MAB

MAB (MASJID AL-FALAH BENHIL) JAKARTA. Ilmu, Ibadah, dan Amal: untuk Semua Generasi dan Semua Kalangan

10 Perilaku Remaja Era Modern yang Menyelisihi Sunnah

Remaja di era modern dan digital hidup dalam lingkungan yang penuh dengan perkembangan teknologi dan perubahan budaya yang pesat. Kemudahan akses terhadap informasi, media sosial, dan hiburan digital telah memberikan dampak yang besar terhadap pola pikir, perilaku, serta gaya hidup mereka. Namun, di tengah kemajuan ini, banyak di antara mereka yang tanpa sadar menyimpang dari ajaran dan sunnah Rasulullah SAW. Tantangan terbesar bagi remaja Muslim saat ini adalah bagaimana tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam di tengah godaan dunia digital yang sering membawa pada kelalaian dan perilaku menyimpang.

Islam sebagai agama yang sempurna telah memberikan tuntunan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam menghadapi tantangan zaman. Rasulullah SAW telah memperingatkan umatnya tentang bahaya meninggalkan sunnah dan mengikuti hawa nafsu serta budaya yang bertentangan dengan ajaran Islam. Oleh karena itu, penting bagi remaja Muslim untuk mengenali perilaku yang dapat menjauhkan mereka dari nilai-nilai Islam, agar mereka dapat kembali kepada jalan yang benar sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW. Berikut adalah sepuluh perilaku remaja modern yang sering menyelisihi sunnah beserta penjelasannya berdasarkan hadits shahih.

10 Perilaku Remaja Era Modern yang Menyelisihi Sunnah

  1. Mengabaikan Shalat
    • Salah satu kebiasaan yang sering terjadi di kalangan remaja modern adalah lalai dalam menunaikan shalat lima waktu. Kesibukan dengan media sosial, game online, dan hiburan digital sering membuat mereka menunda atau bahkan meninggalkan shalat. Rasulullah SAW bersabda:
      “Perjanjian antara kami dengan mereka adalah shalat. Barang siapa yang meninggalkannya, maka ia telah kafir.” (HR. Tirmidzi, no. 2621).
    • Hadits ini menegaskan bahwa meninggalkan shalat adalah perkara serius yang bisa mengeluarkan seseorang dari Islam. Oleh karena itu, remaja Muslim harus menyadari pentingnya menjaga shalat sebagai tiang agama dan tidak membiarkan dunia digital melalaikan kewajiban ini.
  2. Berpacaran Secara Bebas
    • Fenomena pacaran di kalangan remaja semakin marak, terutama dengan adanya media sosial yang mempermudah interaksi tanpa batas. Padahal, dalam Islam, hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram harus dijaga dengan batasan syariat. Rasulullah SAW bersabda:
      “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali bersama mahramnya.” (HR. Bukhari, no. 5233; Muslim, no. 1341).
    • Hadits ini menunjukkan bahwa Islam sangat menjaga kehormatan dan kesucian hubungan antara laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, remaja Muslim harus menghindari hubungan yang tidak syar’i agar tidak terjerumus dalam zina yang diharamkan.
  3. Durhaka kepada Orang Tua
    • Banyak remaja yang terpengaruh oleh budaya modern sehingga kurang menghormati orang tua. Mereka lebih sibuk dengan gadget dan lingkungan pertemanan dibandingkan mendengarkan nasihat orang tua. Rasulullah SAW bersabda:
      “Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (HR. Tirmidzi, no. 1899).
    • Hadits ini menegaskan bahwa keberkahan hidup seorang anak sangat bergantung pada bagaimana ia memperlakukan orang tuanya. Oleh karena itu, remaja harus kembali kepada adab Islami dengan berbakti dan menghormati kedua orang tua.
  4. Terlalu Sibuk dengan Media Sosial hingga Lupa Waktu
    • Banyak remaja yang menghabiskan waktu berjam-jam di media sosial, bahkan sampai larut malam. Hal ini sering menyebabkan mereka melalaikan kewajiban seperti belajar, beribadah, dan berinteraksi dengan keluarga. Rasulullah SAW bersabda:
      “Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya adalah kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari, no. 6412).
    • Hadits ini mengajarkan bahwa waktu adalah amanah yang harus digunakan dengan baik. Remaja harus bijak dalam menggunakan teknologi agar tidak menyia-nyiakan waktu untuk hal yang tidak bermanfaat.
  5. Suka Bergosip dan Menyebarkan Berita Hoax
    • Di era digital, banyak remaja yang terlibat dalam gosip dan menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya. Hal ini bertentangan dengan ajaran Islam yang melarang ghibah dan fitnah. Rasulullah SAW bersabda:
      “Cukuplah seseorang dikatakan berdusta jika ia menceritakan segala sesuatu yang ia dengar.” (HR. Muslim, no. 5).
    • Hadits ini mengingatkan bahwa menyebarkan berita tanpa verifikasi dapat menimbulkan kebohongan dan fitnah. Oleh karena itu, remaja Muslim harus lebih berhati-hati dalam berbicara dan membagikan informasi di media sosial.
  6. Tidak Menjaga Lisan dan Sering Menghina Orang Lain
    • Banyak remaja yang terbiasa berkata kasar atau menghina orang lain, baik di dunia nyata maupun di media sosial. Rasulullah SAW bersabda:
      “Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari, no. 10; Muslim, no. 40).
    • Hadits ini mengajarkan bahwa seorang Muslim harus menjaga lisannya agar tidak menyakiti orang lain. Oleh karena itu, remaja harus membiasakan diri berbicara dengan sopan dan penuh hikmah.
  7. Lalai dalam Menutup Aurat
    • Banyak remaja yang mengikuti tren berpakaian tanpa memperhatikan batasan aurat yang telah ditetapkan dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda:
      “Akan ada di akhir zaman wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang…” (HR. Muslim, no. 2128).
    • Hadits ini menggambarkan fenomena di mana seseorang berpakaian tetapi tetap tidak menutup aurat dengan benar. Oleh karena itu, remaja Muslim harus kembali kepada ajaran Islam dalam berpakaian dengan menutup aurat secara sempurna.
  8. Sering Begadang Tanpa Keperluan yang Jelas
    • Banyak remaja yang memiliki kebiasaan begadang untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti bermain game atau menonton film. Rasulullah SAW bersabda:
      “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR. Abu Dawud, no. 2606).
    • Hadits ini menunjukkan bahwa Islam sangat menganjurkan umatnya untuk tidur lebih awal agar bisa bangun pagi dengan penuh keberkahan. Oleh karena itu, remaja harus mengatur waktu tidur agar lebih produktif.
  9. Malas Menuntut Ilmu Agama
    • Banyak remaja yang lebih tertarik pada hiburan dan tren dunia digital dibandingkan mempelajari ilmu agama. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam untuk menonton video, bermain game, atau berselancar di media sosial, tetapi enggan menghadiri kajian Islam atau membaca buku agama. Rasulullah SAW bersabda:
      “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699).
    • Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya ilmu dalam Islam. Ilmu agama adalah cahaya yang membimbing seseorang menuju jalan kebenaran. Oleh karena itu, remaja Muslim harus lebih semangat dalam menuntut ilmu agama, baik melalui kajian langsung, membaca buku, maupun memanfaatkan teknologi secara positif untuk belajar Islam.
  10. Berlebihan dalam Bermewah-Mewahan dan Hedonisme
    • Gaya hidup hedonisme semakin menjangkiti remaja modern, terutama dengan budaya flexing atau pamer di media sosial. Mereka berlomba-lomba menunjukkan kekayaan, gaya hidup mewah, dan barang-barang mahal tanpa mempertimbangkan kesederhanaan yang diajarkan Islam. Rasulullah SAW bersabda:
      “Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah kesenangan dunia yang dibentangkan untuk kalian.” (HR. Bukhari, no. 1465; Muslim, no. 2961).
    • Hadits ini mengingatkan bahwa kecintaan berlebihan terhadap dunia bisa melalaikan seseorang dari akhirat. Islam mengajarkan kesederhanaan dan bersyukur atas apa yang dimiliki. Remaja harus memahami bahwa kebahagiaan sejati bukan terletak pada materi, tetapi dalam kedekatan dengan Allah dan amal kebaikan.

Kesimpulan

Perilaku-perilaku di atas menunjukkan bagaimana remaja modern sering menyimpang dari sunnah Rasulullah SAW, baik dalam aspek ibadah, pergaulan, maupun gaya hidup. Padahal, Islam telah memberikan pedoman yang jelas agar umatnya tetap berada di jalan yang benar. Jika tidak diperbaiki, perilaku ini dapat menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan pribadi maupun sosial mereka. Oleh karena itu, penting bagi remaja Muslim untuk kembali kepada ajaran Islam dengan memperbaiki diri dan meneladani sunnah Rasulullah SAW.

Saran

Remaja Muslim harus lebih sadar akan pentingnya menjaga akhlak dan ibadah sesuai ajaran Islam. Dengan bimbingan orang tua, guru, dan lingkungan yang baik, mereka bisa mengarahkan kehidupan mereka ke jalan yang benar. Memanfaatkan teknologi untuk hal yang positif, mengikuti kajian agama, dan bergaul dengan teman-teman yang saleh adalah langkah konkret agar tetap berada dalam koridor sunnah. Dengan demikian, mereka tidak hanya sukses di dunia tetapi juga selamat di akhirat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *