an, dan hadis tentang jalan menuju keselamatan akhirat. Meskipun bukan kitab fikih yang membahas berbagai persoalan secara mendetail, buku ini sangat bermanfaat sebagai sarana muhasabah dan penyemangat untuk meningkatkan kualitas ibadah serta akhlak. Bagi pembaca yang ingin lebih dekat kepada Allah, memperbanyak amal saleh, dan mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat, buku ini layak dijadikan salah satu bacaan pendamping dalam perjalanan spiritual sehari-hari.













Leave a Reply