Tahun 2024 menjadi tahun yang penuh dinamika bagi Muhammadiyah, dengan berbagai isu yang menyita perhatian publik, baik di kalangan warga Muhammadiyah maupun masyarakat luas. Isu-isu tersebut mencakup peran aktif Muhammadiyah dalam politik, ekonomi, pendidikan, hingga sosial kemasyarakatan. Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan adalah keberhasilan Muhammadiyah dalam memperkuat pendidikan inklusif, dengan semakin banyaknya lembaga pendidikan yang didirikan di daerah-daerah terpencil. Selain itu, Muhammadiyah juga terus mengkampanyekan moderasi beragama melalui berbagai program dakwah dan pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman, seperti isu-isu terkait toleransi antaragama dan pemberdayaan ekonomi umat.
Di sisi lain, Muhammadiyah juga tidak lepas dari isu politik, dengan keterlibatannya dalam memberikan pandangan terkait berbagai kebijakan pemerintah, baik di tingkat nasional maupun daerah. Isu-isu sosial seperti kesenjangan sosial dan masalah kemiskinan menjadi perhatian utama, di mana Muhammadiyah terus berupaya memberikan solusi melalui program-program sosial dan pemberdayaan ekonomi. Tak ketinggalan, Muhammadiyah juga terlibat aktif dalam mendukung kebijakan-kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan umat, baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, maupun hak asasi manusia.
10 Isu Terhangat Muhammadiyah di Tahun 2024: Menyentuh Berbagai Aspek Kehidupan Nasional
- Perbincangan paling hangat dan mendapatkan perhatian publik, khususnya warga persyarikatan Muhammadiyah adalah tentang Kristen Muhammadiyah yang disingkat Krismuha sebagai istilah sosiologis yang dimunculkan oleh Abdul Mu’ti dan Fajar Riza Ul Haq. Sebagaimana diketahui, istilah ‘Sosiologis’ Krismuha ini muncul dari penelitian yang dilakukan oleh Sekretaris Umum Abdul Mu’ti dan Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis Fajar Riza Ul Haq PP Muhammadiyah di Ende, Serui, dan Putussibau – Kalbar. Buku “Kristen Muhammadiyah; Mengelola Pluralitas Agama dalam Pendidikan” ini dicetak sampai ketiga kalinya pada 2023. Secara garis besar, buku ini menceritakan tentang cara Muhammadiyah merawat pluralitas di institusi pendidikannya. Istilah Krismuha sempat mendapat respon negatif dari warganet yang belum membaca secara tuntas bukunya. Istilah Krismuha dicurigai sebagai bentuk sinkretisme agama dalam tubuh Persyarikatan Muhammadiyah. Tak ayal isu Krismuha masih menarik diperbincangkan selama tahun 2024.
- Capaian Akreditasi Institusi Unggul Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta pada Selasa, 6 Januari 2024. Di awal tahun 2024 Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) menambah jumlah kampus terakreditasi unggulnya. Pengumuman Akreditasi Institusi Unggul yang diraih oleh Unisa Yogyakarta disampaikan melalui Surat Keputusan BAN-PT No. 8/SK/BAN-PT/Ak/PT/I/2024. Akreditasi ini menarik sebab Unisa Yogyakarta sebagai kampus yang dimiliki ormas keperempuanan pertama yang raih akreditasi unggul. Tak lama berselang, pada Bulan Juli 2024 Unisa Yogyakarta menambah catatan baiknya dengan keluarnya izin operasional Fakultas Kedokteran. Tetap pada 2024, kampus yang dikelola secara profesional oleh Ormas keperempuanan ini juga dikunjungi Presiden Joko Widodo.
- Putusan PP Muhammadiyah menerima tantangan dari pemerintah untuk mengelola tambang. Keputusan ini diambil melalui Rapat Konsolidasi Nasional (Konsolnas) pada 27 dan 28 Juli 2024 di Unisa Yogyakarta. Keputusan itu diambil setelah mayoritas Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) se-Indonesia menyetujui untuk menerima tantangan dari pemerintah tersebut. Namun demikian, PP Muhammadiyah juga mengakomodir wilayah yang berargumen tentang tambang.
- Di bidang ekonomi dan pemberdayaan, yaitu peluncuran program Telur Sehat Fungsional yang dikelola oleh komunitas difabel yang tergabung di Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) yang didampingi oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah.
- Zayed Award for Human Fraternity 2024 di Abu Dhabi pada 5 Februari 2024. Penghargaan ini menjadi bukti gerakan Muhammadiyah dalam bidang kemanusiaan diakui oleh dunia internasional. Penghargaan tersebut diterima secara langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir di Abu Dhabi. Selain Muhammadiyah juga ada NU, Profesor Sir Magdi Yacoub, dan Sister Nelly Leon Correa sebagai penerima penghargaan.
- Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti yang ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI). Abdul Mu’ti bergabung di Kabinet Merah Putih bersama wakilnya yaitu Fajar Riza Ul Haq. Di kabinet tersebut juga ada nama Raja Juli Antoni Menteri Kehutanan, Prof. Fauzan Wamen Ristekdikti, Zulfikar A Tawalla Wamen Perlindungan PMI, Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji Indonesia. Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy yang ditunjuk sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji.
- Kembali bergulirnya program Peningkatan Kapasitas Pemuda Palestina untuk memupuk perdamaian. Program ini kembali digulirkan pasca konflik besar yang terjadi antara Palestina dan Israel pada 2023.
- Presiden Prabowo Subianto menghadiri Tanwir I Muhammadiyah Periode Muktamar 48 di Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) Nusa Tenggara Timur. Prabowo mengapresiasi peran Muhammadiyah untuk bangsa dan negara
- Peluncuran produk AC Muhammadiyah (ACMU) hemat energi. Peluncuran tersebut dilakukan di sela acara Tanwir I Muhammadiyah periode Muktamar 48 di UMK, NTT.
- Rencana pembangunan gedung venue Muktamar 49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Deli Serdang. Pembangunan venue Muktamar 49 ini berada di lahan seluas 25 hektar calon kampus 4 Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU).
Dengan berbagai isu yang mencuat sepanjang tahun 2024, Muhammadiyah menunjukkan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Melalui pendekatan yang inklusif dan moderat, Muhammadiyah tidak hanya memperjuangkan hak-hak umat, tetapi juga mendorong kemajuan sosial, ekonomi, dan pendidikan di seluruh lapisan masyarakat. Isu-isu yang diangkat oleh Muhammadiyah menjadi refleksi dari semangatnya untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta mengutamakan kemaslahatan umat dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam kebijakan politik, sosial, maupun keagamaan.
















Leave a Reply